Awas, tidak semua media bisa dipercaya

Januari 22, 2023 § Tinggalkan komentar

Cerita hari ke-22.

“Kebohongan telah menyebar ke seluruh dunia, sedangkan kebenaran baru bersiap-siap pakai celana.”

Kalimat itu saya temukan dalam buku Bill Kovach dan Tom Rosentiel yang berjudul Blur: Bagaimana Mengetahui Kebenaran di Era Banjir Informasi.

Gara-gara kalimat itu, saya lalu teringat data Katadata Insight Center (KIC) di tahun 2020 menyebutkan bahwa 30% sampai hampir 60% orang Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi melalui dunia maya. Sementara hanya 21% sampai 36% saja yang mampu mengenali hoaks. Kebanyakan hoaks yang ditemukan terkait isu politik, kesehatan dan agama.

Buku Blur dan data Katadata menunjukkan betapa kebohongan menyebar di seluruh dunia melalui berbagai saluran media dan masyarakat yang mudah sekali dimakan misinformasi, disinformasi, dan hoaks, namun usaha menangani masalah ini sangat kurang, bahkan sudah terlambat.

Lantas apakah kita lalu diam saja?

Tentu saja tidak. Menurut Kovach, konsumen media mesti dibekali keterampilan (tradecraft) yang dia sebut sebagai cara skeptis untuk mengetahui (skeptic way to know).

Bersikap skeptis itu bisa dimulai dengan, misalnya, mempertanyakan apakah semua media layak dipercaya?

Menurut ChatGpt, tidak semua media dapat dipercaya. Beberapa media mungkin menyajikan informasi yang tidak akurat atau tidak objektif, atau disebarluaskan oleh pihak-pihak yang memiliki agenda tertentu.

Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi sumber informasi dan melakukan uji-silang (cross-checking) dengan sumber lain sebelum menerima atau menyebarluaskan informasi.

Ada beberapa cara untuk melakukan uji-silang, seperti mengecek dengan organisasi fact-checking, atau melakukan pencarian di mesin pencari untuk melihat apakah informasi yang sama muncul di sumber lain.

Bagi yang belum paham, fact-checking adalah proses untuk mengevaluasi keakuratan informasi yang diterima atau disebarluaskan. Ini dapat dilakukan oleh individu atau organisasi dan dapat mencakup berbagai jenis konten, seperti berita, iklan politik, dan posting di media sosial.

Proses verifikasi fakta meliputi beberapa langkah:

Identifikasi klaim yang ingin diperiksa.
Pencarian sumber yang dapat dipercaya untuk mengonfirmasi atau membantah klaim tersebut.

Analisis sumber yang ditemukan untuk menentukan keakuratan klaim.

Penilaian dari klaim yang diperiksa dan penyampaian hasilnya kepada audiens.
Proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik, seperti cross-checking dengan sumber lain, mengecek dengan organisasi fact-checking, atau melakukan pencarian di mesin pencari untuk melihat apakah informasi yang sama muncul di sumber lain.

Penting untuk diingat bahwa proses cek fakta tidak selalu memungkinkan untuk menemukan kebenaran absolut. Namun, itu dapat membantu untuk mengevaluasi keakuratan klaim dan menyediakan konteks yang lebih luas untuk memahami informasi yang tersedia.

Apa saja ciri-ciri media yang kredibel, Mat Cepot alias ChatGpt?

Objektif: Media yang kredibel menyajikan berita tanpa campur tangan subjektifitas dan tidak memihak pada suatu kelompok tertentu.

Akurat: Media yang kredibel menyajikan berita yang diakui kebenarannya oleh sumber yang terpercaya dan mengecek fakta-fakta sebelum menyajikannya.

Lengkap: Media yang kredibel menyajikan berita secara lengkap dan menyajikan berbagai sisi dari cerita yang sama.

Independen: Media yang kredibel tidak terkendali oleh pihak tertentu dan bebas dari tekanan politik atau ekonomi.

Transparan: Media yang kredibel mempublikasikan sumber berita dan metode yang digunakan dalam pembuatan berita.

Profesional: Media yang kredibel mengikuti standar etika jurnalistik dan mempekerjakan jurnalis yang berpengalaman dan terlatih.

Responsif: Media yang kredibel merespons dan memperbaiki kesalahan atau kurang akuratnya informasi yang diterbitkan.

Akuntabel: Media yang kredibel bertanggung jawab atas apa yang diterbitkan dan siap menjelaskan dan mempertanggungjawabkan informasi yang diterbitkan.

Beberapa saran untuk masyarakat agar tidak terjebak pada media yang tidak kredibel, antara lain:

Verifikasi sumber: pastikan untuk memverifikasi sumber berita sebelum mempercayainya. Cek apakah sumber berita tersebut diterbitkan oleh media yang kredibel dan apakah memiliki reputasi yang baik.

Cari berita dari sumber yang berbeda: jangan hanya mengandalkan satu sumber saja, cobalah untuk mencari berita dari sumber yang berbeda untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas dari suatu peristiwa.

Cek fakta: cek fakta-fakta dalam berita yang diterima, pastikan informasi yang diterima benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan percaya pada berita yang tidak jelas sumbernya: berita yang tidak jelas sumbernya atau tidak memiliki sumber yang dapat diidentifikasi, lebih baik di hindari, karena mungkin berita tersebut tidak valid atau hoaks.

Jangan mudah terpengaruh oleh berita yang menyesatkan: Berita yang menyesatkan atau tidak benar seringkali menggunakan emosi atau rasa ingin tahu untuk menarik perhatian, jangan mudah terpengaruh oleh berita yang seperti ini.

Jangan terlalu cepat untuk berbagi berita: Sebelum berbagi berita, pastikan untuk memverifikasi informasi dan sumber yang digunakan. Jangan berbagi berita yang tidak jelas sumbernya atau tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bagaimana membedakan berita hoaks dan berita valid, Pot?

Beberapa cara untuk membedakan berita hoaks dan berita valid antara lain:

Cek sumber berita: pastikan untuk memverifikasi sumber berita sebelum mempercayainya. Cek apakah sumber berita tersebut diterbitkan oleh media yang kredibel dan apakah memiliki reputasi yang baik.

Cek fakta-fakta: cek fakta-fakta dalam berita yang diterima, pastikan informasi yang diterima benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Cari berita dari sumber yang berbeda: jangan hanya mengandalkan satu sumber saja, cobalah untuk mencari berita dari sumber yang berbeda untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas dari suatu peristiwa.

Jangan mudah terpengaruh oleh berita yang menyesatkan: Berita yang menyesatkan atau tidak benar seringkali menggunakan emosi atau rasa ingin tahu untuk menarik perhatian, jangan mudah terpengaruh oleh berita yang seperti ini.

Periksa tata letak berita: berita hoax seringkali memiliki tata letak yang tidak profesional, seperti font yang tidak sesuai atau gambar yang tidak sesuai dengan teks.

Periksa tautan: pastikan untuk mengecek tautan yang digunakan dalam berita, karena berita hoaks sering kali menggunakan tautan yang mengarah ke situs yang tidak dapat dipercayai.

Periksa tanggal berita: pastikan untuk mengecek tanggal berita, karena berita hoaks sering menggunakan tanggal yang tidak sesuai dengan peristiwa yang dilaporkan.

Gunakan alat deteksi hoaks: Ada beberapa alat atau situs yang dapat digunakan untuk memverifikasi kebenaran suatu berita, seperti Snopes, Hoax-Slayer, FactCheck.org.

Sampai di sini paham penjelasan Mat Cepot, Kisanak?

Iklan

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Awas, tidak semua media bisa dipercaya at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: