Saluran Pecas Ndahe

Maret 21, 2007 § 22 Komentar

Pada suatu malam di sebuah ruang keluarga. Seorang lelaki menatap televisi.

Dia memegang remote control dan sebentar-sebentar menggonta-ganti saluran. Film, sinetron, film kartun, siaran berita, pertandingan basket, balik film lagi … begitu seterusnya.

Sang istri — yang duduk di sebelahnya — terganggu. Acaranya nonton tayangan sinetron favorit jadi berantakan. Maka, ngamuklah sang istri.

Istri: Ngapain sih Mas, kamu gonti-ganti saluran melulu dari tadi? Mbok ya nonton sinetron atau film itu saja, ndak usah pindah-pindah ah. Sebenernya kamu mau nonton apa sih?

Suami : Ndak nonton apa-apa?

Istri : Lah ndak mau nonton kok megang remote, terus mindah-mindah saluran. Maunya apa sih?

Suami : Ndak mau apa-apa.

Istri : Ndak mau apa-apa? Piye sih? Ah, ra ngerti aku …

Sampean sendiri, suami, pacar, atau teman pria sampean mungkin pernah mengalami kejadian seperti itu. Paling tidak sampean tentu sering mendengar cerita tentang kelakuan para lelaki yang aneh itu kan, Ki Sanak.

Mengapa para pria sering terlihat menggonta-ganti saluran TV tanpa jelas juntrungannya?

Orang-orang pinter itu katanya pernah bikin penelitian. Hasilnya, menurut mereka, menunjukkan bahwa Mars dan Venus memang berbeda ketika sedang mendapat tekanan atau masalah.

Wanita yang tertekan butuh bicara. Pria memilih diam.

Di bawah tekanan atau desakan, fungsi otak wanita untuk bicara secara otomatis aktif. Kemudian dia mulai bicara — dan sering kali tanpa henti. Karena itu jangan heran, Ki Sanak, kita sering menemukan wong wedok yang bicara merepet, ngoceh tanpa henti. Itu tandanya dia sedang banyak masalah.

Dengan bicara, wanita memang belum tentu mendapatkan jalan keluar untuk masalahnya. Tapi, mereka lega dan nyaman karena sudah nggedabrus.

Bagi wanita, berbagi masalah dengan teman-temannya merupakan sebuah tanda kepercayaan dan persahabatan.

Tips buat para lelaki yang bertemu perempuan seperti itu [yang sedang bermasalah]:

Jangan tawarkan solusi atau mengabaikan perasaannya, tapi tunjukkan bahwa sampean menyimaknya.

Terus kenapa pria suka mengganti saluran TV?

Ketika sedang tertekan, sedih, banyak masalah, lelaki akan cenderung menutup diri dan berhenti bicara. Karena itu wahai para ibu, jangan curigai suami sampean yang tiba-tiba diam saja begitu sampai di rumah. Mereka belum tentu sedang memikirkan pacar baru atau selingkuhan di kantor. Siapa tahu mereka justru sedang memikirkan bagaimana meningkatkan target penjualan dengan budjet pas-pasan seperti yang barusan diperintahkan oleh bosnya di kantor. Halah.

Mengapa para pria yang sedang menghadapi tekanan atau masalah biasanya berhenti bicara? Ia menggunakan otak kanannya untuk mencoba mengatasi masalah atau menemukan jalan keluar.

Pada saat itulah lelaki berhenti menggunakan otak kiri yang berfungsi untuk menyimak dan berbicara. Otaknya hanya mampu melakukan “satu hal dalam satu waktu.” Ia tak bisa menyelesaikan masalah sambil menyimak atau menonton TV. Nah!

Jadi jangan heran bila ibu-ibu melihat para suami cuma duduk di depan TV dan menggonta-ganti saluran. Ia sebenarnya ndak sedang nonton dan menyimak acara yang dilihatnya. Kalau ndak percaya, tanya deh, misalnya berapa skor pertandingan sepak bola yang ditontonnya atau siapa yang baru saja mencetak gol. Kemungkinan besar dia ndak tahu.

Saya tahu, para istri seperti ibune bedes-bedes di rumah itu memang jadi sebel jika melihat para suami — seperti saya dan sampean — tiba-tiba diam membisu. Tapi, ya bagaimana lagi, lelaki itu sudah dari “sono”-nya memang begitu.

Harap maklum, ya … 😀

§ 22 Responses to Saluran Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke mei Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Saluran Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta