Tilang Pecas Ndahe

Agustus 11, 2008 § 57 Komentar

Jalan di depan rumah saya memang satu arah. Pengguna jalan hanya boleh melintas dari barat ke timur. Mereka yang melanggar, jika tepergok pak polisi, ya kena tilang.

tilang

Begitulah yang terjadi siang itu. Ketika sedang menanti taksi yang hendak membawa saya bandar udara, tiba-tiba sepasang polisi memepet pengendara sepeda motor persis di depan rumah saya. Polisi lalu meminta surat-surat si pengendara sepeda motor itu.

Apa kesalahan si pengendara motor?

Rupanya dia melaju dari timur ke barat, alias melanggar aturan satu arah yang berlaku di jalan depan rumah saya.

Samar-sama saya mendengar percakapan antara polisi dan pengendara sepeda motor itu. Rupanya pengendara sepeda motor itu meminta maaf atas kesalahannya seraya menjelaskan bahwa dia sebetulnya warga di jalan itu.

Ajaib. Pak Polisi itu ternyata memaafkan dan membiarkan pengendara sepeda motor melanjutkan perjalanan tanpa kena tilang. Tak lupa polisi itu wanti-wanti agar pengendara sepeda motor hati-hati di jalan.

Dalam hati saya bertanya-tanya, mengapa pak polisi begitu baik hati? Apakah memang polisi di Yogyakarta pada umumnya baik? Apakah peraturan itu tak berlaku untuk warga setempat?

>> Selamat Senin malam, Ki Sanak. Apakah sampean pernah bertemu polisi yang baik hati?

Iklan

Tagged: , , , , ,

§ 57 Responses to Tilang Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tilang Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: