BlackBerry Pecas Ndahe

Mei 13, 2009 § 140 Komentar

Seorang teman mengungkapkan kekesalan hatinya lalu menulis di halaman note di Facebook. Dia, namanya Anindhita Maharrani (Dhita), kesal karena BlackBerry miliknya tiba-tiba “ngadat” setelah tiga bulan dibeli di sebuah gerai di ITC Fatmawati, Jakarta Selatan.

Ngadat? Maksudnya? BlackBerry Bold milik Dhita itu tiba-tiba tak bisa dipakai untuk berselancar di jalur Internet, mengirim dan menerima e-mail, dan chatting via BlackBerry Messenger atau Yahoo! Messenger. Peranti mobile office itu hanya dapat dipakai untuk berhalo-halo dan bertukar sandek (SMS).

Ada apa gerangan?

Olala, beginilah rupanya kejadian yang menimpa Dhita. Supaya tak bias, saya kutip langsung kronologi kasusnya menjengkelkan itu, seperti yang ditulis di Facebook. Tentu saja atas izin Dhita.

People these days..kayanya kalo bisa nipu, pilih nipu.

Nggak operator telepon seluler, perusahaan segede Research In Motion, sampai pedagang HP di ITC Fatmawati. Saya, korbannya. BlackBerry, alatnya.

Saya pakai Bold sejak Februari lalu. Operator XL. Langganan bulanan.

Nggak ada masalah. BBM, email, Y!M, Viigo. Beberapa fitur dan aplikasi yang membantu pekerjaan saya sebagai redaktur (waktu itu) dan freelancer (baru-baru ini).

Sampai Jumat lalu. Tiba-tiba nggak berfungsi semua. Saya telepon customer service 817. Dari siang, sore, malam, sampai Sabtu pagi. Tidak satu pun dari 7 CS yang bisa membantu.

Sabtu pagi saya ke XL Center Blok M Plaza. Dengan bantuan Mas Markus yang murah senyum, terungkaplah problem. Menurut dia nomor IMEI yang tertera di Status BB, di badan handset (bagian belakang dekat baterai), dan yang ada di sistem mereka berbeda. Intinya, BB itu divonis BM.

Okay. Saya makin emosi. Bukan sama Mas Markus, tapi sama XL sebagai operator, RIM sebagai produsen BB, dan si penjual HP.

Kenapa?

1. RIM
Kok saya tidak pernah dengar atau baca sedikit pun informasi mengenai IMEI. Bukankah sebagai produsen alat yang bikin orang Technopoly, RIM seharusnya menyarankan pengguna atau calon pengguna produknya untuk berhati-hati dan memeriksa nomor IMEI handset BB mereka?

Tapi susah juga ya. Perwakilan help desk atau customer service RIM aja nggak ada di negeri ini. Padahal sebegitu banyaknya yang pakai BB di kota ini.

2. XL
Namanya doang XL, kelakuan nol besar. Sama aja kaya bandit cap kapak. Mereka menikmati uang langganan layanan BlackBerry Rp 199 ribu per bulan dari saya. Plus biaya GPRS yang entah berapa per-KB nya yang harus saya bayar setiap bulan -karena saya dicap tidak memakai layanan BB internet service melainkan GPRS biasa-.

Lebih ironisnya lagi, saya pelanggan yang nggak pernah telat bayar.

Mestinya dari awal mereka bilang dong. Sorry handset Anda BM, jadi kami nggak bisa memberikan layanan BIS. Sebaliknya, mereka lempar batu sembunyi tangan. Mengambil keuntungan dari penderitaan konsumen, dan ketika saya kesulitan, mereka lepas tangan.

3. Pedagang HP
“Namanya juga orang dagang,” kata seorang teman. Lha, situ mau nipu, apa mau dagang. Bayar harga original, dapetnya BM. Rasanya saya pengen laporin itu toko ke kantor polisi. Tapi, polisi juga sama aja. Hahaha!

Emosi jiwa banget, nget, nget. Tolong lah. Mudah-mudahan orang-orang terkait dengan tiga pihak yang saya mention di atas baca tulisan ini.

Karena menurut seorang teman, yang wartawan teknologi, lebih dari 50% BB di negeri ini masuk kategori BM.

Bahkan sebuah operator yang nggak kalah besar dari XL, minta barang ke pengecer di Roxy ketika kehabisan stok.

So, mana yang BM dan mana yang BB beneran? Make sure lah. Mudah-mudahan nggak ada yang bernasib sama seperti saya.

Sampai tulisan ini saya terbitkan pagi ini, kasus Dhita belum terselesaikan. Operator XL angkat tangan. Si penjual juga tak bisa membantu. Dhita bercerita bahwa kasus itu sudah masuk ke milis BB Indonesia. Dan, menurut dia, ternyata banyak anggota milis yang pernah mengalami kasus yang sama.

Setelah membaca uneg-uneg itu, saya jadi mikir, siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus ini? Operator (XL)? RIM? Pedagang? Atau kita sebagai konsumen?

Seorang kawan berpendapat, RIM dan para operator yang menyediakan layanan BlackBerry (XL, Indosat, Telkomsel) mestinya tak boleh lepas tangan begitu saja. Perusahaan Kanada itu, juga tiga mitranya di Indonesia, seharusnya ikut bertanggung jawab dengan memberikan edukasi pada konsumennya.

Salah satu bentuk tanggung jawab itu, misalnya, dengan memasang pengumuman di media massa atau situs web mengenai masalah PIN dan IMEI. Apa kaitan PIN dan IMEI bagi pemanfaatan fasilitas dan layanan BlackBerry? Apa konsekuensi membeli BlackBerry di pasar gelap?

Barangkali juga akan lebih baik seandainya RIM menunjuk distributor atau pedagang resmi produknya dan mengumumkan bahwa pembelian di luar yang resmi akan menimbulkan konsekuensi tertentu. Intinya, edukasi konsumen.

