Mugue Pecas Ndahe
Juli 8, 2008 § 36 Komentar
“Bahkan mug polos pun punya cerita.”
Maka, terciptalah Mugue ini, sebuah blog yang diniatkan berdenyut dan hidup secara gotong royong. Dalam bahasa para pemasar daring (marketing online), ini blog berbasis web 2.0 alias user generated content. Siapa saja boleh ikut meramaikan. Caranya gampang, sampean tinggal mengisi halaman Submit.
Tak penting mengetahui siapakah gerangan penggagas Mugue (bukan mug lo) itu — yang jelas bukan saya. Tak perlu juga kita melacak gagasan dan cerita di balik kemunculan blog itu. « Read the rest of this entry »
Hosting Pecas Ndahe
Juli 8, 2008 § 66 Komentar
Selama akhir Juni hingga pekan pertama Juli yang lalu adalah masa-masa yang menyebalkan bagi blog ini. Blog mendadak tak bisa diakses, dan beberapa kali mengalami database error. Padahal biasanya Dreamhost tempat hosting saya jarang ngadat.
Akibatnya, banyak yang menduga-duga apakah blog ini sedang disusupi dhemit gara-gara posting saya yang nyeleneh. Ada pula yang mengira blog ini kena serangan DoS.
Aha, tentu saja tidak, Ki Sanak. Saya belum sehebat dan sepenting itu untuk diusili — meski saya suka usil. Masalah dengan blog ini tempo hari sekadar persoalan teknis yang ndak bisa saya tangani sendiri. Maklum, gaptek.
Sebagai pengguna yang ogah repot dan ndak paham urusan teknis begituan, tentu saja saya jadi ndak nyaman. Apalagi kawan saya itu, Puji Jalan Sutera yang memberi saya tumpangan di Dreamhost, pun mulai kesal hati. Kenapa? « Read the rest of this entry »
Peran Pecas Ndahe
Juli 7, 2008 § 38 Komentar
Tingkah laku para tokoh publik makin lama kian lucu dan menggemaskan. Ada yang suka disuap, berubah jadi calo perkara, hobinya melepas syahwat dengan sekretarisnya, dan sebagainya.
Di tempat lain, ada yang sibuk menunggangi. Ada pula yang sering menyalakan kompor, bakar ini dan itu, seraya menggalang angket. Bahkan ada juga yang sukanya lempar tangan sembunyi batu, berteriak semprul bin sontoloyo.
Mereka bukan hanya membikin kita merasa geli, melainkan juga menyodorkan satire paling pahit. Kalau sudah begini, ada kemungkinan mereka akan berebut lahan rejeki dengan para pelawak sejati.
Benarkah tokoh-tokoh itu sudah berubah peran jadi badut? Apa sih bedanya antara joker, clown, dan comedian?
Paklik Isnogud yang tengah menimang-nimang cangkir kopi di tangan hanya tersenyum ketika saya menanyakan perihal itu.
“Meski ada beda sedikit perbedaan arti dan makna, mereka punya fungsi dan peran yang sama di masyarakat,” jawab Paklik.
“Apa peran mereka, Paklik?” « Read the rest of this entry »
Noor Din Pecas Ndahe
Juli 5, 2008 § 33 Komentar
Kebahagiaan manusia tak terdiri dari kebebasan, melainkan dari sikapnya menerima kewajiban.

dicari: hidup atau mati
Toh banyak hal yang memang tak kita mengerti lagi dalam hidup ini. Mungkin karena semuanya tak cukup dengan penjelasan, dengan alasan. Barang kali karena semuanya diawali dengan cita-cita.
Mungkin kau tak tahu, siapa yang berdiri di tepi, akan semakin sulit ke gelanggang. Siapa yang tak punya beban sejarah di pundaknya dalam tempaan negeri tua ini, hanya akan bingung untuk menerjunkan diri di sana.
Salam takzim dari saya.