Bikers Pecas Ndahe
Januari 28, 2007 § 14 Komentar
Para pengendara sepeda motor menentang rencana pemerintah Jakarya melarang sepeda motor masuk jalan protokol: Sudirman dan M.H. Thamrin. Aturan itu dianggap diskriminatif dan memiskinkan masyarakat.
Para bikers yang tergabung dalam pelbagai perkumpulan itu lalu unjuk rasa, ramai-ramai berpawai sambil mengusung spanduk berisi kecaman terhadap larangan itu. Benarkah larangan itu diskriminatif? Bagaimana sebetulnya mengelola lalu lintas Jakarta yang semakin semrawut ini?
Saya tak tahu, tapi … Aha! Paklik Isnogud pasti punya dongeng yang inspiratif tentang lalu lintas yang kian kusut di Jakarta ini. Saya mau cari dia dulu. Apalagi sudah lebih dari sepekan saya tak bertemu dengannya. « Read the rest of this entry »
Kostum Pecas Ndahe
Januari 22, 2007 § 12 Komentar
Pernah salah kostum? Mengira cuaca bakal dingin, ternyata sumuk pol. Mengira perlu jaket tebal plus sweater, ternyata pakai celana pendek pun ndak apa-apa.
Lah ya itulah yang saya alami sekarang. Untung ndak ada yang tertawa. Untung, tampaknya ndak ada yang memperhatikan. Tapi tetap saja rasanya bagaimana gitu. Salah kostum membuat saya merasa wagu.
Padalah sebelum berangkat saya sudah ngecek situasi dan kondisi calon TKP via internet. Eh, rupanya meleset juga. Lain kali mungkin harus ngecek langsung kepada penduduk lokal ya? Sayang, saya belum kenal satu pun penduduk di sini.
Ada saran, apa yang harus saya lakukan dengan kostum-kostum yang salah itu, Ki Sanak? Sampean sendiri kalau pas “sal-tum” biasanya terus ngapain, sih?
Bengawan Pecas Ndahe
Januari 18, 2007 § 14 Komentar
Bengawan terjun ke kali mungkin sama absurdnya dengan apa yang digambarkan oleh pepatah Jawa, kebo nyusu gudel. Tapi, begitulah kejadian yang dialami rangkaian kereta api kelas ekonomi Bengawan, jurusan Solo-Jakarta, ketika terjungkal di sungai dan mengakibatkan lima penumpangnya tewas, Senin lalu.
Ini kecelakaan angkutan massal keempat dalam tempo sebulan, setelah kapal Tristar dan Senopati Nusantara, serta pesawat Adam Air. Jadi lengkap sudah lokasi bencana itu: laut, udara, dan darat. Tinggal kepolisian saja yang belum dapat giliran [ups!].
Masya Allah, musibah kok ndak berhenti-henti. Mungkinkah ada yang tak beres di negeri ini? Tapi, apanya yang tak beres ya? Siapa sih yang salah? Kendaraannya, penumpangnya, pengusahanya, ngaparat pemerintahnya, aturannya, alamnya, atau siapa? « Read the rest of this entry »
Trans Pecas Ndahe
Januari 17, 2007 § 21 Komentar
Di Jakarta, setidaknya ada tiga perusahaan yang memakai kata “trans”: Trans-TV, Trans-7, dan Transjakarta. Ada persamaan dan perbedaan di antara ketiganya? Apa saja?
Mari main tebak-tebakan. Apa beda antara TransTV, Trans-7, dan Transjakarta? Gampang, dua yang pertama nama stasiun televisi, dan yang disebut terakhir itu nama perusahaan pengelola busway.
Apa perbedaan logo ketiga Trans itu? Logo TransTV berlian segi empat warna biru. Trans-7 berlogo tulisan Trans-7 dalam kotak persegi panjang warna biru. Bus Transjakarta berlogo elang bondol, maskot kota Jakarta, menggenggam salak Condet — yang asem itu.
AC Pecas Ndahe
Januari 16, 2007 § 18 Komentar
Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, benarkah penyejuk ruangan (AC) bisa mematikan virus flu burung? Adakah landasan dan bukti ilmiahnya?
Jika benar, marilah kita ramai-ramai membeli alat itu, lalu memasangnya di rumah-rumah kita — berapa pun harganya.
Kalau salah dan ternyata virus flu burung tak mati-mati? Mari kita ramai-ramai boikot produk dan produsen AC itu. « Read the rest of this entry »



