Madam Pecas Ndahe

Mei 3, 2007 § 17 Komentar

Inilah muncikari paling top di jantung kekuasaan dunia: Debora Jeane Palfrey alias DC Madam.

Nama perempuan berusia 50 tahun itu meroket di Amerika setelah ia mengancam akan membeberkan daftar kliennya, termasuk rekaman telepon, bila aparat hukum ngotot mengirimkannya ke penjara. Halah!

Ancaman perempuan yang dijuluki Madam DC itu [karena operasinya di Washington DC] ndak main-main. Satu korban bahkan sudah jatuh. Ia menyebut nama petinggi lembaga donor Amerika (USAID) dan yang bersangkutan langsung mengundurkan diri dari jabatannya. Kereeeen …

Paklik Isnogud cuma geleng-geleng kepala ketika saya tanya komentarnya tentang Madame von Washington DC itu.

Palfrey dijerat kasus dugaan pencucian uang. Ia kemudian disidang. Dalam sidang, sang muncikari membantah semua tuduhan. Ia bilang bahwa usahanya legal karena itu ia tak sudi masuk bui.

Dalam persidangan itulah Madam DC mengeluarkan senjata pamungkas. Ia mengancam, kalau sampai hakim ngotot, ia akan mempublikasikan semua catatan bisnisnya, termasuk daftar klien dan rekaman telepon.

Sadar bahwa ancaman itu akan menjadi bola liar dan membuat banyak pejabat Amerika kehilangan muka, sang hakim pun melarang Madam membuka isi dapurnya.

Madam memang belum membeberkan daftar kliennya ke publik, tapi diam-diam ia sudah membocorkannya ke media massa. Media yang mendapat durian runtuh langsung mengkonfirmasikan ke nama-nama yang disebut dalam daftar.

Washington pun geger.

Percuma saja para klien Madam DC membantah. Publik tahu, Madam punya data yang sahih dan sebetulnya ia tak berniat mempermalukan siapa pun. Ia hanya berusaha bertahan menyelamatkan lehernya dari jeratan hakim.

Saya jadi mikir, seandainya di Indonesia ini ada orang seperti Madam DC, apakah ia juga punya daftar klien yang sama? Apakah kliennya juga kakap, dari kalangan pejabat? Apakah kemudian ada pelanggan yang mundur? Jangan-jangan kita sudah ndak punya urat malu lagi? Lah wong sudah disebut-sebut terlibat korupsi saja masih anteng duduk di kursi jabatannya kok, apalagi cuma disebut pernah jajan.

Menurut sampean bagaimana Ki Sanak?

§ 17 Responses to Madam Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke Mbilung Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Madam Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta