Deface Pecas Ndahe
Juni 16, 2008 § 25 Komentar
Deface, crack, penyusupan, penyamunan digital, dan sebangsanya tampaknya memang aksi yang hebat dan bisa membuat orang berdecak kagum.
![]()
Tak jarang aksi itu bahkan memicu gelak tawa jika menyangkut orang yang sangat kita kenal. Apalagi bila aksi penyusupan digital itu dilakukan di situs-situs milik pemerintah atau lembaga resmi, seperti Komisi Pemilihan Umum, Jawa Timur.
Tapi, terus terang saya malah cemas melihat fenomena itu, apalagi frekuensinya kian sering belakangan ini. Saya khawatir aksi semacam ini akan menimbulkan dampak yang tak terduga, kontra produktif, dan membahayakan kebebasan hak publik mendapatkan informasi. « Read the rest of this entry »
Zamandita Pecas Ndahe
Juni 16, 2008 § 25 Komentar
Kenapa Kanda Zam dan Dinda Dita rebutan kamera? Entahlah. Mungkin mereka mau balapan memotret saya. Barangkali juga hanya aksi belaka.
Lihat saja foto-foto mereka lainnya di sini.
![]()
Lihat juga beberapa hasil rekaman kamera dari acara kopdar perpisahan Bung Fertob dan nonton pameran bareng di Festival Komputer Indonesia, Balai Sidang, Jakarta, kemarin, di blog sebelah. « Read the rest of this entry »
Father Pecas Ndahe
Juni 15, 2008 § 31 Komentar
Untuk sampean semua yang sudah menjadi bapak, juga para bapak di mana pun berada. Happy Father’s Day.
![]()
Pic taken from here.
>> Selamat hari Ahad, apakah sampean sudah salaman dengan Bapak hari ini?
Kebenaran Pecas Ndahe
Juni 12, 2008 § 31 Komentar
Jalan mencari kebenaran mungkin seperti mengupas kulit bawang, terbuka selapis demi selapis, dan makin lama semakin membuat pedih mata.
“International scientists said Tuesday they are almost certain a mud volcano that has displaced tens of thousands of villagers in central Indonesia was caused by faulty drilling of a gas exploration well — not an earthquake as claimed by the company…
Michael Manga, a University of California researcher who authored the part of the report on the quake’s impact, said while earthquakes can trigger eruptions, this one “was simply too small and too far away.”
Oalah, lumpur Lapindo …