Hoax Pecas Ndahe
Juli 14, 2010 § 93 Komentar
SMS dan email hoax kian gencar menyerbu belakangan ini. Nyaris setiap hari mereka masuk ke handphone dan inbox kita. Pertanda banyak orang iseng atau hidup makin susah?
Begitulah. Syahdan pada sebuah pagi yang muram. Langit mendung kelabu. Tiba-tiba handphone saya berdering-dering tanda ada pesan pendek masuk. Dalam hati saya bertanya-tanya, siapa yang sepagi ini nekat mengganggu kesunyian? Adakah warta genting yang datang?
Dengan setengah malas saya buka dan baca SMS itu. Olala! Ternyata bukannya kabar penting yang datang melainkan ternyata lagi-lagi orang menawarkan kredit murah tanpa agunan. « Read the rest of this entry »
Ariel Pecas Ndahe
Juni 10, 2010 § 225 Komentar
Publik diguncang oleh beredarnya video porno yang diperankan oleh orang-orang yang diduga Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari. Kegemparan kian hebat karena diduga masih ada koleksi lain yang belum muncul. Tapi mengapa ada yang cemas?
Syahdan pada awal 2007. Sony Adi Setyawan, 38 tahun, tengah menimang-nimang sebuah cakram digital dari temannya. Ia tak tahu apa isinya. Setelah dibuka, dia kaget. Ternyata di dalam cakram itu tersimpan ratusan cuplikan adegan pornografi dengan format dokumen 3gp.
Yang membuat Sony tersentak, semua pemain film mesum itu adalah orang Indonesia. Lokasi pengambilan gambarnya pun tersebar dari berbagai daerah di Tanah Air. Dosen mata kuliah produksi program televisi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini pun jadi gusar. Ia merasa ada sesuatu yang tak beres. « Read the rest of this entry »
Tembakau Pecas Ndahe
Mei 31, 2010 § 88 Komentar
Hari ini, tepat 31 Mei, kita memperingati World No Tobacco Day atawa Hari Tanpa Tembakau. Bukan untuk melarang orang merokok, melainkan mengingatkan kewajiban pemerintah melindungi warga negara.
Mengapa hari ini begitu penting diperingati? Karena banyak yang tak sadar bahwa lebih dari 60 juta orang Indonesia terbakar rokok setiap hari. Angka ini nomor tiga tertinggi di dunia setelah Cina dan India.
Sebanyak 1.172 orang meninggal setiap hari, atau 48 jiwa per jam atau 427.948 orang per tahun, akibat merokok.
Nilai kerugian akibat penyakit karena merokok pada 2005 mencapai Rp 167 triliun dan terus meningkat. Jumlah ini setara dengan biaya membangun 70.000 sekolah dasar.
Mereka yang menginginkan hidup sehat dan kualitas lingkungannya lebih baik pasti setuju untuk mendesak pemerintah membuat regulasi pengendalian tembakau melalui:
- Pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau Sebagai Zat Adiktif Bagi Kesehatan.
- Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengendalian Dampak Tembakau Terhadap Kesehatan.
Aturan itu bukan untuk mematikan pertanian tembakau. Justru yang membuat petani tembakau berhenti bekerja adalah industri rokok. Lihayt saja dari data produksi rokok yang terus meningkat, namun pertanian tembakau dan petani tembakau justru menyusut. Artinya, tembakau itu datang dari luar. « Read the rest of this entry »
Mei Pecas Ndahe
Mei 14, 2010 § 186 Komentar
Tentang pemerkosaan yang terjadi pada Mei 1998, ada begitu banyak cerita dan tak begitu banyak data. Ini bukan berarti bahwa orang dengan gampang dapat mengatakan bahwa semua laporan tentang brutalitas yang berlangsung dalam kerusuhan Mei lalu terhadap kalangan keturunan Cina, hanya teriakan kosong yang tidak menyenangkan.
Laporan-laporan tim independen, sejumlah LSM, menunjukkan bahwa kekerasan itu memang pernah terjadi. Sejumlah perempuan dipaksa sekelompok orang secara seksual. Dan mereka dijahanami karena mereka berasal dari ras tertentu. Mereka Tionghoa.
Pada September 1998, majalah Tempo menurunkan laporan kesaksian seseorang perempuan yang bertemu dengan korban perkosaan. Berikut ini petikannya, sebagai sebuah pengingat, bahwa Indonesia pernah menorehkan lembaran paling hitam dalam sejarahnya. Ini semacam upaya melawan lupa. Berikut ini kisahnya … « Read the rest of this entry »
Nyanyian Pecas Ndahe
Mei 13, 2010 § 63 Komentar
Di Indonesia, kita tak pernah tahu seberapa dalamkah sebenarnya kuku korupsi menancap. Tapi di Italia, pada 1990an, korupsi sudah begitu parah sehingga perlu Operasi Tangan Bersih yang dilancarkan pada awal 1993.
Temuan-temuan operasi itu membuat orang Italia kaget. Rakyat marah dan mempermalukan para politikus dan pengusaha yang bertahun-tahun menikmati kemewahan hasil korupsi. Korban berjatuhan.
Raul Gardini, seorang pengusaha terkemuka Italia yang dijuluki tukang sulap keuangan Italia dasawarsa 1980, awal Agustus 1993 bunuh diri karena malu atau tak bisa membayangkan disekap di sel tahanan. Ini kasus bunuh diri ke-12 setelah Operasi Tangan Bersih.
Operasi yang dilancarkan Hakim Antonio Di Pietro itu tergolong pemberantasan korupsi terbesar di Eropa. Dan Di Pietro tidak pandang bulu. Bekas Perdana Menteri Giulio Andreotti dan Bettino Craxi ia tarik masuk ke ruang pengadilan. Sedangkan Perdana Menteri Guiliano Amato terpaksa mengundurkan diri bulan Maret 1993.
Russel Miller, wartawan The Sunday Times Magazine, mewawancarai Pengusaha Carlo De Benedetti, orang nomor satu di Olivetti, yang membuat pernyataan penting di depan Hakim Di Pietro.
Wawancara itu dilengkapi dengan reportase dan riset Peter Semler, yang membeberkan liku-liku korupsi di Italia, dan dimuat di The Sunday Times Magazine, Juli 1993. Majalah Tempo lalu menuliskannya kembali pada Agustus 1993. Berikut ini petikannya. « Read the rest of this entry »