Ubud Pecas Ndahe
Oktober 3, 2007 § 9 Komentar
Terus terang saya memang ndak punya kemewahan waktu sebanyak perempuan kemayu itu. Dia mengaku punya seminggu penuh untuk ikut reriungan di Ubud itu. Saya tidak.
Ndak apa-apa. Ini cuma soal quality of time. Yang penting, sebagai penulis blog kelas abal-abal, saya juga beroleh kaos ini. Dia malah belum tentu punya.
Hohoho … Tuhan memang Maha Adil.
[PS: ada salam dari penghuni Petulu Gunung buat kamu, Nduk!]
Beri peringkat:
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik

Justru karena ndoro punya itulah saya males mosok kembar. Tp saya punya tote bagnya, hoho … eh, petulu?
sampeyan itu cocoknya diundang abal-abal writers and readers udud festival kok ….. saya juga begitu 😀
blogger abal2? melok2 ae senengane. huh!
abal-abal? mbokya “jangan pernah remehkan dan ringkus dirimu sekecil itu” (ndorokakung, 2007)
iya. jangan pernah remehkan dan ringkus dirimu sekecil itu.
modyar!!
cuma kaos, saya punya Cok, buahaha
apa kabar mas? mohon maaf lahir dan batin yaa. met puasa.
ps. aku mau dunk kaosnyah.
Hohoho … Tuhan memang Maha Adil.
tuhan menehi kaos?
ooooh, ini acara yg di ubud itu ya? acaranya penulis2 top itu ya? hik.hiks. enak tenaannn..