Gubernur Pecas Ndahe
Mei 24, 2007 § 17 Komentar
Wimar Witoelar mungkin memang layak masuk Museum Rekor Indonesia sebagai orang yang paling sering dibredel. Setelah acara Wimar’s World distop JakTV tempo hari, Wimar juga tak boleh tampil lagi dalam acara Gubernur Kita di stasiun yang sama mulai tadi malam.
Sampean bisa mengikuti cerita lengkap tentang bredel terakhir itu di blog Perspektif. Dan, sampean akan beroleh pengetahuan kenapa Wimar mesti out dari acara itu: ada seorang calon Gubernur Jakarta yang keberatan atas kehadiran Wimar sebagai panelis acara itu.
Aha, pemilihan kepala daerah DKI Jakarta rupanya semakin hangat. Para calon gubernur mulai menunjukkan taring dan kukunya. Wimar cuma salah satu korban perhelatan politik itu. « Read the rest of this entry »
Aktuil Pecas Ndahe
Mei 23, 2007 § 25 Komentar

Ia pernah menjadi lambang atau simbol status sosial di zamannya. Rasanya belum jadi anak gaul kalau ndak nenteng majalah ini. Pernah menjadi satu-satunya sumber informasi musik bagi anak muda. Tempat para artis [waktu itu istilah seleb belum umum] dan anak band nampang. Ya, dialah majalah Aktuil.
Anak lapanpuluhan dan sebelumnya pasti kenal majalah legendaris itu. Saya juga … Eh, lah kok ndilalah ada [lagi] yang berbaik hati ngasih saya film dokumenter tentang Aktuil. Ealah, hidup kok penuh tikungan mengejutkan … dan menyenangkan. « Read the rest of this entry »
Lengser Pecas Ndahe
Mei 21, 2007 § 16 Komentar
Seorang raja, pemimpin yang bertahan lama, melepaskan kekuasaannya. Hari ini, sembilan tahun yang lalu. Saya mengikuti perubahan sejarah itu melalui pesawat televisi di tengah sebuah kota kecil yang adem dan tenang di Jawa Tengah.
Saya ingat, hotel tempat saya menginap — bekas penjara di zaman kolonialisme Belanda — waktu itu cuma berisi beberapa tamu, kebanyakan orang asing. Sebagian besar tamu sudah check out beberapa hari sebelumnya atas permintaan kedutaan mereka masing-masing. Sebagian lagi memilih bertahan di hotel karena tak tahu harus ke mana. Transportasi susah dicari. Kalaupun ada bangku kosong, sopirnya tak berani melakukan perjalanan jauh.
TV berlayar lebar itu ada di lobi. Beberapa tamu ikut menonton sambil ngopi atau mengunyah cemilan. Tapi, semuanya diam, agak mencekam. Bartender pun hanya berdiri di balik meja bar sambil mengelap gelas. Matanya menatap TV. Di layar itu, sang pemimpin sepuh berpidato mengumumkan pengunduran dirinya di ruang utama Istana. « Read the rest of this entry »
Syair Pecas Ndahe
Mei 20, 2007 § 11 Komentar
setelah hujan reda
cemara berderai sampai jauh
terasa hari kian malam
ada beberapa dahan ditingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam …
[sebuah rekayasa bebas dari Derai-Derai Cemara karya Chairil Anwar … :D]
Sebelum sampean tanya dan menduga-duga, saya kasih tahu saja. Saya menulis posting ini ketika TransTV tengah memutar ulang film Ada Apa dengan Cinta? yang dibintangi Dian Sastro. Iya, Dian yang itu lo …
Dan, saya tertarik ketika ada adegan Dian tengah membaca buku kumpulan sajak Chairil Anwar, tak lama setelah hujan reda di pabrik saya.
Pilihan Pecas Ndahe
Mei 20, 2007 § 14 Komentar
a. Belajar atau bermain?
b. Pintar atau cerdas?
c. Manager atau leader?
d. Karyawan atau wirausahawan
e. Proses atau hasil?
Ya, ya, ya … saya tahu hari ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Tapi, saya ndak akan nulis tentang Boedi Oetomo, Dr Soetomo, dan para eks pelajar Stovia itu. Kenapa? « Read the rest of this entry »


