Padi Pecas Ndahe

September 5, 2008 § 63 Komentar

Jangan remehkan petani. Begitulah kira-kira pesan moral dari Purworejo. Gara-gara merasa tertipu oleh padi yang diklaim super unggul, para petani di sana protes.

kena batunya?

kena batunya?

Para petani itu sangat pantas melayangkan protes. Buat mereka, urusan padi [pangan] itu di atas segalanya. Mereka bersedia mengorbankan apa pun demi melindungi miliknya. Jadi jangan sampean tipu mereka!

Lagi pula, milih nama kok ya Super Toy — mengingatkan kita pada “toy-toy” yang lain. Halah. Apa ndak ada nama yang lebih bagus, yang hokinya gede gitu lo.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah menipu?

Cergamnista Pecas Ndahe

Agustus 23, 2008 § 49 Komentar

Jadi ini dia sambungan cergam dari blog Pakde Burung. Cergamnista ini sekadar catatan dari kisah yang tercecer dari acara peluncuran Cerpenista di Yogyakarta tempo hari.

« Read the rest of this entry »

DPR Pecas Ndahe

Agustus 19, 2008 § 47 Komentar

Berapa gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia? Apakah pendapatan mereka cukup layak untuk hidup atau terlalu kecil sehingga mereka harus mencari tambahan?

gaji anggota dpr
[sumber: ePaper Koran Tempo, edisi 19 Agustus 2008]

Layak dan tidak itu mungkin relatif, tergantung dari mana kita melihat. Yang jelas, menurut koran yang ringkas dan cergas itu, beginilah rincian uang yang masuk dan keluar dari kantong para wakil rakyat kita di Senayan. « Read the rest of this entry »

Ritual Pecas Ndahe

Agustus 14, 2008 § 45 Komentar

Apa yang dilakukan para bloggers ketika sedang beol melakukan ritual pagi hari? Apakah sama dari tahun ke tahun?

Ho-ho-ho … ternyata begini, Ki Sanak.

plurk

Gambar itu karya Imam Yunni, kartunis pabrik saya. Dia mengirimkan gambar di atas dengan catatan, “Untuk Ndoro Kakung yang sedang keranjingan plurk,” katanya.

Woh, rupanya dia suka mengintip saya. Hmm … owkey!

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apa yang sampean lakukan di toilet hari ini?

Tilang Pecas Ndahe

Agustus 11, 2008 § 57 Komentar

Jalan di depan rumah saya memang satu arah. Pengguna jalan hanya boleh melintas dari barat ke timur. Mereka yang melanggar, jika tepergok pak polisi, ya kena tilang.

tilang

Begitulah yang terjadi siang itu. Ketika sedang menanti taksi yang hendak membawa saya bandar udara, tiba-tiba sepasang polisi memepet pengendara sepeda motor persis di depan rumah saya. Polisi lalu meminta surat-surat si pengendara sepeda motor itu.

Apa kesalahan si pengendara motor? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Gambariana category at Ndoro Kakung.