Apakah kita masih perlu media dan wartawan?

Desember 26, 2022 § 2 Komentar

Sejak mesin-mesin dengan kecerdasan buatan muncul, saya melihat ada beberapa profesi yang terdampak. Salah satunya adalah profesi wartawan.

AI memang belum tentu akan menggantikan total pekerjaan wartawan, tapi faktanya AI sudah mampu melakukan sebagian pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh wartawan, yaitu menulis artikel.

Mengapa profesi wartawan terdampak oleh kehadiran AI?

AI bisa kita tanya tentang sesuatu atau membuat artikel yang biasanya ditulis wartawan dan diterbitkan di media, utamanya media daring/online.

Lihat contoh tangkapan sebuah artikel di media berikut ini.

Versi lengkap jawaban AI (ChatGpt) adalah sebagai berikut:

Alpukat merupakan salah satu jenis buah yang kaya akan nutrisi dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Berikut ini beberapa khasiat alpukat:

  1. Mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi jantung: Alpukat mengandung lemak tak jenuh yang baik bagi jantung, seperti asam lemak omega-3 dan omega-6. Lemak tak jenuh dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.
  2. Kaya akan serat: Alpukat mengandung serat yang tinggi, yaitu sekitar 7 gram per 100 gram alpukat. Serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, mengontrol gula darah, dan meningkatkan kesehatan pencernaan.
  3. Kaya akan vitamin dan mineral: Alpukat mengandung vitamin C, E, K, dan B-kompleks, serta mineral seperti kalium, magnesium, dan fosfor. Vitamin C dan E adalah antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas, sedangkan kalium dapat menjaga tekanan darah tetap normal.
  4. Mengurangi risiko diabetes: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alpukat secara teratur dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan alpukat mengandung serat yang tinggi dan lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan.
  5. Mengurangi risiko kanker: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alpukat secara teratur dapat menurunkan risiko kanker, terutama kanker mulut, kerongkongan, dan paru-paru. Alpukat juga mengandung senyawa yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Lihat bagaimana AI mampu memproduksi tulisan yang serupa dengan artikel karya wartawan sebuah media daring. AI bahkan bekerja lebih cepat dalam menulis artikel daripada wartawan mana pun.

Memang hasil tulisan AI masih sangat umum dan terkesan sebagai “ringkasan Google.” Tapi bukankah kualitas tulisan wartawan zaman media daring pada umumnya tentang topik-topik umum juga seperti itu?

Sekarang mesin-mesin AI masih dalam tahap berlatih. Semakin lama, mereka tentu akan semakin pintar. Bagaimana media dan wartawan menghadapi tantangan dari AI? Apakah kita masih membutuhkan wartawan, membaca media, jika sebagian fungsi keduanya telah diambil alih oleh AI?

Silakan berkomentar.

Iklan

Tagged: , , , ,

§ 2 Responses to Apakah kita masih perlu media dan wartawan?

  • Beo berkata:

    Potensi AI menggantikan wartawan memang ada. Tapi saya kira itu masih akan sangat lama sekali ya.

  • Blogombal berkata:

    🙈🙈🙈
    ¬ Memang hasil tulisan AI masih sangat umum dan terkesan sebagai “ringkasan Google.” Tapi bukankah kualitas tulisan wartawan zaman media daring pada umumnya tentang topik-topik umum juga seperti itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Apakah kita masih perlu media dan wartawan? at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: