Kita pembuang atau penampung sampah di media sosial

Januari 14, 2020 § Tinggalkan komentar

“Ada orang-orang yang belum tahu bahwa makanan bisa dimasukkan langsung ke mulut tanpa masuk Instastory dulu.” Demikian kalimat yang saya tulis sebagai status di akun Facebook saya. Kalimat yang sama juga saya kirim ke Twitter.

sampahmedsos.jpg

Teman, pengikut, dan warganet yang membaca kalimat itu kontan memberikan bermacam-macam respons. Ada yang menyatakan setuju, ada yang tertawa, ada pula yang merasa tersindir, lalu membalas dengan sinis. Padahal saya tak sedang menyindir siapa pun, melainkan hanya menangkap perilaku warganet secara umum demi konten di media sosial. Mengapa? « Read the rest of this entry »

Jangan Gampang Ngegas di Media Sosial

Oktober 28, 2019 § Tinggalkan komentar

Kawan saya, Iim Fahima Jachja, menulis status jenaka di Facebook. Status itu berdasarkan pengalaman pribadinya saat kongko di sebuah kedai kopi. Begini tulisannya:

likeFB.jpeg

Overheard di sebuah coffee shop, young couple lagi ngambek2an.

Cewe: Jadi apa maksudmu nge like dan komen ke semua postingannya?

Cowo: *muka shock keselek kopi. kayaknya ga nyangka bakal ditembak dengan pertanyaan ini*

Me on the corner: *Nahan ngakak* « Read the rest of this entry »

Kafe Pecas Ndahe

April 22, 2015 § 67 Komentar

Instagram bagaikan ruang pamer raksasa. Para pemilik akun ramai-ramai mengunggah aneka foto, termasuk foto makanan dan interior kafe. Peluang pemasaran baru?

Saya mendapatkan pemahaman itu setelah membaca tulisan di blog Truly Jogja. Dalam tulisan itu digambarkan bahwa ritual konsumen, khususnya anak muda, saat jajan di sebuah tempat makan telah berubah.

“Mau pakai stroberi gak?”

“Aku gak doyan stroberi, tapi bagus kalo difoto.

Yaudah pakai deh, nanti buat kamu ya?”

Begitulah cuplikan percakapan sepasang anak muda di sebuah kedai es campur, seperti dikutip oleh penulis, Nurlina Maharani, untuk menggambarkan perubahan ritual di rumah makan. « Read the rest of this entry »

AADC Pecas Ndahe

November 7, 2014 § 42 Komentar

Cinta belum habis dibicarakan. Muncul pertama kali pada 2002, film tentang remaja yang melejitkan nama Dian Sastro ini ternyata tetap ditunggu banyak penggemarnya.

Hari ini, sebuah jenama aplikasi obrolan singkat, Line, meluncurkan video kampanye berupa mini drama yang seolah-olah lanjutan film legendaris besutan sutradara Rudi Soedjarwo itu.

Sejak pagi video itu viral dan ramai dibincangkan di pelbagai media sosial. Dua kata kunci, Ada Apa dengan Cinta dan Rangga sempat menjadi trending topic di Twitter. « Read the rest of this entry »

Pujiono Pecas Ndahe

Mei 14, 2014 § 21 Komentar

Bagaimana trik menambah jumlah follower di Twitter? Bagaimana taktik memperbarui status secara rutin di Twitter?

Teman saya @pujionojs yang memiliki sekitar 11,9 ribu pengikut di Twitter berbagi kiatnya dalam video di bawah ini.

Wawancara dilakukan oleh @pgridho dan @MR_Alung
Semoga bermanfaat.

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean merasakan video di atas berguna?

Facebook Pecas Ndahe

Februari 4, 2014 § 20 Komentar

Facebook berubah jadi media? Begitulah kesan yang saya tangkap setelah jejaring sosial itu memperkenalkan aplikasi baru, Facebook Paper, pada Kamis pekan lalu.

facebook paper

Aplikasi yang untuk sementara hanya tersedia untuk iPhone itu disebut sebagai curated visual news reader. Ia bagaikan koleksi surat kabar daring. Dengan aplikasi tersebut, pengguna bisa membaca dan berbagi berita dari media tradisional seperti Time, New York Times, dan USA Today. « Read the rest of this entry »

Audi Pecas Ndahe

Mei 9, 2012 § 49 Komentar

Selembar foto bisa bercerita tentang banyak hal: Tentang keriangan daun-daun yang berguguran di musim panas; kesunyian sebuah tanah pertanian; kesejukan pagi di Taman Ayodya, kemuraman langit di atas Jakarta, kemarahan para buruh di jalanan, dan seterusnya.

Sehelai foto juga bisa menyingkap teka-teki romansa sepasang manusia yang selama ini ditutup rapat-rapat dan ditampik dengan berbagai dalih. Seperti foto di sebelah kiri ini.

Ia menjadi semacam bukti atas keriangan-keriangan kecil yang semula tabu untuk diungkap secara blak-blakan oleh pelakunya.

Gosip, pergunjingan tentang kisah cinta para pesohor, memang menarik perhatian khalayak. Apalagi bila dibumbui aroma perseteruan dengan orang ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Orang bisa menikmatinya seraya mengudap popcorn atau menyesap segelas kopi di warung angkringan. Seru dibicarakan, tapi juga mudah dilupakan. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with media sosial at Ndoro Kakung.