Aplikasi Pecas Ndahe

Mei 16, 2011 § 46 Komentar

Pada sebuah malam yang riuh, seorang kawan tiba-tiba memamerkan BlackBerry miliknya.

“Sudah pernah lihat ini belum, Ndoro?” dia bertanya seraya menunjukkan sesuatu di layar.

BlackBerry app Ndoro Kakung

Lelaki itu Oon namanya, kepala pengembang aplikasi di TujuhLangit. Malam itu, di tengah berlangsungnya Obrolan Langsat, dia menunjukkan aplikasi BlackBerry khusus untuk saya. « Read the rest of this entry »

Iklan

Odin Pecas Ndahe

Juni 5, 2010 § 92 Komentar

Sudah lebih dari setahun @tikabanget memakai BlackBerry 9500 Storm sebagai alat komunikasi. Selama lebih dari 365 hari pulalah, narablog asal Yogya yang sekarang bekerja di Thinkweb itu nyaris tak pernah melepaskan peranti canggih buatan RIM, Kanada, itu. Ia memakainya untuk mengirim email, chatting, Twitter, dan sebagainya.

Tempo hari dia mengeluhkan kinerja perangkat canggihnya itu. Lalu uring-uringan sendiri. Mungkin karena Tika mulai bosan pada perangkat yang mulai ketinggalan zaman itu. Barangkali juga lantaran dia tergoda untuk pindah ke lain hati … eh, perangkat.

Selidik punya selidik, dari jejaring sosial terungkap bahwa dia tengah naksir dua BlackBerry mutakhir: 9550 alias Odin dan 9700 alias Onyx. Dia jatuh hati pada dua-duanya.

Maka, dara asli Yogya yang sekarang bekerja di Jakarta ini pun bingung memilih antara Onyx atau Odin. « Read the rest of this entry »

WP for BB Pecas Ndahe

Juli 9, 2009 § 54 Komentar

WordPress menyediakan aplikasi khusus untuk BlackBerry. Dengan aplikasi ini, sampean bisa mengelola blog yang memakai mesin WP melalui perangkat BlackBerry. Mau?

Pengumuman mengenai aplikasi WP untuk BlackBerry itu saya baca di sini. Karena tergoda, saya langsung mengunduh aplikasi itu dari sini.

Proses mengunduh dengan BlackBerry Curve berlangsung sekitar 5 menit melalui koneksi XL GPRS. Begitu proses selesai, di layar langsung muncul ikon WP yang legendaris itu. Beres? « Read the rest of this entry »

Ultimatum Pecas Ndahe

Juli 7, 2009 § 80 Komentar

Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM), terancam tak bisa menjual produknya lagi di Indonesia bila tak segera membuka layanan purnajual. Pemerintah mengultimatum waktu tenggatnya 15 Juli 2009.

stormInilah isu yang sedang hot di kalangan pengguna BlackBerry dan industri telekomunikasi. Seperti yang tertulis di situs Bisnis Indonesia, tersiar kabar bahwa Departemen Komunikasi dan Informasi memberikan tenggat hingga 15 Juli 2009 bagi Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, memenuhi kewajiban membuka layanan purnajual resmi di Indonesia.

Menurut Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Depkominfo, pembukaan layanan purnajual adalah kewajiban semua barang yang memiliki sertifikat B. RIM dan para importir BlackBerry harus bertanggung jawab atas layanannya sendiri.

Kami tunggu good will dari mereka, pembuktian bukan sekedar komitmen,” kata Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Depkominfo kepada Bisnis Indonesia.

Jika kewajiban itu tidak dipenuhi, seluruh perangkat BlackBerry baik model baru maupun model lama yang akan masuk ke Indonesia tidak akan memperoleh sertifikasi. Artinya, dianggap ilegal. « Read the rest of this entry »

BlackBerry Pecas Ndahe

Mei 13, 2009 § 140 Komentar

Seorang teman mengungkapkan kekesalan hatinya lalu menulis di halaman note di Facebook. Dia, namanya Anindhita Maharrani (Dhita), kesal karena BlackBerry miliknya tiba-tiba “ngadat” setelah tiga bulan dibeli di sebuah gerai di ITC Fatmawati, Jakarta Selatan.

Ngadat? Maksudnya? BlackBerry Bold milik Dhita itu tiba-tiba tak bisa dipakai untuk berselancar di jalur Internet, mengirim dan menerima e-mail, dan chatting via BlackBerry Messenger atau Yahoo! Messenger. Peranti mobile office itu hanya dapat dipakai untuk berhalo-halo dan bertukar sandek (SMS).

Ada apa gerangan?

Olala, beginilah rupanya kejadian yang menimpa Dhita. Supaya tak bias, saya kutip langsung kronologi kasusnya menjengkelkan itu, seperti yang ditulis di Facebook. Tentu saja atas izin Dhita. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with blackberry at Ndoro Kakung.