Anak Pecas Ndahe

November 9, 2015 § 47 Komentar

Bertanyalah pada 100 orang tua cara mengasuh anak. Saya berani bertaruh, sampeyan akan mendapatkan 100 jawaban berbeda-beda.

Ilustrasi parenting. Foto: Pixabay.com

Ilustrasi parenting. Foto: Pixabay.com

Begitu juga seandainya sampeyan meminta nasihat tentang apa saja yang harus disiapkan untuk menyambut kedatangan si kecil. Terutama jika sampeyan adalah calon orang tua yang tengah menantikan kelahiran anak pertama. Niscaya sampeyan akan memperoleh jawaban yang beragam dan membingungkan. « Read the rest of this entry »

Suami Pecas Ndahe

Oktober 16, 2015 § 33 Komentar

Seperti apakah sosok suami idaman? Banyak perempuan mengangankannya, tapi banyak yang kemudian hanya mendapatkan rasa kecewa.

Ada begitu banyak kisah tentang suami yang menyia-nyiakan istrinya, mengabaikannya, meninggalkannya begitu saja, atau bahkan ada yang tega menganiaya ibu dari anak-anaknya.

Oleh sebab itu, saya seperti tersengat setelah membaca kisah tentang suami-istri yang diterbitkan di Beritagar.id ini.

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Alkisah ada seorang istri yang hendak memberi kejutan pada suaminya. Kejutan itu berupa koleksi foto seksi dirinya. « Read the rest of this entry »

Ayah Pecas Ndahe

November 17, 2014 § 63 Komentar

Seorang teman mengirimkan cerita ini beberapa hari yang lalu. Saya tak tahu apakah ini kisah nyata atau bukan. Yang jelas, saya jadi merenung setelah selesai membacanya.

Begini ceritanya. Syahdan ada seorang ayah yang menurut tetangganya sukses mendidik anak-anaknya. Salah satu anaknya menjadi dokter terkenal. Setiap hari antrean pasiennya mengular. Ia juga kerap diminta berceramah tentang kesehatan di pelbagai forum lokal dan internasional.

Dua anak lainnya pengusaha hebat. Bisnisnya tersebar di mana-mana, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga sampai luar negeri. Hampir setiap hari nama mereka diberitakan di media-media sebagai contoh wirausahawan yang membawa harum nama bangsa.

success

Para tetangga pun jadi iri melihat kesuksesan mereka. Iri? « Read the rest of this entry »

Verifikasi Pecas Ndahe

Maret 25, 2011 § 41 Komentar

Apa yang sampean lakukan bila di Twitter tiba-tiba muncul status seorang kawan berbunyi, “Butuh darah golongan B positif untuk anak penderita kanker di rumah sakit A. Hubungi 0818979xxx”?

Apakah sampean langsung meneruskan pesan itu ke linimasa (timeline) via RT? Mengecek nomor kontak untuk memastikan kebenaran kabar itu? Bertanya kepada si pengirim pesan pertama?

Saya berani bertaruh, sebagian besar dari kita, termasuk saya tentunya, akan dengan gampang memilih menekan tombol retweet tanpa memverifikasi kebenaran kabar itu. Dan tindakan ini terus berulang dan semakin sering terjadi setiap hari.

Jika kabar itu benar sih, tak ada masalah. Bagaimana bila sebaliknya? Mungkin akibatnya tak terlalu serius. Mereka yang tertipu paling hanya akan mengumpat. Tapi bayangkan seandainya kabar itu lebih dari sekadar informasi tentang kebutuhan darah. Bagaimana seandainya informasi palsu yang beredar itu tentang ancaman tsunami? Kebakaran? Kebutuhan dana? Sumbangan? Kematian seseorang? Atau hal-hal genting lainnya? « Read the rest of this entry »

Etika Pecas Ndahe

Desember 14, 2009 § 37 Komentar

Umurnya baru sebelas tahun, dan setiap kali ada kesempatan, dia pergi memancing di dermaga di depan kabin keluarganya di sebuah pulau di tengah sebuah danau di New Hampshire.

Syahdan menjelang dimulainya secara resmi musim penangkapan ikan bass, anak laki-laki itu dan ayahnya memancing di awal senja.

Mula-mula mereka hanya berhasil menangkap sunfish dan perch (sejenis ikan air tawar) dengan umpan cacing. Namun ketika malam datang, joran anak itu melengkung. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang sangat besar tersangkut di ujung pancing. Segera saja ia menarik-ulur senar.

Dari jauh, ayahnya mengamati dengan kagum saat anak lelaki itu dengan tangkas menangani tangkapannya di sepanjang lantai dermaga. Ia melihat anaknya benar-benar sosok yang gigih dan tak mudah menyerah.

Pertarungan ternyata hanya berlangsung sebentar. Setelah bertahan dari menit ke menit, melawan tarikan dan uluran joran, ikan itu kelelahan. Ia pasrah ketika anak itu mengangkatnya keluar dari air.

Olala! Tangkapannya memang benar-benar seekor ikan yang besar. Anak itu berteriak kegirangan melihat hasil tangkapannya. Itu ikan terbesar yang pernah dilihatnya.

Tapi itu ikan bass! « Read the rest of this entry »

Influencer Pecas Ndahe

November 30, 2009 § 66 Komentar

Beberapa kawan kerap bertanya, bagaimana mencari blogger yang bersedia diajak membantu kampanye pemasaran sebuah produk atau event secara daring (online)? Di manakah gerangan mencari mereka?

Sampean mungkin tertawa mendengar pertanyaan itu. Barangkali juga maklum. Mereka yang bertanya seperti itu memang teman-teman saya yang bekerja sebagai konsultan humas atau pemasaran dari pelbagai perusahaan. Kebanyakan di antara mereka nyaris tak pernah sama sekali berurusan dengan media sosial. Mereka memang punya account di Facebook, tapi tidak di Twitter. Blog pun hanya mereka kenali tapi tak mereka punyai.

Ketimbang menjawab satu per satu, mending saya tuliskan saja di sini. Siapa tahu sampean juga bisa mengambil manfaatnya. Tapi jangan dikira saya sedang berganti haluan menjadi ahli pemasaran, konsultan humas, atau ahli media sosial. Sama sekali bukan. Saya hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan yang saya dapat dari sana-sini. Jangan khawatir, saya tak sedang merebut ladang siapa pun, hihihi … « Read the rest of this entry »

Pesantren Pecas Ndahe

Agustus 11, 2009 § 77 Komentar

Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.

negeri-5-menaraSeperti apakah sosok lulusan pesantren? Apakah mereka dikenal sebagai sosok yang lembut? Alim? Keras? Radikal?

Konon ada empat tipe alumni pesantren. Yaitu, yang semangat wiraswastanya menonjol, punya semangat berdakwah yang lumayan, tapi tipis semangatnya untuk jadi pegawai (25%). Tipe ini banyak dihasilkan oleh pesantren Tebuireng.

Lalu, tipe para alumni yang bersemangat dakwah tinggi, minat untuk jadi pegawai lumayan, dan tipis niatnya menjadi wiraswasta tercatat lebih dari 31%. Sebagian besar mereka ini berasal dari pesantren-pesantren di Jawa Barat.

Ada pula tipe yang semangat dakwahnya tinggi, dan semangat menjadi wiraswasta sama besar dengan minat jadi pegawai (8%). Mereka kebanyakan keluaran pesantren di Jawa Tengah, antara lain Krapyak, Lasem Kebarongan.

Terakhir adalah tipe alumni yang semangat jadi pegawainya tinggi, punya minat lumayan untuk berdakwah, tapi tipis semangat wiraswastanya (31,8%). Mereka ini kebanyakan datang dari Pondok Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

Empat tipe itu tak datang dari langit melainkan hasil penelitian Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) lebih dari sepuluh tahun yang lalu. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Piwulang category at Ndoro Kakung.