Saya kira pendapat itu ada benarnya. Pengguna BlackBerry di Indonesia sudah puluhan ribu, mungkin ratusan ribu. Dan tentu akan terus bertambah. Tanpa edukasi yang cukup, konsumen berada di posisi yang tak menguntungkan dan lemah. Kalau ada kasus seperti yang dialami Dhita, mereka tak tahu harus mengadu ke siapa lagi jika operator pun ternyata tak kuasa menolong.

Edukasi konsumen saya kira tak sulit dilakukan mengingat RIM sudah menyewa perusahaan konsultan kehumasan di Indonesia. Tapi ke mana mereka dan apa yang mereka lakukan ketika konsumen seperti Dhita mendapatkan masalah dengan BlackBerry yang dibelinya secara sah?

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean juga mengalami masalah yang sama dengan Dhita?

Iklan

Tagged: , , ,

§ 140 Responses to BlackBerry Pecas Ndahe

  • edy berkata:

    kayanya sempet dibahas masalah blekberi bm yg emang ada kemungkinan untuk ngalamin seperti itu. dan katanya lebih baik beli yg paket gitu supaya lancar jaya. ntah ya, saya bukan pengguna blekberi sih 😛 lebih baik bayar sedikit lebih mahal daripada mesti bermasalah di kemudian hari kan?

  • cK berkata:

    saya gak pake blekberi, saya pake nokia!

    *udah 4 tahun gak ganti hengpon karena masih baik-baik saja*

  • konsumen sebaiknya juga berhati-hati, ya Ndoro. soalnya penipu ada dimana-mana..

  • bodrox berkata:

    Malah saya pikir pemilik jasa layanan/produk yang mesti lebih berhati-hati terhadap kualitas. Lha jejaring sosial selain bisa bangun brand juga bisa ngeruntuhin brand dengan cepat juga. kalao ada masalah dan gak puas sama suatu produk curhat aja… di blog :p

  • epat berkata:

    sepakat ndoro….
    mana ini lembaga pembela konsumen ituh…

  • Chic berkata:

    itu bukan masalah BB-nya beli BM atau beli resmi di operator Ndoro..

    BB itu barang unik. 1 BB hanya punya satu imei dan satu pin. Tidak ada satu pun BB di dunia ini yang imei dan pin nya sama. Nah ini yang luput dari konsumen sekarang. Bahwa imei dan Pin BB itu harus sama antara di dalam handheld, di belakang baterei dan di kotak. Kalo itu aman, mau beli BM pun semestinya ndak ada masalah.

    Nah di Endonesah ini – ini fakta yang paling menyedihkan – ada aja manusia yang tega berbuat curang dengan mengcloning Pin dan imei milik BB orang ke BB lainnya dengan tujuan BB yang tadinya mati bisa idup lagi. BB double ini lah yang kemudian di suspend sama RIM. Karena Pin cloning adalaha illegal. RIM mengharamkan itu. Sayangnya endonesah terlambat mengadopsi aturan main ini. Jadinya Pin clonning sangat marak dan merajalela akhir-akhir ini.

    • mbelGedez™ berkata:

      .
      Setuju sama Chic…

      Makanya saat sayah di Ambassador ditawarin BB Bold seken baru 2 bulan pake dengan harga lebih murah 1.5 jeti pun, mesti mikir seribu kali. Soale, server BB mengelola sendiri data-data yang masuk. Kalo ketauan PIN nya palesu, maka tinggal menunggu waktu ajah BB kita di blokir sama RIM.

      Woke lah. Kita konsumen emang suka nyari yang murah. Maka ke Roxy pun dijabanin. Tapi buat temen-temen sadarin, Roxy adalah “gudangnya” barang ajaib. Jadi kalo emang udah brani mbeli barang “unique” macem BB yang sifatnya komunitas, sebaeknya ke operator aja deh. Jadi, ada tempat yang jelas untuk ngomel kalo BB kita bermasalah, sekalipun operator kalo keabisan stock ngambilnya ke grosir Roxy…

  • yurika berkata:

    sy termasuk korban. baru tau kemarin. pihak BB baru mengadakan upgrade IMEI asli pada tgl 9 lalu. yup. 50% lebih BB di indonesia adalah BM. tidaaaakkkk…semua pihak lepas tangan. di satu sisi saya senang dengan sistem pengaman BB, namun saya-pun merasa dirugikan dengan sangat. namun tak ada solusi untuk kasus ini. menurut pihak XL, BB mengambil sikap ini setelah mereka mendapatkan data bahwa Indonesia merupakan negara nomer 1 di dunia yang membajak BB. oh indonesia…habis kataku untukmu…

  • tontowi berkata:

    wah baru tahu kl bb bm ada kasus seperti ini. trs mesti diapain ya bb bold si dhita itu ? apa ganti operator aja kali ya 😀

    • mbelGedez™ berkata:

      .
      Mas Tontowi kayaknya belom paham.

      BB ituh ada PIN khusus untuk meng akses server nya RIM di Kanada sonoh (untuk pengamanan keluar masuknya data). Yang terjadi adalah, PIN inih di kloning dengan banyak BB.
      Saat inih pihak BB Kanada sanah meng up grade PIN. Maka otomatis, BB dengan PIN palesu akan keblokir…

  • Obi-Wan berkata:

    Saya masih puas dengan Sony Ericsson S700i. Keypad-nya lebih user-friendly untuk jempol yang kegedean kalo dibuat ngetik pake BB. 😀

  • Agus berkata:

    @Chic, bener banget 🙂
    harus cek imei di ketiga tempat tersebut. Kalo beli BM, minta juga ke sellernya garansi untuk cek PIN dan IT Policy handset tersebut.

    DUlu pas saya masukin berkoper koper, belum ada fenomena PIN clonengan. Sekarang emang udah edan dunia ini hahaha

  • DV berkata:

    Tipikal!
    Untuk di sini ndak terdengar kasus kayak gitu.
    Kalopun ada tinggal di sue dan siap2 panen duit.
    Gimana dgn layanan BB operator lain? Belum tersingkap? Lebih bagus atau jgn2 ini black champaign aja?
    Huhuhu 🙂

  • Merahitam berkata:

    Untunglah, belum jadi-jadi beli blekberi karena ndak punya uangnya. Dan SE saya masih bisa digunakan dengan baik. Buat Dhita, turut berbelasungkawa. Kayaknya konsumen di negeri kita masih lemah posisinya. 😦

  • Darmawan berkata:

    membeli ponsel memang harus cek dan ricek dl kalau membeli, yg garansi resmi saja sering eror apalagi yg bm. dikembalikan aja ke penjualnya, tp harus dengan konfrontasi juga 😀

  • nonadita berkata:

    Alhamdulillah BB (gratisan)ku aseli 😀

    Wah kalo gini ceritanya ngenes amat ya, BB Bold mahal gitu lho… Kalaupun RIM membuka cabang di sini dan pengguna claim ke mereka, apa RIM bisa mengganti produknya? Kemungkinan nggak ya…

    Pas banget baru kemarin ada temen SMS:
    “Mau nggak BB Curve 8310 BM, 3.1 juta. Kalau mau, japri ya”. Heuheu… beli resmi aja belum ada jaminan, apalagi yang BM. Owh… Indonesia Indonesia, di mana konsumen mendapat perlindungan yang sesuai ya? +_+

  • fahmi! berkata:

    ganti nexian aja, murah, hehe :mrgreen:

  • Silly berkata:

    Makanya aku ndak pernah mau kalo ditawari Blekberi ndoro, takutnya BM 😆

  • dita_dimari berkata:

    bener kata chic… mau BM maupun aseli yang penting no IMEI sama PIN harus sama depan belakang, eh maksudnya yg di hendheld sama belakang kotak harus sama… kalo itu udah beda, mau semurah atau semahal apapun harganya mending gag usah beli…

    toh kita udah tau tabiat orang endonehsia bagaimana, jadi lebih baik sedia payung sebelum ujang… teliti sebelum membeli… daripada mangkel sesudah nya… 🙂

  • papadoh berkata:

    eh
    kalau beli di HARTONO ELEKTRONIKA gimana ya?
    wadoooh udah harus cicil 12x lagi. kalo BBnya mati masak cicilannya dibayar?

  • bangsari berkata:

    ganti kalkulator wae lah…

  • Keyno berkata:

    Ini yang saya takutkan dari membeli BB.

    Terus terang saja memang lebih baik membeli BB paketan, tapi XL membandrol harga yg cukup mahal.

    Saya masih ambigu dengan BM atau nggak.

    Ada yg punya kasus beda lagi.
    Beliau beli BB originil dari SGP, nah selama di SGP tentu saja asilitas netnya gratis dunks,, nah kemudian dia balik ke Indo dan pakai sim XL, dah beberapa bulan bisa, gak taunya mengalami kejadian yg sama dengan diatas (mbak dhita).

    XL ngakunya itu BM, tapi tentu saja seorang temen ngotot itu tidak BM!

    Yang jadi pertanyaan saya adalah, bagaimana kriteria BM itu tadi.
    Apa karena belinya di SGP lantas masuk Indonesia menjadi BM?

    Pusing kan.

    Walau agak sedikit lebih mahal, saya sih menyarankan (kalau emang gadget mania yang punya uang kelenbihan sih) untuk membeli iphone saja. Gak terlalu ruwet.

    Klo mau murah disarankan beli ny di Sgp. 🙂

    • Agus berkata:

      BM gak BM, yg penting PIN ga suspend dan Imei cocok 🙂

    • njepret berkata:

      jangan2 sebentar lagi di indunesa iphone juga jadi barang BM ato aspal gitu????
      owwhhhh … mengerikan ……
      sekalipun fungsi kameranya tidak seelok hp pinter yg lain, saya tetep cinta smartphone-ku yang ireng ngganteng dan tentu saja aseli ini!

  • hedi berkata:

    Di Indonesia, Lembaga Konsumen memang lemah dan konsumen juga ga punya kesadaran tinggi yang seragam.

  • Rina Dewanti berkata:

    Saya pilih thornberry aja deh …

  • didut berkata:

    *masih elus elus nokia jadul*

  • Kombor berkata:

    Perasaan pas ngelamar Xplor nyang dicatet cuma PIN. IMEI nggak dicatet.

    Kasus di atas adalah kasus BM. BB di Indonesia selain yang BM juga banyak yang unlock. BB dari manca negara yang dipaket dengan operator di sononya di-unlock sehingga bisa dipakai di Indonesia dengan operator lokal yang menyediakan BIS. Nah, yang unlock itu bagaimana? Apa ada pemakai BB unlock yang mengalami hal yang sama, BB tiba-tiba mati dan nggak bisa dipakai?

    Saya pakai BB jadul, 8707 yang nggak disediain OS paling baru (4.5). Pakai indosat oke. Pakai XL yang masalah. Bukan tiba-tiba mati melainkan di rumah saya sinyal XL tempo-tempo nyambung tempo-tempo putus. Banyakan nggak dapet sinyalnya daripada dapetnya.

    Beli BB paketan operator harganya ngudubilah setan. Makanya orang banyak yang beli BM atau unlock. Yah… kalau kepaksanya dapat PIN dan IMEI kloning, itu namanya nasib. Cumak, kalau beli harga resmi dapat barang BM atau kloningan, yang jualan mestinya yang harus tanggung jawab.

  • paijos berkata:

    waduh, ngga jadi ah saya beli BB. ternyta marak juga. Dan kayaknya semua barang di Indonesia dah pasti ada bajakannya. Bulan lalu saya ditawari BB seharga 800rb. What !!!???? ga percaya aku sambil geleng2 kepala.
    kemudian dia bilang, minimal pembelian 20 biji. gubrak !!!

  • galihsatria berkata:

    Ndak punya blackberry ki sanak :mrgreen:

  • leksa berkata:

    walah,..
    bukan salah barang BM yg masuk seenaknya,.
    tapi pasar BM nya jg bagus di Indo,..

    Banyak loe Ndor yang make blackberry, tp ga butuh ngenet mereka…
    cuma biar gaya..

  • andrias ekoyuono berkata:

    Gak bisa BB messenger ? Nexiaannnn deh loe 🙂

  • mas stein berkata:

    saya masih blom mampu beli blekberi ndoro. tapi menarik komen mbak chic, saya jadi punya pengetahuan baru. kira-kira itu berlaku sama di HP biasa gak?

  • Rusa Bawean™ berkata:

    koq bisa negitu sih
    miris juga memebaca curhatan mbak dita
    🙂

  • rouf berkata:

    hehehe…. BB. belom terjamah. dg henpon yg udh bisa motret oks, udh sujud syukur.

    internet, ktr ngasih ampe turah2… :p

    btw, suwun utk crita2 menariknya, Mas!

    salam montong! 😀

  • Dimas berkata:

    *was-was sewaswasnya sekarang sambil menatap BB BMku*

  • yoyok berkata:

    nyicil laptop aja belum lunas mosok mau blakberian .. hiks hiks, curcol

    ~proletar nggaya

  • Zam berkata:

    pertama adalah kewaspadaan konsumen. beli BB, harus dicek PIN dan IMEI apakah cocok dengan di firmware ama body. kalo ditawari BB murah, harus waspada. Emang harganya jauh lebih murah, tapi kalo gak bisa dipake (karena PIN dan IMEI diblokir) buat apa? cuma buat gaya doank.

    kedua, anehnya, sebelum itu mati, layanan BIS dari XL bisa jalan. kok tiba-tiba bisa mati, itu yg harus diselidiki. kenapa sebelumnya bisa, dengan kenyataan IMEI dan PIN tidak cocok itu? suatu keanehan.

  • grubik berkata:

    saya ndak punya blekberi, ndor…

  • widi hermansyah berkata:

    wah .. saya belum punya BB.. belum ada duit buat belinya Ndoro..

  • ekaria27 berkata:

    Untung gak pake BB walopun sempet tergoda juga. Tapi mengenai edukasi konsumen, saya setuju sekali !
    Jangan hanya kewajiban yg di tuntut dari konsumen, namun hak perlu dijelaskan juga.

    • missmaharrani berkata:

      moga-moga hukum akal-akalan bin tipu nya RIM, operator, pedagang atau siapa pun itu bisa sembuh. jadi konsumen nggak rugi-rugi amat. *sigh*

  • mastongki berkata:

    ditelepon PR RIM? 😀
    diapain aja, Ndor?

  • Yahya Kurniawan berkata:

    Untung saya ndak pake blekberi

  • borsalino berkata:

    sampai hari ini, saya masih belum menemukan kelebihan BlackBerry yang membuat saya harus meninggalkan BenQ-Siemens S81.

  • dilla berkata:

    Ndak pengen blekberi juga sih.. *elus elus E71*

  • Budi Putra berkata:

    Saya kira XL bisa bantu dengan cara mengupdate IMEI Dhita (karena Dhita adalah pelanggan pascabayar) yang ada sekarang ke sistem mereka. Simpel kan?

    Soal BM atau tidak, tidak relevan. Sebagian besar BlackBerry (BB) yang beredar di Indonesia adalah BM. Lagipula, BB memang menggunakan mekanisme pasar terbuka (tidak dilocked). Artinya, begitu kita beli BB di Singapore misalnya, kita bisa langsung menggunakannya begitu sampai di Indonesia. Cuma, yang bisa dinikmati barulah GPRS-nya saja. Untuk menikmati layanan push-mail, chat dll yang unlimitted itu, perlu diaktifkan BIS (BlackBerry Internet System)-nya lewat operator.

    Jadi mau dibeli di mana saja mestinya tidak masalah. Ini terbukti dengan fenomena sejumlah operator BB di Indonesia juga menawarkan layanan prabayar BB. Bukankah ini untuk melayani BB yang dibeli di mana saja, tanpa melalui operator yang bersangkutan?

    Selain soal IMEI dan PIN, operator BB mestinya juga melakukan sosialisasi dan edukasi soal BIS maupun penggunaan GPRS biasa (jadi tidak ada yang merasa tertipu saat menerima billing). Misalnya, tolong diinformasikan apakah client seperti Viigo atau TwitterBerry udah masuk paket BIS atau GPRS biasa? Ini perlu diinfo ke konsumen.

    Pertumbuhan penggunaan BB yang cukup signifikan di Indonesia mestinya juga diiringi dengan program edukasi yang jelas. Bagaimanapun, konsumen, tetaplah raja.

    • Yoki berkata:

      Quote: ..Lagipula, BB memang menggunakan mekanisme pasar terbuka (tidak dilocked). Artinya, begitu kita beli BB di Singapore misalnya, kita bisa langsung menggunakannya begitu sampai di Indonesia..

      Tergantung untuk pasar mana, sepengetahuan saya untuk di US hampir semua cellphone device di locked dan di jual oleh operator, makanya terkesan harganya murah bahkan bisa gratis!, untuk Bold saja di bandrol cuma $299 , tapi jangan salah harga tersebut untuk 2 tahun kontrak berlangganan. Kalaupun ada yang di unlocked, tetap atas nama operator, jadi jarang sekali istilah BM. Semua device yang di beli dalam keadaan 100% sealed, jadi resiko device bodong terhadap konsumen kecil sekali, bahkan tidak ada.

      Kalau di sini? terkadang konsumen harganya pengen murah, semurah-murahnya tapi mengkesampingkan kualitas. Mementingkan gaya juga sudah menjadi perilaku yang kurang bijak, yang penting gaya masalah teknis gimana ntar :P. Walhasil bertebaranlah barang bodong, kalau sayah mah lebih baik beli di authorized reseller, meski harga memang premium, daripada resiko dapet barang bodong?….

    • yoyok berkata:

      IMEI bisa diupdate ? diganti gitu ? anu, bukannya itu kayak semacam -kalo di ethernet- MAC Address ? berarti bongkar BB ? nda ngerti…

  • ha embuh berkata:

    Satu lagi daftar panjang penderitaan dan ketertindasan konsumen dari berbakai produk dan jasa …

  • Pitra berkata:

    ndoro kalo dikasih BB baru oleh RIM gara2 ini, saya terima warisan ndoro yg lama ya.. 😀

  • nunu berkata:

    Mbok pd sebelum komen nanya dulu ama yg tau..jd ndak pada salah sangka.

    Udah bener tuh yg ngmg diatas:

    1. Itu pin cloning, krn bb itu controled devices dan closed system, handset punya identitas diluar imei ada pin. Ini ada alogaritmanya. Jd tidak bisa asal ganti. Its ILEGAL.kalo pdgng ngeganti pin, itu tindakan ilegal. Kasus ini marak di china,sgp dan indonesia. Selama bukan garansi operator dan beli dr trusted seller, ada kemungkinan bisa kena pin cloning.

    2.Provider gak bisa ngontrol bb dr mana krn mrk pun tergantung ama RIM yg punya server, yep semua bb diseluruh dunia terkonek ke server RIM, itu gunanya pin dan imei.rim yg punya wewenang buat matiin bb. Bukan operator.

    3. RIM sudah aware kasus bb cloning di indonesia dan mrk sedang bersih2 pin cloning ini, jadi ya resiko beli di pedagang yg gak spesial bb gt..bangkai BB mati dihidupin lagi. Itu pin cloning.

    4. Kalo punya bb mbok ikut milis bb kayak id-bb apa indonesia-blackberry.

    5. Cmn BB di indonesia yg penggunanya non bisnis..buat YM, BBM ama facebook.

    Saran buat dita: balikin ke yg jual, blow up di media, sebelum komplen nanya dulu deh..krn komplennya salah alamat..hihihi sori ndorokakung

    • mbelGedez™ berkata:

      .
      Benul banged situh Nu….

      Inget selalu, BB adalah suatu “komunitas”. Komunitas yang dikelola RIM Kanada. PIN ituh gunanya untuk keamanan keluar masuknya data di server nya RIM…. 😉

  • Indrayana MB. berkata:

    Yup…

    Masih setia dengan Nokia pisang dan Ericsson R360…

  • Embun berkata:

    Balik maning ke SE R320 dan Nokia 5110

  • aerapiangin berkata:

    ora duwe BB…:D

  • iniDanoe berkata:

    [berdoa] smoga masalahna cepat trselesaikan. Maaph., gk bs bantu slain doa 😦

  • rian berkata:

    ya teliti sebelum membeli, kalo udah diteliti waktu beli, mungkin kamux keseringan pake…..maklum baru sih wkwkwkwkwk

  • meneerjulie berkata:

    Saya mengalami masalah dengan BB sejak awal, Ndoro… yaitu tidak mampu membeli… Lha mahal je… Hihihihi… Cukuplah saya puas berada di jalur lambat dengan hape genggam apa adanya…

    Pisss…

  • awik berkata:

    kalau dari awal niatnya mau gaya2an ya gpp lho sekalipun BB nya rusak, yang penting kan poenya BB.. sambil duduk2 di fudcrot bisa pura2 sok ngeBlekberi.. *dipentungin mbak Dhita

  • Kenapa juga ya barang semahal itu bisa begitu???
    kartu garansinya nga berfungsi???

  • RIAN-BOCAHEDAH berkata:

    YA NAMAN EDAN YA BANTING AJA WONG SUDAH RUSAK WKWKWKWKWK

  • Hoek Soegirang berkata:

    Eniwei, saia juga was-was sangadh mu beli hengpong, soale juga banyak sangadh hengpong yang ndak cuma BM, tafi juga aspal gitu…(berita basbang sih…..)
    tafi kalo BB yang BM, ya itu uda farah sangadh. Sekelas BB gituuu….
    ah ya, saia juga cuma bisa mimfi buat bisa megang BB.
    *clingak-clinguk nyari temen yang uda megeng BB*

  • Ramya Prajna berkata:

    Abis baca posting ini langsung mikir dan agak panik. Masalahnya kantor baru aja beli beberapa Bb. Kan nggak lucu kalo tiba2 semua *pett!!!* mati.

    Langsung check IMEI & PIN di software dan crosscheck dengan yang di handheld bagian belakang. Alhamdulillah sih sama. Tapi trus mikir, yang ada di belakang handheld itu kan cuman sticker. Mudah banget untuk di tempel ulang. Apalagi yang dikotak nya.
    Jadi setelah Bb di clonning IMEI & PIN tinggal bikin sticker dong untuk ditempel di handheld, abis itu cetak kardus nya sendiri.
    Mungkin emang proses ‘penipuan’ nya lebih detail dan took effort. Tapi ya sesuatu yang dikerjain dengan sungguh-sungguh pasti mendatangkan hasil 😉

    Di sisi lain, kalo RIM punya distributor resmi (3 operator itu) outlet nya juga tidak terpublikasi dengan baik. Beli nya dimana? Di kantor mereka? Di support nya yang ada di mall? dimana?
    Beli handphone kan kalo nggak di mall ya di ITC. Hehehehe.

  • adhit berkata:

    saia turut prihatin atas kasus yang menimpa mbak Dhita…
    internetan dilaptop aja pake modem… malah lebih aman ..gak pake RIM2an hehe

  • Rystiono berkata:

    Untung saya ndak punya BB ndoro…

    BB itu racun…hwakakakaka… *ditampar* *bilang aja ndak mampu beli*

  • diazhandsome berkata:

    untung aja hape gw Nokia. pake kartu Three… jarang ngadat tuh. lagian gw gak banyak kerjaan amet yang mengharuskan pake BB…

    BB kan kayak komputer berjalan yang super kecil. 😀

  • emier2308 berkata:

    Blackberry? Apaan tuh? Gw taunya Blackforest :D…wkwkwkw..
    Boong deng..yah menurut gw sih kalo ditanya siapa yang salah dan menyalahkan itu gak bakal menyelesaikan masalah. Ada pihak yang harusnya ngalah, entah itu XL, RIM, atau penjualnya yang mau menanggung atau konsumennya yang ikhlas karena udah kena tipu..anggep aja amal. Toh kalo cepet diikhlaskan rejeki juga gak bakal kemana-mana. Last but not least, langsung pasang di media cetak juga, biar pihak2 terkait gak diem aja..

    Salam.. ^^

  • mesin kasir berkata:

    Buah apa lagi tuh baru yah? seperti Strawberry bukan?

  • edratna berkata:

    Saya tak punya pengalaman dengan BB. Teman2 sudah mendorong terus untuk beli BB, tapi saya pikir dengan pekerjaanku sekarang, maka hape biasapun sudah cukup, toh saya lebih banyak kerja di rumah, hanya sesekali meeting, dan mengajar, di rumah Jakarta maupun Bandung udah ada koneksi internet 24 jam (lumayan juga bayar langganannya, tapi lumayan cepat…..asal kalau hujan petir harus berhenti dan di cabut kabelnya).

    Duhh Dita, semoga cepat selesai ya masalahnya.

  • wahyu hidayat berkata:

    wuihh…turut bersimpati buat mbak dita dan semua sahabat yang memiliki masalah yang sama. umm..kalo kaya gini gimana kalo ke YLKI…mana tau da solusinya. Dulu sempet tergoda juga buat beli BB..tapi malah nyangkut ke dopod..mudah-mudahan ga tersangkut masalah serupa

  • omiyan berkata:

    ya makin kesini keuntungan diatas segala-galanya masalah barang bagus apa ga resmi pa ga itu urusan nanti

  • sofwan.kalipaksi berkata:

    udah ada apa blom ya, pengacara khusus nanganin kasus-kasus beginian?
    pengacara khusus koruptor dah ada; khusus bangkrut membangkrutkan juga ada; khusus selebritis apa lagi?

    masalahnya, kalo’ pun ada, mau ndak dibayar murah sama YLKI, misalnya?

    sepertinya, dengan semakin marak kasus “penipuan” (dengan tanda petik ya, ndor), YLBHI atau YLKI dan para pengacara harus mulai susun strategi clash action, supaya ada push sedikit ke kalangan operator, penjual handphone (BB) hingga siapa saja yang berpotensi atau patut diduga dengan sengaja merugikan konsumen.

    kisanak, apakah di antara kalian ada pengacara yang siap membantu ndoro kakung menuntut merek? 😀 😀

  • elexyoben berkata:

    Garuk-garuk kepala….

    (Jadi beli gak ya….?)

  • samawabalong berkata:

    Masalahnya para pedagang pinter dan tau bener tipikal konsumen Indonesia: “Biar BM yang penting gaya dulu, ketauan bo’ongnya, belakangan urusannya…”
    BTW, kalo ada yang merasa malu pake BB yang BM, boleh kirim ke saya…

  • rondo royal berkata:

    Soal BB tho…

    Dulu aku tertarik buat beli BB ini (cuma biar bisa online terus di travian world hehehehe…) eh temenku yg anti BB bilang, “ih, lu kaya pe*** yg di mangga besar ajeh….semua pake BB”

    walhasil skrg aku masih ngga punya BB dan jadi tambah ngga pengen….

  • ian berkata:

    emank harus teliti sbelum membeli 😛

  • hanny berkata:

    @chika: saya juga ga pake BB, pake nokia juga 😀

  • iip berkata:

    wah, untung belum jadi beli…
    masih muahal euy…gprs masih oke koq

  • radityo berkata:

    Lucu-lucu ya komentarnya

  • ahahaha.. untung saya rakyat jelata, blum mampu buat beli kayak ginian.

    om..tulisan anda sangat menarik. Saya meminta ijin untuk melakukan hal kopas di:
    http://muse.rytx.biz/forum/showthread.php?t=337

  • -em berkata:

    Saya lebih suka Blueberry (cake) dari pada Blackberry kisanak 😀

  • Omtri berkata:

    BB? XL? IMEI? PIN? BM? SE? BBM? GPRS? YLKI? YLBHI? RIM? Pusiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing……………… Sama-sama pake singkatan, aku masih pake ZTE…..

  • adiandra van kolen berkata:

    kunjungi blogku, ada kumpulan software dan antivirus gratis

  • adiandra van kolen berkata:

    kunjungi blogku untuk mendownload video wulan guritno dan ananda mikola

    halah, kok malah jualan di sini to mas …

  • sof berkata:

    aku orang kampoeng gak ngerti backberry…

  • Admin berkata:

    info bagus ndoro…untung ga beli BB…

    salam

  • dsusetyo berkata:

    Nasihat Lembaga Konsumen: Konsumen hati-hati. Teliti sebelum membeli.
    Pasar Inonesia memang paling “menggiurkan” untuk dikibuli!

    Banyak yang ditawarkan, pilih sesuai kemampuan..he he 😉

  • hendito berkata:

    perlu ada regulasi neh dari pemerintah … atau ada pihak BRTI disini??

    mbok ya Bleberi itu jual bebas, ga pake aja bundle operator segala yang muahall …

    PIN suspend dan IT Policy paling sering didunia bleberi BM ….

    emang-nya kalo dijual ga bundle ama operator kaga laku?

    *untung masih pake hape jadul … tit-tit henponku berbunyi

  • Dab Penyo berkata:

    Daripada pecas ndahe mikir BB BM, mending makan buah berry wae…..

  • ndoro, kalo sampe RIM nunjuk distributor resmi, nanti kaya’ iphone dong. dibundling gituh..
    emang sih, rada ribet. tapi, menurut saya sih, yang paling tanggung jawab harusnya XL dong. secara, kan mereka yang bawa ke indonesia

  • sutedjo berkata:

    wah…solusinya cuma satu…gunakan hanya barang resmi bergaransi dari agen yang authorized…

  • Reita Sitanala berkata:

    Mas Wicaksono,sebagai PR agency-nya RIM tentunya ini merupakan challenges yang kami hadapi dengan setiap client kami. Tidak semua plan yang kami ajukan langsung mendapat persetujuan untuk diimplementasikan. Namun, fyi: RIM sudah mulai melakukan edukasi pada konsumen melalui iklan di Harian Kompas beberapa kali setelah peluncuran BlackBerry Storm di Indonesia. Iklannya menyatakan bahwa BlackBerry devices dapat dibeli di authorized carriers yang menjadi mitra RIM, yaitu: Indosat, Telkomsel dan XL (bacanya Koran Tempo sih, ya??!! hehehehe…). Keluhan Dhita dan masih banyak orang yang tidak beruntung seperti Dhita pun sudah lama kami pantau dan informasikan pada RIM. Makanya muncul iklan edukasi di Harian Kompas tersebut, sehingga orang bisa lebih teliti dalam membeli. Ditunggu juga deh program-program selanjutnya… Saran kami untuk seluruh komunitas bloggers dan masyarakat pada umumnya, kalau ingin membeli BlackBerry silahkan beli dari ketiga operator yang telah ditunjuk secara resmi menjadi mitra RIM di Indonesia. Jangan sampai terkecohkan lagi, ya… PEACE! Salam, Reita Sitanala – LUCID Communications.

  • DollarHunter berkata:

    Untungnya gak punya BB T_T

  • danpz berkata:

    saya mau tanya bagaimana dengan blackberry yang dibeli dari perusahaan x dimana telah membayar pajak postel. apakah ini termasuk kategory BM? dan juga bagaimana untuk melakukan checking pin dan imei ?
    thanks

  • automatic berkata:

    harus diakui, BB bukan sekedar smartphone biasa. saya baru convert dari pengguna sejati SonEr dan akhirnya 2 bulan lalu memutuskan untuk membeli BB curve 8320 yg BM. kondisi barang saat diterima dan keanehan2nya:
    box sdh terbuka, casingnya warna merah ada tulisan T mobile tapi waktu start up keluar gambarnya vodafone, semua kelengkapan ada…, buku, sarung, earphone, kabel data, chargernya dpt chargeran BOLD, dan CD softwarenya kok isinya film??!!… langsung lapor dan dikasih CD software yang baru… langsung register indosat blackberry on demand… aman dan tentram ber BB sampai saat ini.. komunikasi kerjaan dan fun lancar selancar lancarnya! nomer PIN di status pada saat aktif dan stiker di dekat batre pun sama jadi so far sepertinya belum pernah menemukan masalah apa2 selama ini….. tapi ada 1 hal aneh yang sedikit mengganjal yaitu PIN BB saya kepala 4, sedangkan sepertinya semua PIN BB teman2 saya umumnya berkepala 2!!?? memang si penjual pernah bilang ini barang BM-14 hari, yang saya jg tidak jelas maksudnya apa.
    untungnya saya beli dari seorang teman yg punya toko di Roxy, dia berani memberi jaminan selama setahun bahwa BB yg dijual itu bukan kloningan, kalau suatu saat suspend pun bisa diganti yang baru!…. tapiiii….. apa yang akan terjadi kalau operasi sapu jagadnya RIM ini terjadi setelah lebih dari 1 tahun masa jaminan teman saya??

    ikutan was was deh… =(

  • dave berkata:

    caveat emptor…. buyer beware!

  • kenyo berkata:

    wah masih pake telepon umum coin depan musholla

  • detnot berkata:

    untung gk punya BB
    *siul2

  • Heru berkata:

    saya baru dua hari membeli BB garansi resmi Indosat…memang lebih mahal sekitar 1 jutaan dibanding yg BM.Pertimbangan saya ya supaya lebih aman………tetapi ketika mau saya register ternyata PIN saya sudah dikloning,jadinya kaga bisa dipake apa apa,bisanya cuma telp dan sms doang…sudah saya komplainkan ke indosat sih,katanya disuruh menunggu dan akan diproses….entah kapan bisa beres…saya mau minta tuker unit baru mereka tidak mau…Kalau sudah begini,siapa lagi yang bisa kita percaya?apa gunanya beli yang resmi kalo yang resmi juga begini??

  • HasruL berkata:

    roda kehidupan pun berputar….
    yang namanya nasib kadang di atas kadang dibawah….
    siapa tahu natar di atas? 😕

  • hendro berkata:

    jadi “moral of the story”: beli BB pada operator karena bagaimanapun Operator yang memiliki lisensi dari RIM untuk mendistribusikan BB bukan begitu?

    Inilah hebatnya negara kita selalu punya model bisnis yang unik dan berbeda… Operator bundling BB tapi kenapa bisa BB bukan dari operator… cheers!

