Duyung Pecas Ndahe

Maret 10, 2008 § 19 Komentar

Bagaimana imaji putri duyung di benak sopir truk? Ya kira-kira beginilah. Tapi kok aneh ya, mosok putri duyung beruban? Namanya jadi eyang duyung dong …

Apakah karena putri duyung itu usianya sudah setua Sir Mbilung yang rambutnya juga sudah beruban, err … keperakan itu? Atau jangan-jangan masih semuda Paman Tyo yang memang dari sononya punya warna kepala yang … Ups!

Tapi, mungkin juga lantaran tukang gambarnya cuma kehabisan cat hitam. Piye, Ki Sanak?

Iklan

§ 19 Responses to Duyung Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Duyung Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: