Flu Pecas Ndahe

Maret 20, 2008 § 9 Komentar

Coba Ki Sanak, sampean baca berita ini:

Indonesia needs more help to rein in the bird flu virus, the UN’s Food and Agriculture Organisation has said. The human death toll from bird flu in the country rose to 100 earlier this year — almost half of the total worldwide fatalities.

Sungguh mencemaskan. Tapi, mengapa yang duduk di singgasana itu diam saja ya? Kenapa malah jalan-jalan ke luar negeri? Apa sudah ndak punya sense of crisis?

“The human mortality rate from bird flu in Indonesia is the highest in the world and there will be more human cases if we do not focus more on containing the disease at source in animals,” said FAO Chief Veterinary Officer Joseph Domenech in a statement on Tuesday.

Apakah kita harus menunggu jumlah korban jatuh lebih banyak?

Kring, kring … “Halo, bisa bicara dengan kebisuan … “

Iklan

§ 9 Responses to Flu Pecas Ndahe

  • fahmi! berkata:

    Apakah kita harus menunggu jumlah korban jatuh lebih banyak?

    sekedar ide gila, apa mungkin justru lebih bagus kalo banyak yg mampus? daripada hidup menderita di negara miskin yg ngakunya berkembang?

    aku jadi inget musibah tsunami di aceh beberapa tahun lalu. mungkin itu bukan musibah. justru mereka yg alim2 itu diselamatkan dg kematian, sebab dg demikian mereka nggak usah lagi berkepanjangan ngalami politik kotor dan segala cerita negatif lainnya.

    eh btw sorry kalo komen ini agak vulgar.

  • mbakDos berkata:

    Apa sudah ndak punya sense of crisis

    pertanyaan sebelumnya mungkin adalah… apa masih punya sense of belonging to this country? 😐

  • nadia berkata:

    ndoro, pertanyaan lanjutan: kenapa harga obat flu burung yg dijual amerika kok mahal sekali?? wakwawwwwww… sedih deh, hiks.

  • GuM berkata:

    mungkin karena ndak punya sense of blogging, pak.
    jadinya suara2 membangun para blogger nggak nyampe ke sana πŸ˜€

  • masih tetap munyuk berkata:

    makanya munyuk masih lebih suka hidup di pohon. konon katanya mbah munyuk, dunia di “bawah” sana sangatlah kejam, banyak yang tega mematikan sebangsanya sendiri.

    *lebih enak jadi munyuk, kalo ga digusur dan dibakar

  • munyuk pemalu berkata:

    ya, haloo! kalo nelpon terus, ga ada lagi yang namanya kebisuan!

  • daus berkata:

    migrasi aja yuk…

  • xgn berkata:

    mumpung belon “tergusur” di pemilu 2009 nanti, kan saatnya sekarang berfoya-foya ngabisin duit negara buat melancong ke negara tetangga..flu burung, kelaparan,kemiskinan,putus sekolah….emang gue pikirin kata dia mah!

  • ika berkata:

    presidenna lagi puyeng,,makanya dia jalan2 keluar negeri :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Flu Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: