Obama Pecas Ndahe

November 10, 2010 § 88 Komentar

Pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Balairung Universitas Indonesia begitu memukau ribuan orang. Ia bicara tentang kenangannya semasa tinggal di Indonesia, Jakarta yang berubah, demokrasi, dan sebagainya. Sesekali ia menyelipkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia, seperti, “Halo apa kabar? Pulang kampung nih.”

Ribuan orang yang mendengarkan pidatonya itu kontan memberikan tepuk tangan sambil berdiri. Saya ada di antara para undangan perhelatan yang riuh dan penuh kekaguman itu.

Berada di tengah baris keempat dari depan panggung, saya merasaka karisma dan aura yang luar biasa kuat pada sosok Obama. Terutama karena kata-katanya yang lugas, positif, dan penuh humor. « Read the rest of this entry »

101010 Pecas Ndahe

November 4, 2010 § 44 Komentar

Sore ini mendung tebal bergulung-gulung, menggantung seperti hendak runtuh, di atas Jakarta. Pemandangan seperti ini terasa begitu mencekam bagi sebagia warga Jakarta. Di benak mereka yang masih berada di jalanan, yang terbayang adalah hujan lebat dan kemacetan lalu lintas yang luar biasa.

Saya kebetulan tak punya rencana ke mana-mana sore ini. Selain khawatir terjebak macet, pekerjaan menumpuk-numpuk seakan tiada habisnya. Walhasil, saya memilih berkelana ke mayantara untuk mencari kabar dan informasi.

Dalam pengembaraan dari satu klik ke klik yang lain itu, tetikus saya mampir ke sebuah kata kunci: flashmob.

Saya penasaran. Tak banyak yang saya ketahui tentang kata ini. Dulu sempat mendengar, tapi tak banyak informasi yang melekat di ingatan. « Read the rest of this entry »

Amplop Pecas Ndahe

November 2, 2010 § 66 Komentar

Pada mulanya adalah sebuah amplop. Isinya undangan bertemu dengan sejumlah orang, para blogger, di sebuah kafe di Jakarta Selatan. Lalu ada pertemuan. Diskusi. Disusul sejumlah pertemuan dan diskusi lain.

Dari sepucuk amplop undangan pada suatu pagi yang cerah di tahun 2007 itulah lahir gagasan tentang Pesta Blogger. Selanjutnya adalah sejarah yang berulang setiap tahun.

Sabtu, 30 Oktober 2010, Pesta Blogger kembali berlangsung untuk keempat kalinya di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta. Sekitar 1.500 orang hadir di sana, saya salah satunya.

Tapi terlalu banyak peristiwa untuk ditulis. Terlalu sedikit untuk menangkap semua yang berkelebat cepat. Saya memilih melaporkannya lewat gambar hidup. Sebab gambar katanya lebih bermakna dari sejuta kata.

« Read the rest of this entry »

Pemuda Pecas Ndahe

Oktober 28, 2010 § 66 Komentar

Apa lagi yang bisa dikatakan tentang PEMUDA? Mereka yang mengucapkan sumpah pada 28 Oktober 1928? Mereka yang mampu mengguncang dunia?

Saya menemukan sebuah cerita lama tentang seorang pemuda dari arsip tulisan Goenawan Mohammad. Saya bagikan di sini untuk sampean sebagai pengingat tentang sebuah negeri yang jauh. Tentang pemuda yang tak bosan mengkritik ….

Kisah ini dimulai pada awal musim semi 1919. Seorang tua ketemu Lenin di Kremlin. Waktu itu hampir dua tahun sudah Lenin berkuasa. Revolusi komunis yang dipimpinnya berhasil menggulingkan Tsar.

Raja terakhir Rusia dan keluarganya telah dibunuh. Kediktaturan proletariat telah ditegakkan. Pemerintahan baru pun sibuk menyiapkan diri ke masa depan — seraya membasmi musuh-musuhnya.

Dan Rusia berwarna merah. « Read the rest of this entry »

Mala Pecas Ndahe

Oktober 27, 2010 § 54 Komentar

Hari ini mestinya kita merayakan Hari Blogger Nasional dalam suasana yang meriah. Sejak 2007 lalu, ketika Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh mencanangkan hari penting itu, ranah blogger terus bergemuruh. Layak disyukuri dan dirayakan.

Tapi, apa boleh buat, bencana tengah mengoyak Republik ini. Banjir bandang di Wasior, Papua. Gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawi. Gunung Merapi meletus di Yogyakarta. Kurang elok rasanya bila di hari yang penting ini kita mengabaikan penderitaan para korban bencana, terutama di tiga lokasi berbeda itu.

Kita, para blogger, berkesempatan bergandengan tangan dan menggalang bantuan. Bisa dengan menjadi relawan dan terjun langsung ke lokasi. Bisa juga dengan mengirimkan sumbangan berbentuk barang atau uang. Mereka yang hanya memiliki kemampuan menyebarkan kebutuhan para pengungsi pun tak dilarang ikut berpartisipasi.

Pada saat seperti ini kita membutuhkan semangat kebersamaan. Blogger Unite. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.