Peta Pecas Ndahe

Oktober 8, 2007 § 21 Komentar

Tahukah sampean kenapa setiap tahun selalu muncul yang namanya Peta Mudik? Tahun ini namanya Peta Mudik 2007. Tahun lalu namanya Peta Mudik 2006, sebelumnya Peta Mudik 2005, sebelumnya lagi Peta Mudik 2004, dan seterusnya.

Apakah setiap tahun rute mudik itu memang selalu berubah ya, sehingga harus dikeluarkan peta versi terbaru?

Jangan-jangan, semua orang memang selalu menggunakan rute berbeda setiap kali pulang kampung? Masalahnya, berapa kali dalam setahun orang pulang mudik?

Janji Pecas Ndahe

Oktober 7, 2007 § 23 Komentar

Hari ini Fauzi Bowo-Prijanto dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru. Aneh, kenapa dipilih hari Minggu ya?

Detikcom tumben menurunkan berita bagus untuk menyambut kejadian itu: tentang janji-janji kampanye Fauzi-Prijanto.

Sebelum terpilih, pasangan itu memang menebar janji macam-macam, tepatnya 19 program strategis. Di antaranya, mereka berjanji akan membenahi pemukiman kumuh, memperbaiki sarana dan prasarana perkotaan, perhubungan, dan transportasi.

Akankah mereka menepati janji? « Read the rest of this entry »

Desain Pecas Ndahe

Oktober 6, 2007 § 22 Komentar

Hidup itu paling enak pas-pasan saja. Pas nunggu buka puasa, eh ada yang ngirimi tajil. Pas ndak punya uang, eh ada yang ngasih zakat. Pas lagi bengong, eh ada yang membuatkan banner baru buat saya.

Terus terang, cuma Menteri Desain yang bisa begini: berani [dan usil] membuat desain alternatif tentang apa pun, termasuk banner pecas ndahe.

Jelas saya merasa tersanjung mendapat kiriman yang mengejutkan seperti ini. Tapi, karena belum saatnya saya ganti banner, karya sampean bakal saya simpan dulu. Siapa tahu nanti saya berubah pikiran.

Terima kasih banyak, Pak Menteri. Semoga sampean beroleh banyak pahala di bulan yang baik ini.

Menstruasi Pecas Ndahe

Oktober 5, 2007 § 33 Komentar

Jumat sore yang sibuk di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Jalanan “pamer ruli” alias padat merayap ruwet sekali. Seorang lelaki muda duduk gelisah di atas jok kulit empuk di dalam BMW 130i M Sport warna perak metalik.

Berkali-kali ia menengok arloji Audemars Piguet berban kulit hitam di tangannya. Matanya memelototi bajaj dan metromini yang knalpot rombengnya memuntahkan asap hitam pekat dan sedari tadi nyaris tak bergerak di depannya.

Mendadak ia merasa gerah. Sangat gerah. Peluh mulai membasahi jidat dan punggungnya. Juga dadanya yang berbulu. Heran, kenapa AC mobil tiba-tiba tak berdaya mengusir panas matahari sore yang menyengat begini? « Read the rest of this entry »

Tentara Pecas Ndahe

Oktober 5, 2007 § 21 Komentar

Paklik Isnogud punya anekdot bagus tentang tentara Indonesia. Begini katanya, “Tentara itu profesi yang cuma boleh ngumpul ramai-ramai dua kali: waktu ulang tahun atau ada dangdutan di markasnya.”

Saya ngakak. Dan, sedikit khawatir. Soalnya, guyonan Paklik itu sedikit berbahaya. Kalau saja Paklik melontarkan joke itu di zaman “normal” dulu, besok pasti dia sudah hilang mendadak tak tentu rimbanya.

Untunglah, zaman sudah berubah. Kalaupun ada tentara yang mendengar ledekan itu, paling-paling Paklik cuma kena sikut. Semoga sih, tidak ya. Hehehe … « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Oktober, 2007 at Ndoro Kakung.