Kita pembuang atau penampung sampah di media sosial

Januari 14, 2020 § 1 Komentar

“Ada orang-orang yang belum tahu bahwa makanan bisa dimasukkan langsung ke mulut tanpa masuk Instastory dulu.” Demikian kalimat yang saya tulis sebagai status di akun Facebook saya. Kalimat yang sama juga saya kirim ke Twitter.

sampahmedsos.jpg

Teman, pengikut, dan warganet yang membaca kalimat itu kontan memberikan bermacam-macam respons. Ada yang menyatakan setuju, ada yang tertawa, ada pula yang merasa tersindir, lalu membalas dengan sinis. Padahal saya tak sedang menyindir siapa pun, melainkan hanya menangkap perilaku warganet secara umum demi konten di media sosial. Mengapa? « Read the rest of this entry »

Jangan Gampang Ngegas di Media Sosial

Oktober 28, 2019 § 1 Komentar

Kawan saya, Iim Fahima Jachja, menulis status jenaka di Facebook. Status itu berdasarkan pengalaman pribadinya saat kongko di sebuah kedai kopi. Begini tulisannya:

likeFB.jpeg

Overheard di sebuah coffee shop, young couple lagi ngambek2an.

Cewe: Jadi apa maksudmu nge like dan komen ke semua postingannya?

Cowo: *muka shock keselek kopi. kayaknya ga nyangka bakal ditembak dengan pertanyaan ini*

Me on the corner: *Nahan ngakak* « Read the rest of this entry »

Pedoman Pecas Ndahe

Februari 6, 2012 § 53 Komentar

Sejarah ditorehkan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2012. Dewan Pers dan komunitas pers hari itu mengesahkan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Pedoman itu menjadi panduan untuk seluruh pengelola media siber di Indonesia.

Penyusunan Pedoman ini, kata anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, untuk merespons perkembangan pesat media siber di Indonesia dan meningkatnya jumlah pengaduan terhadap media siber yang diterima Dewan Pers.

Adapun proses penyusunan Pedoman Pemberitaan Media Siber dimulai sejak tahun lalu. Saya juga sempat diundang satu kali dalam diskusi perumusan draft pedoman.

Dewan membuka peluang pedoman ini direvisi di masa mendatang karena media siber terus berkembang pesat. « Read the rest of this entry »

Panduan Pecas Ndahe

Oktober 21, 2011 § 84 Komentar

Penyanyi dan pemain sinetron Syaiful Jamil mengalami kecelakaan di jalan tol Cipularang, 3 September 2011. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri Saiful.

ethic, ethicsDalam tempo beberapa menit saja, kabar mengenai peristiwa nahas tersebut beredar cepat melalui Twitter. Lewat akunnya di Twitter, seorang wartawan bahkan mengirimkan twit berisi foto jenazah Virginia yang tergeletak di pinggir jalan.

Meski memancing keingintahuan khalayak, foto itu ternyata malah memicu kecaman para pengguna Twitter. Mereka menganggap menyebarkan foto jenazah merupakan tindakan yang tidak etis, tidak sensitif, dan melukai perasaan keluarga almarhumah. Sadar akan kesalahannya, si penyebar foto segera meminta maaf dan menghapus twit itu. « Read the rest of this entry »

Luna Maya Pecas Ndahe

Desember 17, 2009 § 167 Komentar

Twittermu harimaumu.

Pepatah plesetan ini rasa-rasanya sangat cocok untuk menggambarkan peristiwa yang menggegerkan media sosial pekan ini: Luna Maya (@lunmay) menghapus bilik kicauan digital pribadinya (Twitter).

Luna yang sampai saat terakhir memiliki lebih dari 125 ribu pengikut di Twitter itu terpaksa menghapus ruang kicauan digital pribadinya setelah mendapat kecaman dari delapan penjuru angin. Gara-garanya, ia memasang status berbunyi:

“Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…”

Entah kenapa Luna tiba-tiba menuliskan status dengan kalimat kasar seperti itu. Pasti ada sebabnya. Tapi khalayak seakan-akan tak peduli. Mereka justru langsung bereaksi. Sebagian mengecam kalimat sarkastis itu, sebagian lagi bersikap netral dengan menanyakan asal muasal perkara. Seseorang, misalnya, menyesalkan ucapan Luna yang kasar di ruang publik. Padahal sebagai tokoh publik, Luna mestinya pandai-pandai membawa diri dan menjaga citra. Bukan malah berbicara sembarangan seperti itu di ranah publik.

Karena mendapat banjir protes dan tak ingin memperkeruh persoalan, akhirnya Luna memperbaiki sikap. Ia memasang status terakhir berbunyi:

“Maaf yaa semua untuk twit yg gak penting itu,tp untuk yg mengerti makasih bgt,tp untuk yg gak ngerti jg maaf…”

Dan setelah itu, ruang kicauan digital Luna pun dihapus. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with etika at Ndoro Kakung.