Blogger Day Pecas Ndahe
Maret 31, 2008 § 54 Komentar
Biarpun sudah dituduh macam-macam — tukang tipu kek, kurang kerjaan kek, sukanya nge-hack kek — ternyata para blogger tetap eksis hingga detik ini. Tak peduli omongan pakar ini dan itu.
Dan ranah blog terus bergemuruh dengan kegiatan-kegiatan yang asyik. Setelah Pesta Blogger sukses tahun lalu, kali ini giliran British Council yang menggelar acara Blogger Day 2008.
Kapan? Di mana? Catat nih … « Read the rest of this entry »
Kontes Pecas Ndahe
Maret 31, 2008 § 19 Komentar
Sampean suka menulis tentang sepak bola? Kalau iya, ini ada kontes menulis yang diadakan blog Bola Nova. Kontes dibuka mulai 28 Maret – 15 Mei 2008.
Apa syarat-syaratnya?
Katanya sih, tidak ada persyaratan apapun. Pokoknya sampean tulis saja tentang sepak bola yang bagus. Kalau menarik dan pantas, Adiwirasta, penyelenggara kontes, akan memuat tulisan sampean di Bola Nova.
Penilaian? Terserah pemilik blog itu.
Hadiah?
>> Dua (2) orang pemenang pertama: uang Rp 50 ribu.
>> Dua (2) orang pemenang kedua: 1 buah majalah FourFourTwo Indonesia edisi Juni 2008.
Tulisan paling lambat harus sudah diterima pada 15 Mei 2008. Nama-nama pemenang akan diumumkan seminggu kemudian.
Silakan kirimkan tulisan sampean ke bolanova[at]bolanova.com atau adiwirasta[at]gmail.com. Semoga berhasil, Ki Sanak …
Lakonet Pecas Ndahe
Maret 29, 2008 § 28 Komentar
Siapa bilang blogger itu tukang tipu? Siapa bilang blogger itu hacker; blogger itu orang kurang kerjaan; blogger itu suka menyamun halaman situs orang dan mengintip gambar-gambar syur … ???

Barangsiapa masih memiliki imaji keliru tentang blog dan sosok blogger, silakan mampir ke Lakonet. Ini blog tentang kocap kacarita wayang ing babat blog. Halah. Blog apa ini? « Read the rest of this entry »
Kemelaratan Pecas Ndahe
Maret 28, 2008 § 22 Komentar
Hidup rupanya kian bikin lisut pinggang — dan absurd. Bacalah berita-berita dalam satu bulan terakhir ini, ibu-ibu membunuh anak kandungnya sendiri di Bekasi, Jawa Barat, dan Pekalongan, Jawa Tengah. Kasus serupa terjadi di Malang, Jawa Timur.
Ekonomi yang sulit, kemelaratan, kabarnya telah menjadi momok yang paling mencekam hingga membuat ibu-ibu itu mata gelap. Harga beras, minyak tanah, sembako, meroket. Penghasilan merosot tajam. Pengangguran keleleran di mana-mana. Para suami meninggalkan istri. Anak-anak teraniaya dalam belitan kemiskinan.
Ibu-ibu hidup penuh tekanan. Ketika pintu penahan tekanan jebol, akibatnya tak tertanggungkan lagi.
Lalu di manakah negara? Pemerintah? Dan kita? Bagaimana sebetulnya kita harus memberantas kemiskinan dan tekanan hidup? Perlukah kaum paria dilindungi?
Paklik Isnogud cuma geleng-geleng kepala ketika saya mengajaknya memikirkan soal ini. Berkali-kali ia mendesahkan napas panjangnya. Wajahnya keruh. Matanya redup. « Read the rest of this entry »
Klarifikasi Pecas Ndahe
Maret 27, 2008 § 67 Komentar
Setelah membuat dua posting tentang Roy Suryo dan membaca pernyataannya di beberapa media mengenai blogger dan ulahnya, saya lalu mengirim SMS ke yang bersangkutan untuk mendapatkan klarifikasi.
SMS saya kirimkan tadi malam, dan jawabannya baru masuk siang ini.
Saya: Numpang tanya, apakah benar kamu mengatakan blogger itu mendukung pornografi dan menolak UUITE?
RS: Aku emoh komentar plesetan macam itu. Terlalu banyak komentar [asli]-ku diplesetkan, ya oleh para blogger sendiri, kemudian diforward2. Blogger ‘gitu loh.
Saya: Oh ngono. Soalnya jelas tak semua blogger seperti yang kamu sebutkan. Ada blogger seperti Juwono Sudarsono, Yusril Ihza Mahendra, dsb yang mungkin menolak pornografi dan mendukung UUITE.
RS: Kalau tadi mendengarkan Elshinta (pagi jam 9-an), tentu akan faham bahwa memang ada Blogger positif dan negatif. Biasalah, dibuat issue, diplesetkan … 😦
Saya: Kosikik. Kalo dr siaran live interaktif, sbrp bnyk efek pelintiran dibnding wwcr yg ditranskrip ke teks? Aku ra nonton tv, shgg gak lht lsg ucpnmu? (note: pertanyaan ini titipan dari Paman Tyo)
Update:
Setelah menunggu sekian jam, SMS jawaban Roy datang pada pukul 17.15 waktu handphone saya.
Roy: Tengkyu, Dab. Tapi aku akan tetap mengkritisi Blogger, karena kenyataan itu. Soal ‘pelintiran’ atau pelesetan itu biasa dalam sebuah iklim Demokrasi, he 3x 😀
Saya: Tengkyu untuk apa?
Eh, rupanya ia tak menjawab.
UPDATE:
Pada pukul 18.31, Roy kembali mengirimkan SMS balasan. Isinya:
Tengkyu karena — meski berbeda pandang soal blog — suatu kehormatan Ndoro Kakung masih mau klarifikasi langsung ke aku, bukan spt yg lain, langsung melintir 😀
Giliran saya tak membalas SMS itu. Saya menganggap kasus ini selesai sampai di sini.

