Perhelatan Pecas Ndahe

Oktober 26, 2008 § 48 Komentar

Kabar yang ditunggu itu akhirnya keluar juga. Secara resmi telah diumumkan bahwa Pesta Blogger tahun ini akan digelar pada 22 November 2008 di Gedung BPPT Lantai III, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mohon maaf saya agak telat mengumumkan kabar ini lewat posting tertunda.

Pesta Blogger 2008

Pengumuman resmi itu disampaikan lewat konferensi pers di gedung BIP, Depkominfo, pada Rabu, 22 Oktober. Setelah acara konferensi pers tersebut, saya mendapat banyak pertanyaan mengenai kapan pendaftaran dibuka dan mengapa perhelatan akbar ini didukung oleh pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Lewat posting ini saya kabarkan bahwa pendaftaran PB08 memang belum dibuka. Tapi, seperti tahun lalu, tata cara pendaftaran akan diumumkan lewat blog Pesta Blogger. Jadi ikuti terus beritanya di sana.

Gratis? Tidak. Tahun ini panitia memungut biaya tanda masuk Rp 50 ribu. Saya berharap teman-teman tak terlalu keberatan dengan ongkos yang tak seberapa ini. « Read the rest of this entry »

Wetiga Pecas Ndahe

Oktober 26, 2008 § 31 Komentar

Makanlah dengan lauk lapar. Begitulah leluhur saya dulu pernah memberi nasihat. Bila kita lapar, makanan apa pun jadi terasa enak. Lalu berhentilah ketika kenyang. Makan dan minumlah secukupnya saja karena pada dasarnya kita makan itu sekadar menyambung hidup.

Bertahun-tahun kemudian, setelah saya sudah bisa mencari makan dan minum sendiri, saya mulai mengerti arti nasihat para tetua itu. Saya memahami filosofi tentang makan: bukan makanannya yang penting, melainkan untuk apa kita makan.

wetiga

Maka, Jumat malam lalu, di bawah langit mendung Jakarta, di tepian Jalan Langsat di kawasan Kebayoran Baru, saya pun menyantap makanan berteman rasa lapar di warung angkringan yang baru saja diresmikan: Warung Wedangan Wifi (aka wetiga) yang punya tagline “4 Sehat. 5 Sempurna. 6 Internet.” « Read the rest of this entry »

Slogan Pecas Ndahe

Oktober 22, 2008 § 94 Komentar

Jaringan pasar swayalan raksasa ini dulu punya tagline “Ke Carrefour Aja Ah.” Entah kenapa, mungkin karena menjelang pesta politik 2009, dia tiba-tiba mengubah slogan menjadi “Untuk Kita Bersama.”

carrefour rasa baru

Tentu saja kita bisa menduga dari mana asal slogan seperti itu, SBY dan JK, yang ketika berkampanye selalu mengusung tagline “Bersama Kita Bisa.”

Slogan itu kerap dipelesetkan oleh lawan-lawan politik dan media massa. Ada yang pernah menggantinya jadi “Bersama Kita (tak) Bisa”, “Tak Bersama pun Bisa”, dan sebagainya.

Terakhir, majalah Tempo membuat sampul depan bertuliskan “Bisa-bisa Kita tak Bersama” di edisi terbaru, Senin, 21 Oktober 2008.

cover tempo

Akankah slogan baru Carrefour juga akan dipelesetkan kelak?

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah melakukan sesuatu bersama sesiapa?

Tumpengan Pecas Ndahe

Oktober 20, 2008 § 123 Komentar

Mau kopdar? Makan-makan? Ngobrol asyik sampai pagi? Menggelandang bersama bintang-bintang dinihari?

***

Colonel Gembul melebarkan sayap bisnisnya. Setelah sukses dengan usaha warung ayam goreng krispi bermerek dagang Kentaki (kenyang tapi keki), Gembul kini membuka bisnis baru: Warung Wedangan Wifi (aka Angkringan).

Warung kampung kosmopolit WWW itu akan diresmikan Jumat, 24 Oktober, 2008, pukul WIB 20.00 di rumah persinggahan blogger Indonesia dagdigdug di Jalan Langsat 1/3A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (lihat peta). « Read the rest of this entry »

Cinta Pecas Ndahe

Oktober 18, 2008 § 62 Komentar

Pagi baru saja pergi dan siang datang membawa panas. Kabut lesap ditelan cahaya. Matahari Oktober memamerkan sinar yang berdenyar-denyar membakar kulit jangat.

Lelaki pecinta bumi dan bidadari senja menggelandang ke timur, menantang matahari. Tangan mereka saling menggenggam, bergandengan bagaikan bintang dan rembulan dan yang berdekatan di jantung rimba malam.

Sejak pertemuan dinihari yang menggetarkan itu, mereka tak pernah berpisah lagi. Seperti daun dan ranting. Seperti pelangi dan hujan. Seperti kemarau dan lengas. Bila hati saling bertaut, rindu yang ditabalkan berpendar-pendar. Udara wangi melati.

“Ceritakanlah kepadaku tentang cinta,” tiba-tiba bidadari senja berkata.

“Cinta? Aku tak tahu,” jawab lelaki pecinta bumi.

“Ayolah, kamu pasti bisa,” bidadari senja meminta.

Lelaki pecinta bumi terdiam. Sejenak kemudian dia teringat sebuah sajak kecil tentang cinta karya Sapardi.

mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu(mu) harus menjadi aku …

Cinta mungkin memang tak mudah. Barangkali ia juga bukan sesuatu yang final. « Read the rest of this entry »