Lanang Pecas Ndahe

Mei 31, 2007 § 18 Komentar

Wong lanang itu sosok yang tangguh, punya jiwa petualang. Lelaki sejati itu harus bebas, lepas, seperti sajak Chairil Anwar.

“Mari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpati.”

Laki-laki juga harus bisa mengajak terbang. The only possible nonstop flight, terbang mengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat …

Yang penting bukanlah suatu arah, melainkan keberanian menjelajah. Yang penting bukanlah satu konklusi, melainkan eksplorasi.

Tak penting merpati itu mungkin capek kemudian dan jatuh. Sebab, kita tahu, ada yang tetap tidak diucapkan/sebelum pada akhirnya kita menyerah.

Takut boleh. Takluk jangan.

Jadi laki-laki harus berani …

[Catatan harian Paklik Isnogud, tanggal 31 Mei 1970]

Waks! Berarti saya masih bayi waktu Paklik menulis jurnal itu … 😀 … Selamat menikmati libur panjang, Ki Sanak. Semoga kita bisa bertemu di sebuah tikungan perjalanan.

§ 18 Responses to Lanang Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke pudjakesuma Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Lanang Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta