Tempura Pecas Ndahe
Agustus 23, 2007 § 8 Komentar
ELEK NENG ECO | Para pedagang makanan keliling selalu punya kiat tersendiri agar mampu bertahan di tengah kompetisi yang ketat. Begitu juga pedagang tempura kelas kampung yang saya temukan di pusat grosir batik Pekalongan, Jawa Tengah, ini. Mungkin karena merasa kualitas dagangannya kalah jauh dibanding tempura bikinan resto/kafe Jepang elit di kota besar, penjual tempura keliling ini lalu menulisi gerobang dorongnya kalimat promosi: najan olo neng eco [biar jelek tapi enak]. Halah! Sing penting pe-de yo, Pak?
Nyali Pecas Ndahe
Agustus 19, 2007 § 20 Komentar
Di Lawang Sewu, Semarang, saya terima tantangan itu: uji nyali. Tentu saja siang hari Ki Sanak. Hehehe …

[lukisan kaca di ruang tengah Lawang Sewu – foto: ndoro kakung]
Saya ke sana Minggu siang ini bersama beberapa teman dari komunitas :wikimu. Semuanya para penikmat kenangan, baik yang berupa tempat maupun bangunan. Saya beruntung bisa menjadi bagian mereka. « Read the rest of this entry »
Digoda Pecas Ndahe
Agustus 19, 2007 § 9 Komentar
URUSAN SIAPA | Pelat nomor kendaraan kerap kali dimaksudkan pemiliknya, selain demi mematuhi peraturan lalu lintas, adalah untuk menarik perhatian orang lain. Bahwa sampean ndak tertarik itu urusan sampean, bukan urusan si pemilik kendaraan yang merasa DIGODA ini. Ah, urang Bandung memang ada-ada saja …
Stanza Pecas Ndahe
Agustus 17, 2007 § 28 Komentar
Kristina Pecas Ndahe
Juli 21, 2007 § 14 Komentar
Halah, sampean akhirnya mengikuti jejak yang lain. Kenapa, Nduk? Ya sudahlah … Mari kita nyanyikan sama-sama lagu Jeng KD itu:
Maafkan ku harus pergi
Ku tak suka dengan ini
Aku tak bodoh
Seperti kekasihmu yang lain
Terima kasih oh Tuhan
Tunjukkan siapa dia
Maaf kita putus
So thank you so much
Iām sorry good bye …
Uhui … š