  • Heru berkata:

    Kabar baik,akhirnya bb saya yang bermasalah pin nya ditukerin baru.salut buat indosat yang cepat tanggap dan akhirnya mendukung saya untuk menukarkan dengan unit baru kepada toko reseller indosat meski harus otot2an dulu di tokonya dan harus nunggu 4jam.bahkan ketika pihak toko menjanjikan ditukar dalam waktu 1-2hari dan saya disuruh pulang,saya nggak mau dan ngotot minta hari itu juga ditukernya.akhirnya setelah nunggu 4jam dan melalui proses ribet akhirnya bbku diganti baru hehehehe. Agak rumit karena timer di bb nya udah jalan krn udah pernah saya pake telp

  • dianaSS berkata:

    memang hidup penuh cobaan.sabar….

  • bima berkata:

    untung ga pny BB…. Kemahalannnn >,<

  • Joni berkata:

    BB mahal!!…
    Ribet lagi….
    mending pake nokia E63, gunakan aja aplikasi system SEVEN. Gak kalah tuh push emailnya kek BB, iloveu E63 🙂

  • maria berkata:

    wkwkwkwkwk… nda jadi ganti BB ahhh… ribet… pusyingg… klo mw konek inet, mending pke notebook ma inet broadband ajah… udah layar gede, aman, nyaman… harganya juga jatohnya sama… emang lebih ribet coz nenteng2 laptop… tapi kan ada yg enteng n layarnya kecil tuh…

  • […] terjadi kasus — misalnya seperti dilansir oleh Ndoro Kakung beberapa waktu lalu — RIM tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena dia tidak punya wewenang […]

  • febri berkata:

    saya dari batam.tau ndiri kan gimana disini.BB baru bisa dapet dgn harga 2,5 jt..
    kemaren ditawarin…tp untunglah setelah baca di net ga jadi beli.soale maassih ragu.
    sampai kapan masalah ini selesai..?

  • Nggarangan berkata:

    secara keseluruhan bb itu bisa maksimal buat orang2 yang dalam pekrjaanya mempergunakan fasilitas email,internet 24 jam sehari dan sehari dia menerima 50 email.TAPI kalo pake cuman buat kirim email ngerumpi,atw pacaran sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang buangeeeeeeeeeetttttttttttttttttt.lagian kalo di jakarta diantara 10 orang beli bb yang bener2 bisa memaksimalkan bb CUMAN 2 ORANG.belom lagi layanan operator amburadul. satu lagi yg masih menjadi pertanyaan gw kenapa bb harus upgrade dan upgrade lagi.trus bb tuh miskin koneksi,gw pernah punya kasus bb temen gw mo di backup ke pc tapi setelah kabelnya di colokin ga connect ke pc dan dicoba berulang2 masih ga bisa juga TAMATLAH RIWAYAT BB punya temenku setelah menuai banyak problem dibantinglah tuh bb hingga berkeping2 dan temenku blik lagi ke hp lamanya yg cuman bisa nelpon and sms

  • Nggarangan berkata:

    maaf lupa sebelomnya MOHON IJIN NULIS NDORO

  • bayu berkata:

    List Penipu Penjual Hape BM::
    1.Adi Wijaya : 08988991659 (kaki tangan Raditya)
    2.Eddy Gunawan : 08993471115
    (BIasanya Make Rekening Bukan Namanya Dia,
    Terkhir Make A/n: Cyndie Anjelina H, Rek Bank Permata No 410024070)
    3.Irwan : 0898972834
    (Make rekening Lippo Bank 54710170900)
    4.Satya Raditya Rantas : 081310200989
    (Ngakunya Dari Kasilog Bea dan Cukai Pelindo 4 Otorita Batam Dok C Lat 2,Nagoya Batam)
    (No rek Permata 4101209372)
    Mohon Berhati hati terhadap orang2 tersebut diatas..setelah kita transfer tiba2 mereka menghilang/tidak membalas telp kita/sms
    kalau sudah tertangkap mohon kabari saya di 081805695173/yudha..
    Tak bantuin nggebukin….

    • nana berkata:

      mas bayu.. itu ada nama nagoya batam? di fb ku ada yg nawarin bb BM murah bgt, namanya plaza nagoya batam, apa penipuan juga? thanx infonya..

  • dea berkata:

    system SEVEN nya bisa di download dimana ya? mohon bantuannya. makasi 🙂

  • Orangapa berkata:

    Ndoro..ndoroo…ndorooo…. mo nanya ni…..
    BB dengan pin dan imei….?
    Apa pula kloningan pin…?
    BB BM kloning PIN….?
    RIM ga ngurus BB BM di ndosiyah…?
    Ndoro kakung…. kayaknya si RIM atai REM aau RIEM atau REIM itu memang dah bener geraknya. Dianya kan mau jualan barang yang mahal, biar yang beli tu orang-orang barduwit. Dan umum orang barduwit di sini tu suibuk suibuk, banyak urusan gitu. Jadi menurut REM kalo si kongsumen mo ngikut si REM bakalan ketolong, ga usah sibuk sibuk ngurus BB palagi yang BM, karana si REM ga jual BB yang BM. Jadi kalolah ada yang jual BB yang BM bisa diharapkan kagak ada bakalan nyang ngurus… Karana si REM kan sudah bilang kagak bakal jual BB yang BM… Jadi kalo ad yang keplosot beli BB yang BM… ya pasti bukan dagangan si REM, melainkan dagangan para sudagar yang lagi nganggur, makanya sempat-sempatnya mengklonang-kloning begitu banyak PIN dan EMIE… (menurut yang dah tahu).
    Apa bukan begitu ndoro….?
    Mohon arahan ndoro, mo jalan gak tau arah…. Biar sampai ke tujuan yang dituju
    Ato kalo ndoro kagak suka… mohon pencerahan pada hamba yang lagi kegulitaan ini…biar bisa jalan menuju tempat yang terang dan kehabisan gelap….
    Nuwun ndoro kakung… sugeng dalu….

  • ari berkata:

    sabar aja ndrooo
    dari pada kejadian mau jual aja ah bold qu
    3,7jt bu
    conp 081372277549
    di jamin no cloningan
    thanks yo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading BlackBerry Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: