Tinta Pecas Ndahe

Agustus 19, 2008 § 56 Komentar

logo hpApa keuntungan memakai tinta printer asli? Apa kekurangan menggunakan tinta printer isi ulang dan tinta palsu?

Pertanyaan itu saya dapatkan dari microsite HP, persisnya di halaman Quiz, ketika saya iseng-iseng berselancar mencari informasi tentang printer dan tintanya. Microsite ini tentu saja milik HP Indonesia.

Ehm, memangnya mau beli mesin cetak, Ndoro? Oh, bukan, Ki Sanak. Bukan. Saya mencari informasi itu karena tuntutan pekerjaan. Halah. Lagi pula, saya toh harus mengetahui banyak hal, biar ndak terlalu ketinggalan kabar, dan tetap bisa ngeblog.

Nah, kebetulan saya sering lewat kawasan pertokoan di dekat rumah saya. Ada salah satu toko di sana yang menarik perhatian. Toko itu menyediakan layanan isi ulang tinta printer. Hampir setiap hari toko itu dipenuhi pembeli.

Dalam hati saya bertanya-tanya, kenapa toko itu laris? Apakah menggunakan tinta isi ulang benar-benar menguntungkan konsumen?

Terus terang saya ndak tahu jawabannya. Saya bukan tukang IT, techno geek atau apa pun namanya. Saya hanya orang yang selalu penasaran dan ingin tahu. Saya lalu berusaha mencari jawabannya di Google.

Dan, nyasarlah saya di microsite HP yang cukup informatif. Setelah saya baca-baca, lantas bertanya kiri dan kanan, menelepon si Anu dan si Una, saya beroleh informasi tentang tinta printer dan pernak-pernik lainnya. Antara lain saya menemukan jawaban seperti ini,

Selama ini banyak pemahaman keliru seputar Original HP Supplies, seperti harga tinta yang mahal, pengisian tinta yang repot, dan mesin printer yang rewel (gampang rusak).

Melalui pengujian TUV SUV PSB (lembaga sertifikasi produk internasional) ternyata Original HP Supllies terbukti lebih hemat (murah) karena memiliki kemampuan mencetak kertas yang 2,4 kali lebih banyak dibandingkan tinta refill dan tahan pudar hingga 200 tahun.

Jika tinta isi ulang (refill) mencetak 1000 lembar, maka Original HP Supplies mampu mencetak hingga 2.400 lembar dengan jumlah milliliter tinta yang sama.

Selain itu terdapat lebih dari 80 outlet resmi HP, sehingga pengisian tinta dapat dilayani secara terjamin, dan usia pemakaian printer juga akan jauh lebih panjang jika selalu memakai tinta asli HP.

Saya membatin, hmmm … boleh juga infonya. Saya teruskan tamasya informasi itu dengan menelusuri microsite HP yang lain. Saya menemukan beberapa informasi baru, di antaranya tentang HP Office Jet all-in-one.

hp office jet

Seri HP Officejet All-in-one

Menurut juru kabar:

Saat ini HP sedang mengadakan online campaign. Dalam event ini HP memperkenalkan salah satu andalannya, printer inkjet HP OfficeJet all-in-one.

Dengan harga mulai dari Rp 750.000, konsumen bisa memperoleh printer inkjet multifungsi yang sangat praktis. Alat ini mampu untuk print, scan, fax, dan fotokopi, sekaligus — namanya juga multifungsi. Dengan fungsi yang lengkap itu, printer inkjet HP OfficeJet menghemat biaya dan waktu.

Owkey. Dalam hati saya membayangkan produk multifungsi (all-in-one) ini seperti kucing, nyawanya rangkap tujuh alias susah mati. Kenapa?

Jika salah satu fungsinya rusak, misalnya tak bisa mencetak, fungsi yang lain tak kena getahnya. Dia masih tetap dipakai mengirim fax.

Lantas, saya baca lagi informasi yang juga penting diketahui:

Calon konsumen produk seri Officejet ini bisa memilih sendiri dan mengunduh hadiah langsungnya dari microsite HP Officjet.

Aha! Sebuah godaan yang menggiurkan. Bagaimana menurut sampean, Ki Sanak? Apakah printer ini layak dicoba? Mana pula yang akan sampean pilih: tinta asli, isi ulang, atau palsu?

Iklan

Tagged: , , , , , , , ,

§ 56 Responses to Tinta Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tinta Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: