Tanah Pecas Ndahe

Mei 31, 2007 § 16 Komentar

Serombongan warga desa kemarin bentrok dengan prajurit Marinir di Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Peluru menyembur dari senapan serbu para prajurit dan penduduk desa pun tumbang.

Tragedi berdarah berlatarbelakang rebutan tanah garapan itu mengingatkan saya pada cerita Paklik Isnogud tentang Entong Gendut.

Menurut Paklik, lelaki pemberani itu warga Condet, Betawi. Dialah yang memimpin rakyat Condet melawan wedana dan mantri polisi karena ia sedih menyaksikan rumah petani dibakar habis oleh tuan tanah.

Itu terjadi di dasawarsa pertama abad ke-20, dan bukan dalam cerita lenong. Yang menceritakannya adalah ahli sejarah kita yang tersohor itu, Sartono Kartodirdjo, dalam bukunya Protest, Movements in Rural Java. « Read the rest of this entry »

3 Pecas Ndahe

Mei 30, 2007 § 28 Komentar

Pernah naik mobil sendiri dari Jakarta ke Yogya? Berapa lama sampean sampai di tujuan?

Yusuf dan Ambar butuh tiga hari.

Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh selama satu hari tersebut molor menjadi tiga hari karena mereka seringkali mengubah rencana perjalanan dengan berhenti dan menginap di beberapa tempat lain. Dalam perjalanan itulah terjadi beberapa kejadian menarik di antara mereka berdua terkait dengan budaya daerah yang mereka lewati, sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya — Ruang Film.

Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti) adalah tokoh dalam film 3 Hari untuk Selamanya yang sebentar lagi akan diputar di bioskop-bioskop. Ini film yang disutradarai oleh Riri Riza dan produsernya Mira Lesmana. « Read the rest of this entry »

Senin Pecas Ndahe

Mei 28, 2007 § 20 Komentar

Selamat hari Senin, Ki Sanak. Bagaimana kabar sampean hari ini? Kayaknya makin seger saja? Habis liburan ya? Habis gajian ya?

Apa? Sudah habis? Buat bayar utang?

Halah.

Yo wes, ndak apa-apa. Kerja lagi. Sebulan lagi kan gajian lagi toh? Ayo kerja, kerja, kerja … Jangan baca blog mulu.

Sampai jumpa di posting berikutnya ya … 😀

Jangan lupa, ayo nyanyi lagu ini dulu … « Read the rest of this entry »

Setahun Pecas Ndahe

Mei 27, 2007 § 14 Komentar

Malam ini saya kembali bersujud dan runduk mengenang bencana gempa bumi yang menghumbalang kota kelahiran saya, Yogyakarta, tepat setahun yang lalu.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Apa kabar yang di sana?

Saya ingat, beberapa jam setelah gempa itu mengguncang, dan setelah menelepon ibu di sana, saya membuat posting di blog yang lama, dan setetes cairan hangat mengalir jatuh di pipi …

Malam ini, ingatan saya melayang lagi ke ibu yang kian sepuh dan baru keluar dari rumah sakit itu, juga para korban gempa yang masih tinggal di tenda-tenda. Ah, Jogja … « Read the rest of this entry »

Pancasila Pecas Ndahe

Mei 25, 2007 § 25 Komentar

Suatu siang saat salat Jumat di sebuah masjid di Jakarta. Jemaah duduk bersila, rapi, dan tenang, mendengarkan khatib menyampaikan khotbah.

Khatib itu berkata, “Di Indonesia tidak akan terjadi korupsi bila semua orang sudah mengamalkan Pancasila. Di Indonesia tidak akan terjadi ketimpangan sosial bila semua kita sudah mempraktikkan Pancasila. Di Indonesia tidak akan terdapat kesewenang-wenangan bila setiap pemimpin sudah hidup dengan cara Pancasila … ”

Saya lihat jemaah mulai mengantuk. Matanya setengah terpejam. Kepalanya tertunduk, badannya membungkuk, makin lama makin berat ke bawah seolah hendak jatuh. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.