Mbilung Pecas Ndahe
Februari 11, 2008 § 40 Komentar
Katanya pindah ke Bali? Lah kok malah jualan mie di Surabaya? Buktine ada di Prenster nih.
Huh, dasar ndobos. Tukang ngapusi …
Nggo-Blog Pecas Ndahe
Februari 11, 2008 § 42 Komentar
Pitra yang mengabarkan bahwa Roy Suryo nge-blog di Dagdigdug.
Benarkah blog itu memang milik KRMT Roy Suryo?
Hahahaha … Panjenengan lupa to? Khan saya sudah pernah statement bahwa TIDAK AKAN PERNAH NGGO-BLOG, jadi ya tidak punya Blog. Gitu saja kok ‘pecas ndahe’ … 😀
Begitu jawaban Roy via SMS ketika saya minta konfirmasi tentang blog itu tadi. « Read the rest of this entry »
Horta Pecas Ndahe
Februari 11, 2008 § 31 Komentar
Kediaman Presiden Timor Leste Ramos Horta diserbu pasukan pemberontak pimpinan Alfredo Reinado, tadi pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Horta tertembak perutnya dan langsung dilarikan ke Australia.
Oalah, gendeng tenan. Terus terang saya miris mendengar kabar itu. Horta, saya pernah menyalaminya ketika dia berkunjung ke pabrik saya dua tahun silam, adalah peraih Nobel Perdamaian. Ia sekutu lama tokoh pejuang Timor Leste Xanana Gusmao. « Read the rest of this entry »
Pers Pecas Ndahe
Februari 9, 2008 § 37 Komentar
Seseorang mengeluh. Bukan karena hujan yang terus-menerus jatuh. Bukan karena kemacetan yang kian menjadi-jadi. Ia mengeluh kenapa mutu pers kita makin jeblok belakangan ini.
Ia tak sendirian. Rasanya makin banyak orang punya keluhan yang sama. Bukan cuma mutu pers yang mundur. “Wartawan zaman sekarang tak ada bedanya dengan preman,” kata seseorang yang lain.
Preman? “Iya, mereka main sradag-srudug tanpa menghiraukan tata krama, hak privat, dan sopan santun. Nggak punya etika sama sekali.”
“Lihat itu di televisi,” katanya. “Artis-artis dikejar-kejar, dipepet, dipojokkan. Lantas ditanya-tanya. Konfirmasi kabar ini dan itu. Apa iya kerja wartawan seperti itu? Artis kan juga manusia. Bisa kesal dan gondok.”
Saya cuma bisa menunduk dalam diam. Ada apakah gerangan? Benarkah pers sudah kehilangan laku yang bermoral? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa penyebabnya? Persaingan bisnis yang kiat ketat? Para pemodal? « Read the rest of this entry »



