Senja Pecas Ndahe
Maret 14, 2007 § 15 Komentar
Pesona senja selalu menarik perhatian siapa saja. Dari penyair sampai orang biasa seperti saya. Tak sedikit pula blogger seperti Atta yang menyukai senja. Adakah senja punya arti khusus buat sampean, Ki Sanak?
Beri peringkat:
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik


pertamax!!
Woahhh ini yang saya ndak bisa dan ndak mudheng: puisi. Yang penting hadiah dari Ndoro Bedhes selaku juri dan sponsor nanti pasti bukan puisi.
Aku ga seneng puisi, tapi seneng senja…piye dong 😀
tapi senja di sini memprihatinkan ndoro…
“Untuk Mereka yang menyukai senja..”
halah… singkat banget puisinya Ndoro..???
dua hati terpisah kala senja. satu terbenam, satu memutuskan melebur dengan malam. ada pagi yang tak bertemu dengan matahari. dan bulan tak selalu muncul malam hari. ada senja ketika dua hati memutuskan untuk berjalan sendiri-sendiri. yang satu jatuh cinta, yang lain patah hati.
*gubrak*
senja itu seperti penghabisan, sisa – sisa sebelum semuanya lenyap. itu yang membuat saya terkesan, seakan ingin mengabadikan sisa sisanya agar tak tercecer dicuilpun.
aku seneng … sampeyan *halah*
hahahhaa
puisinya bagus-bagus. terima kasih telah memasangnya di sini 😉
aku suka ‘senja di pelabuhan kecil’ 🙂
‘senja di parangtritis’…
karena senja bisa berarti dua
penyesalan atas hari yang berlalu sia-sia
atau syukur atas hari yang berakhir bahagia
ini “closing comment” sementara dari saya: senja memang tak pernah habis kita bicarakan. buktinya, sampean semua punya kesan masing-masing terhadap langit merah saga itu. saya senang bisa membahagiakan sampean semua. sampai jumpa di posting berikutnya. terima kasih! 🙂
siapken buat hari esok nggih ndoro…
….. dari pantai keempat sedu penghabisan bisa terdekap
(manis banget yach??
[…] Kemudian saya teringat beberapa percik kata yang sempat saya teteskan di bawah posting-an blog seorang ndoro tentang senja: […]