Kita pembuang atau penampung sampah di media sosial

Januari 14, 2020 § Tinggalkan komentar

“Ada orang-orang yang belum tahu bahwa makanan bisa dimasukkan langsung ke mulut tanpa masuk Instastory dulu.” Demikian kalimat yang saya tulis sebagai status di akun Facebook saya. Kalimat yang sama juga saya kirim ke Twitter.

sampahmedsos.jpg

Teman, pengikut, dan warganet yang membaca kalimat itu kontan memberikan bermacam-macam respons. Ada yang menyatakan setuju, ada yang tertawa, ada pula yang merasa tersindir, lalu membalas dengan sinis. Padahal saya tak sedang menyindir siapa pun, melainkan hanya menangkap perilaku warganet secara umum demi konten di media sosial. Mengapa?

Siapalah saya ini sampai berani mengatur perilaku warganet dan konten apa yang diunggah ke media sosial. Bisa-bisa malah dirisak oleh warganet. Karena, seperti cuitan akun Twitter @Hujandisenja ini, kita bebas mengirim konten apa pun ke media sosial, yang penting bahagia.

https://platform.twitter.com/widgets.js

“Orang mau posting vid tiktoknya, foto sama pacar, foto liburan, foto nikahan, foto makanan, foto karyanya, foto anjing/kucingnya, foto skincarenya dll yaudah biarin. Ga perlu ribet, bahagianya tiap org di sosmed beda2 krn ga semua harus selalu nurut kemauan anda :)”

Semua pengguna sosial memang berhak mengirim konten apa pun, asalkan bukan pornografi, kabar bohong, fitnah, dan hal-hal yang dilarang undang-undang. Yang penting bahagia. Jangan sampai salah kirim konten kalau tak mau tersandung masalah hukum.

Tentu saja tidak ada larangan kalau setiap hari Anda mengirim foto wajah sendiri ke media sosial, seperti Instagram. Kalau kebetulan cantik atau tampan, para pengikut akan mengaguminya. Seandainya wajah Anda terlihat tua dan menjengkelkan seperti saya, semoga tak ada yang kabur dan berhenti mengikuti.

Tak bakal ada juga yang melarang bila Anda setiap hari mengirim foto tempat liburan atau tempat jajan plus makanannya. Begitu pula jika Anda mengunggah aktivitas olahraga, misalnya lari 10K, bersepeda, angkat barbel di gim, atau berenang.

Ada begitu banyak alasan dan motivasi yang mendorong orang mengirimkan konten ke media sosial, mengunggah foto ke Instagram, atau video ke Youtube. Semuanya sah. Ini bukan soal salah atau benar.

Atas dasar alasan tertentu, ada orang-orang yang benar-benar memikirkan rencana konten yang akan diunggah. Mereka tak sembarangan menggugah foto. Setiap foto dipilah dan dipilih, melewati seleksi yang ketat, sebelum masuk ke feed.

Dengan penuh pertimbangan yang cermat, mereka memilih setiap foto bagaikan seorang koki memilih daging steik terbaik. Bahkan sebelum selembar potret dibuat, mereka lebih dulu memikirkan konsep, busana, properti, juga lokasi pemotretan.

Sebagian lainnya melakukan cara berbeda. Ada yang karena motivasinya hanya ingin berbagi kabar dengan keluarga, maka apa pun foto yang ada tentang dirinya pasti langsung diunggah. Tak ada pertimbangan teknis foto maupun estetika. Tak peduli feed-nya tertata rapi atau berantakan.

Terlihat juga orang-orang yang menjadikan Instagram sebagai etalase, rak dagangan. Maka dipajanglah wajah dan tubuhnya dalam berbagai gaya secara terus menerus — bagaikan dagangan yang membujuk kita.

Setiap hari ada jutaan konten diproduksi dan tersebar di media sosial oleh lebih dari 170 juta penggunanya di Indonesia. Saya penasaran, apakah semua konten, termasuk foto, itu bernilai dan berguna bagi orang lain? Jangan-jangan jumlah konten positif jauh lebih sedikit daripada konten sampah?

Pernahkah ada yang membatin, “Buat apa aku mencuit makian di Twitter? Bagaimana pendapat dan perasaan orang lain setelah melihat foto-fotoku di Instagram?”

Jangan-jangan kita semua, termasuk saya, adalah pembuang sekaligus penampung sampah di media sosial. Lantas apa masalahnya?

Sampeyan tak perlu menjawab, lebih baik simak twit yang bikin heboh pada malam itu

https://platform.twitter.com/widgets.js

Tagged: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kita pembuang atau penampung sampah di media sosial at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: