Freehold Pecas Ndahe
November 24, 2006 § 2 Komentar
Namanya juga Freehold. Jadi boleh dong kalau dia memegang atau justru tak memegang apa-apa. Namanya juga “free”. Jadi bebas-bebas saja dia beli bubur ayam, kutang, atau pepesan kosong [baca: saham]. Sampean dilarang protes!
Begitulah Ki Sanak, pengetahuan yang saya peroleh dari ribut-ribut tentang penjualan saham PT Lapindo Brantas ke Freehold Group Limited. Sampean tentu tahu PT Lapindo Brantas, kan? Tapi sampean mungkin belum tahu Freehold itu perusahaan apa, alamatnya di mana, dan siapa pemiliknya, kan? Sama dong, saya juga ndak tahu, Ki Sanak …
Saya ndak tahu pasti apakah Freehold itu perusahaan yang benar-benar ada atau cuma perusahaan yang cuma nitip papan nama. Jangan-jangan, nama Freehold itu pun hanya sebuah lelucon? Apalagi, katanya, markasnya ada di British Virgin Islands — pulau perawan milik Inggris? « Read the rest of this entry »
Bencana Pecas Ndahe
November 24, 2006 § 1 Komentar
Pipa gas Pertamina di bawah lumpur PT Lapindo meledak. Tujuh orang meninggal karenanya, empat orang lagi hilang. Mungkin lebih. Apakah arti angka-angka ini, selain sebagai rekor kesedihan? Apalah arti statistik?
Bagi seorang komandan koramil, para lelaki yang terbaring hangus bersama rekan kerjanya, angka-angka itu berbicara dengan jangat yang terbakar. Ada napas yang dicekik asap, ada paru yang dirobek. Mereka telah memberikan suaranya dengan ajal, dalam suatu pemungutan pendapat untuk pembangunan tanggul penahan lumpur yang berubah menjadi bencana.
Tentang bencana, Paklik Isnogud pernah bercerita begini. “Dulu ya Mas, ketika Sodom berubah menjadi kota penuh kemaksiatan, Lut pun berdoa, ‘Tuhanku, tolonglah aku mengalahkan kaum yang berbuat kejahatan.’ Maka, suara gemuruh menimpa Kota Sodom pada waktu matahari terbit. Bumi terbalik, dan batu-batu keras turun bagaikan hujan. Sebuah bencana. « Read the rest of this entry »
Pos Pecas Ndahe
November 21, 2006 § 2 Komentar

Mungkin saya saja yang terlalu ndesit. Mungkin juga ini gara-gara zaman yang terlalu maju. Tapi yang jelas saya tetap takjub ketika tiba-tiba menemukan kartu pos seperti ini. Kok ya masih ada yang beginian ya di zaman serba digital ini?
Saya nyaris tak pernah ke kantor pos dalam lima tahun terakhir ini, apalagi berurusan dengan yang namanya benda-benda pos. Semua yang berkaitan dengan kertas pelan-pelan menghilang dan digantikan oleh yang serba digital [paperless]. Semua urusan surat-menyurat telah digantikan oleh surel (surat elektronik] atau sandek [pesan pendek]. Lah ini kok tiba-tiba saya menemukan produk dari kertas bin manual seperti ini. « Read the rest of this entry »
Helipad Pecas Ndahe
November 20, 2006 § Tinggalkan komentar
Setelah Bush pulang dan meninggalkan ribuan aparat keamanan yang kuyu. Setelah lampu-lampu Istana Bogor padam dan yang tersisa hanya piring dan gelas kotor. Setelah ribuan pengunjuk rasa pulang dan tidur di rumah masing-masing dalam kepenatan. Apa yang sampean peroleh Ki Sanak?
Buat saya, ada satu pelajaran penting dari kunjungan Bush yang singkat kemarin, yaitu tentang betapa pentingnya bersahabat dengan alam [bukan Alam yang penyanyi itu ya]. « Read the rest of this entry »
