Tafsir Pecas Ndahe

Februari 22, 2008 § 21 Komentar

Kisah roman klasik Romeo and Juliet karya William Shakespeare ternyata tak berakhir tragis. Setidaknya dalam tafsir seorang pengemudi truk, dua tokoh cerita legendaris itu justru hidup bahagia hingga manula …

Walaupun punggungnya sudah terbungkuk, Yuliet [pakai Y] pun masih setia membawa seceret air untuk Romeo kekasihnya yang tengah menunggu burung di sangkar.

Ah, ada-ada saja. Untunglah yang ditafsirkan cuma dongeng rakyat yang kemudian diadaptasi oleh Shakespeare, dan bukan lukisan karya Leonardo da Vinci yang dianggap sakral itu …

Iklan

§ 21 Responses to Tafsir Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tafsir Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: