Kekuasaan Pecas Ndahe

Juli 4, 2008 § 36 Komentar

Mengapa seseorang yang tengah berkuasa cenderung semena-mena?

Gara-gara membaca kalimat itu di sebuah majalah, seorang kawan lalu bertanya kepada Paklik Isnogud, “Manakah yang lebih baik, di bawah kekuasaan orang atau menjadi penguasa?”

Paklik yang arif bijaksana pun menjawab, “Di bawah kekuasaan orang.”

“Mengapa?”

“Orang yang di bawah kekuasaan orang lain senantiasa diberitahu oleh yang berkuasa bahwa ia salah, baik ia memang bersalah atau tidak. Ini memberinya kesempatan memperbaiki diri dengan menelaah dirinya sendiri, sebab terkadang ia memang bersalah. « Read the rest of this entry »

Telanjang Pecas Ndahe

Juli 4, 2008 § 50 Komentar

Bulyan Royan mungkin adalah contoh paling telanjang tentang betapa rakusnya wakil rakyat kita yang terhormat. Ia ditangkap Komisi Pemberantas Korupsi di Plaza Senayan yang mentereng itu dengan barang bukti di tangan: uang suap senilai Rp 684 juta.

Tentu saja Bulyan belum tentu bersalah sampai pengadilan memutuskannya kelak. Namun, yang jelas, dia bukan satu-satunya tokoh politik pilihan rakyat yang tersandung kasus uang sogokan. Sebelumnya, beberapa anggota Dewan yang lain juga telah masuk bui gara-gara uang haram, seperti Al Amin Nasution, Hamka Yamdu, dan Antony Zeidra Abidin. Yang lain bisa jadi akan segera menyusul.

Mengapa anggota DPR tak kapok-kapok dan masih saja menerima suap? Kenapa mereka tak jeri pada pemberantasan korupsi? Adakah ini soal keserakahan manusia semata?

Pada malam yang lengas, saya menanyakan soal itu kepada Paklik Isnogud yang tengah melamun di atas lincak, kursi bambu lapuk di rumahnya. Apa jawaban Paklik? « Read the rest of this entry »

Bimbi Pecas Ndahe

Juli 3, 2008 § 34 Komentar

Seseorang kehilangan kejenakaannya tadi pagi. Parasnya lesi, seperti bayi kurang gizi. Matanya suwung, sedikit linglung.

“Hari-hari ini, saya teringat Bimbi, Tuan,” begitu bisiknya lirih.

Bimbi? Aha, tentu saja saya tahu siapa Bimbi, gadis lugu dalam lagu ciptaan Titiek Puspa yang legendaris itu.

Tapi, siapakah Bimbi sebenarnya? Gadis yang tak kenal lagi saudara? Pelacur murahan? Seleb numpang lewat atau seseorang yang kehilangan masa lalu? « Read the rest of this entry »

Wadam Pecas Ndahe

Juli 2, 2008 § 49 Komentar

mbilung bencongTebak berhadiah: Siapakah pria yang berpose [bukan candid] a la wadam ini? Penebak tepat akan mendapat hadiah menginap tujuh hari tujuh malam dengan wadam ini di Bali.

Sekadar info, lelaki berbatik coklat ini diambil fotonya sewaktu ikut kontes wadam di kampusnya di Brighton,14 Maret 2002. Brighton itu “ibu kota” para homo dan gay di Inggris. Kontes itu rangkaian dari acara yang lebih besar. Namanya Brighton Festival.

Gayanya oke, ya? Persis wadam beneran, kan? Lihat deh, caranya mencangklong tas. Terus posenya yang agak miring, mirip bener sama yang tiap malem nongkrong di Taman Lawang, Menteng, itu. « Read the rest of this entry »

Mug Pecas Ndahe

Juli 2, 2008 § 46 Komentar

Pesta Blogger 2008 memang masih lama. Tapi, teman-teman sudah mulai pusing cari dana. Kejar sana, kejar sini, calon sponsor yang diburu tak terpegang juga.

Saya mulai mikir, kira-kira kalau jualan cinderamata seperti ini laku ndak ya? Yah, hitung-hitung untuk menambal kekurangan anggaran perhelatan itu.

gelas ndoro mug

mug kuning mug hijau

Eh, eh, tapi siapa yang bersedia memproduksinya ya? Terus enaknya dikasih harga berapa?

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah minum kopi?

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Juli, 2008 at Ndoro Kakung.