Piracy Pecas Ndahe
Mei 28, 2008 § 60 Komentar
Piracy, Mon? Ya, ya, ya … kali ini saya korbannya.
Komik strip itu dulu berasal dari posting berjudul Balada Pecas Ndahe, lalu tiba-tiba muncul di sebuah buku. Ini gambar perbandingan dari awal dan setelah jadi buku.
![]()
Ya sudahlah. Mau bilang apa?
Selangkangan Pecas Ndahe
Mei 19, 2008 § 81 Komentar
Skandal Yahya Zaini – Maria Eva kedua?
![]()
Mungkin iya.
Modusnya memang sama seperti yang dulu. Fotonya asli, bebas rekayasa digital. Orangnya saja yang berbeda. Mungkin ini sebuah serangan balik. « Read the rest of this entry »
Walkman Pecas Ndahe
Mei 12, 2008 § 39 Komentar
You are what you have. Harta menunjukkan siapa kita. Begitulah kira-kira pelajaran yang saya dapat dari isi laci saya di pabrik.
Gara-gara menjelang weekend kemarin bongkar-bongkar laci lemari di bawah meja kerja, saya malah menemukan barang-barang antik ini: Walkman Sony dan kaset-kaset lawas.
Kaset? Halah. Tuwek? Bukan. Ini tentang vintage, hihihihi …
![]()
Saya sendiri merasa sudah lama sekali saya ndak menengok laci itu karena jarang duduk di belakang meja kerja pabrik. Ternyata barang-barang itu masih rapi di tempatnya. Ckckck … « Read the rest of this entry »
Bill Gates Pecas Ndahe
Mei 9, 2008 § 46 Komentar
Chairman Microsoft Bill Gates memberikan kuliah umum kepada lebih dari 2.000 orang tadi pagi di Jakarta Convention Center. Ia bercerita macam-macam, tentang gemuruh kemajuan teknologi, kemilaunya era digital, kejayaan informasi garda depan, dan seterusnya.
Setelah itu, ia mengucapkan selamat tinggal pada peserta kuliah yang terdiri dari presiden, menteri, blogger, mahasiswa, usahawan, wartawan, juga … kemiskinan.
![]()
[foto dipinjam dari pelbagai sumber]
Sampai jumpa lagi, Tuan Gates. Semoga Anda tidur nyenyak dan mimpi indah dalam pelukan pundi-pundi dolar yang kian menggembung …
Ronaldo Pecas Ndahe
Mei 6, 2008 § 33 Komentar
Bintang sepakbola Brasil Ronaldo tertipu waria? Hahaha … Begitulah berita yang saya baca di Channel 4. Kasusnya ini terjadi pekan lalu, tapi agak luput dari perhatian saya.
Ceritanya, pada sebuah malam, setelah bersenang-senang di diskotik, Ronaldo menawar seseorang yang disangkanya pelacur. Setelah harga disepakati, mereka berdua menuju sebuah motel di Rio de Janeiro.
Siapa sangka, begitu sampai di motel, dia baru mengetahui bahwa si wanita itu ternyata jadi-jadian alias waria. Ronaldo berniat membatalkan niatnya, tapi si waria ngotot minta dibayar. Akhirnya mereka bersitegang dan melibatkan polisi.
Ronaldo bersedia tetap membayar si waria meski tak jadi “memakainya”. Tapi salah satu waria kemudian meminta uang US$ 30 ribu sebagai tutup mulut agar rahasia ini tak bocor ke media … dan para blogger, hihihihi … « Read the rest of this entry »