Garuk Pecas Ndahe
Januari 18, 2008 § 35 Komentar
Gatal? Garuk, dong … Mosok dibiarin? Ndak peduli sampean itu siapa, laki-perempuan, cowok-cewek, seleb-bedes, pejabat-penjahat, kalau serangan gatal datang, hasrat menggaruk pun harus ditunaikan.

Nah, bagaimana kalau kuman gatal itu menyerang tempat-tempat tertentu, yang nyelempit dan nyempil, misalnya pantat?
Nah, ini mungkin akan jadi masalah. Apalagi kalau di tengah keramaian. Salah-salah sampean malah jadi obyek kamera blogger iseng, lantas di-posting.
>> Terima kasih untuk Daeng Amril yang sudah mengumpulkan dan mengirimkan foto-foto di atas.
Tamiang Pecas Ndahe
Januari 17, 2008 § 30 Komentar
Kerabat Pecas Ndahe
Januari 15, 2008 § 28 Komentar
Grafiti truk ternyata tak melulu lucu. Di Jogja, Annots yang anggota komunitas CahAndong itu malah menemukan grafiti yang agak-agak serem: krabat iblis.
Dia lalu berbaik hati mengirimkan fotonya ke saya lewat email. Begini katanya … « Read the rest of this entry »
Soeharto Pecas Ndahe
Januari 14, 2008 § 37 Komentar
Dari arsip lawas di sebuah situs di Belanda, saya menemukan karikatur [politik] tentang Soeharto ini.
Sayang sekali saya ndak tahu secuil pun tentang bahasa Belanda. Adakah di antara sampean yang bisa menterjemahkan kata-kata itu?
Siapa tahu karikatur yang dimuat di sebuah koran pada 1973 ini bisa jadi penanda, sebuah ingatan melawan lupa, tentang sejarah kita di masa lalu dan apa yang pernah dilakukan jenderal berbintang lima itu, dulu …
Mama Pecas Ndahe
Januari 9, 2008 § 39 Komentar
Grafiti truk selalu mengundang senyum, meskipun untuk memotretnya diperlukan sedikit aksi akrobatik keahlian, dan keberuntungan. Saya termasuk yang kerap beroleh keberuntungan itu, seperti ketika bertemu truk nggaya ini di jalan tol dalam kota Jakarta.

Rasanya lucu juga membaca kalimat, “Tak ada waktu buat mamah” [pakai “h”] ini. Ah, ini pasti karena mas sopirnya mencoba playing hard to get alias somse. Sebab, bukankah biasanya selalu ada waktu untuk mamah, terutama kalau malam? « Read the rest of this entry »


