Kita pembuang atau penampung sampah di media sosial

Januari 14, 2020 § 3 Komentar

“Ada orang-orang yang belum tahu bahwa makanan bisa dimasukkan langsung ke mulut tanpa masuk Instastory dulu.” Demikian kalimat yang saya tulis sebagai status di akun Facebook saya. Kalimat yang sama juga saya kirim ke Twitter.

sampahmedsos.jpg

Teman, pengikut, dan warganet yang membaca kalimat itu kontan memberikan bermacam-macam respons. Ada yang menyatakan setuju, ada yang tertawa, ada pula yang merasa tersindir, lalu membalas dengan sinis. Padahal saya tak sedang menyindir siapa pun, melainkan hanya menangkap perilaku warganet secara umum demi konten di media sosial. Mengapa? « Read the rest of this entry »

Wajah BUMN di Era Disrupsi Ekonomi

November 26, 2019 § 4 Komentar

Mau servis sepeda motor, tapi tak punya uang? Mau utang lewat aplikasi pinjaman online (pinjol), tapi takut terjerat bunganya yang tinggi? Mau gadai barang, tapi malas atau malu antre ke kantor Pegadaian?

PTPosIndo.jpg

Jangan khawatir. Kalau sedang terdesak dan butuh dana segar untuk keperluan darurat, sekarang Anda bisa menggadaikan barang tanpa perlu repot datang langsung ke gerai PT Pegadaian (Persero). Gunakan saja layanan Gadai on Demand (GoD). Apa itu?

« Read the rest of this entry »

Jangan Gampang Ngegas di Media Sosial

Oktober 28, 2019 § 1 Komentar

Kawan saya, Iim Fahima Jachja, menulis status jenaka di Facebook. Status itu berdasarkan pengalaman pribadinya saat kongko di sebuah kedai kopi. Begini tulisannya:

likeFB.jpeg

Overheard di sebuah coffee shop, young couple lagi ngambek2an.

Cewe: Jadi apa maksudmu nge like dan komen ke semua postingannya?

Cowo: *muka shock keselek kopi. kayaknya ga nyangka bakal ditembak dengan pertanyaan ini*

Me on the corner: *Nahan ngakak* « Read the rest of this entry »

Cara Menjadi Freelancer yang Bermanfaat

September 29, 2019 § Tinggalkan komentar

Tahukah Anda, dari 129,36 juta orang yang bekerja di Indonesia, sekitar 5,89 juta (4,55 persen) merupakan pekerja freelance? Demikian data BPS per Mei 2019. Anda mungkin termasuk salah satu di antara mereka yang mencari penghasilan dengan menjadi freelancer atau pekerja paruh waktu.

freelance.jpeg

Jumlah pekerja freelance di Indonesia ternyata cenderung naik dari waktu ke waktu. Sebuah perusahaan penyedia jasa freelance di Indonesia, Sribulancer, mengaku merasakan peningkatan jumlah penawaran maupun permintaan akan kebutuhan freelancer mulai tahun 2014.

« Read the rest of this entry »

Pengalaman naik kereta di Sulawesi Selatan

Agustus 22, 2019 § 6 Komentar

Untuk pertama kalinya, saya naik kereta di Sulawesi Selatan, Rabu (21 Agustus 2019). Berangkat dari Tanete Rilau, kereta membawa saya ke Palanro di Kabupaten Barru. Di bawah teriknya matahari sore yang menyengat dan langit yang biru, kereta yang melaju seolah mengabarkan, inilah perkembangan terbaru proyek kereta Sulsel yang secara fisik mulai dikerjakan pada 2015.


Rangkaian kereta yang saya naiki terdiri dari dua gerbong khusus — berfungsi sebagai kereta inspeksi. Sebagai kereta inspeksi, tugasnya untuk melakukan uji coba jalur rel yang sudah terpasang. Kereta inspeksi ini berbeda dari kereta penumpang pada umumnya. Ia tak memakai lokomotif sebagai penarik, tapi memakai kereta berpenggerak. Mesinnya ada di gerbong. Di dalam gerbong ada tempat duduk sofa empuk berlapis kulit. Bahkan ada meeting room segala.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.