Meme Pecas Ndahe

November 14, 2014 § 26 Komentar

Ahok adalah sinar terang di ujung lorong. Ia harapan warga Jakarta yang kian suram dan ruwet.

Harapan itu membesar setelah DPRD DKI Jakarta hari ini secara resmi menetapkan Basuki T. Purnama alias Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Ahok adalah wakil gubernur yang naik karena gubernur sebelumnya, Joko Widodo, menjadi presiden.

Kita tahu Ahok melewati jalan yang terjal sebelum mencapai kursi DKI 1. Berasal dari kaum minoritas, kemunculannya membuat kelompok radikal seperti FPI bagaikan disengat lebah.

FPI menganggap Ahok sebagai batu di tengah jalan yang harus disingkirkan. Maka kelompok minoritas ini pun gencar menolak Ahok.

Tapi sebagian besar warga Jakarta lainnya, the silent majority, ada di belakang Ahok. Dukungan mereka setidaknya muncul di media sosial. Seperti apa bentuk dukungan itu? « Read the rest of this entry »

Iklan

Jokowi Pecas Ndahe

Februari 7, 2014 § 30 Komentar

Jokowi ke laut saja. Sudah setahun lebih gubernur DKI ini tersita waktu, tenaga, dan pikirannya mengurus daratan. Kalau tak salah, Jokowi terakhir menginjakkan kaki di Kepulauan Seribu pada Desember 2012.

Padahal di laut dan kepulauan di seberang Jakarta juga banyak masalah. Di Kepulauan Seribu, misalnya, setidaknya ada lima masalah utama: persediaan air bersih, permukiman, tempat pemakaman, dermaga, dan harga tiket kapal penyeberangan.

Memang jika dibandingkan, luas wilayah dan jumlah penduduk di Jakarta jauh lebih banyak dibanding Kepulauan Seribu. Tapi tetap saja kepulauan tersebut masuk wilayah administrasi pemerintah provinsi Jakarta sehingga layak diberi perhatian yang sama.

Lagi pula, di laut dan kepulauan dekat Jakarta tak ada kemacetan. Tak ada pesepeda motor yang melawan arus. Tak ada pasar yang penuh preman seperti di Tanah Abang.

Tak ada pula pengemudi kendaraan pribadi yang masuk busway. Maklum, di laut dan Kepulauan Seribu belum ada busway. Yang ada di laut dan Kepulauan Seribu paling sampah kiriman penduduk daratan Jakarta yang terbawa arus. « Read the rest of this entry »

Kumis Pecas Ndahe

Oktober 25, 2013 § 53 Komentar

Apakah pria berkumis itu menjengkelkan? Mengapa pejabat negara yang memelihara misai kerap memicu kontroversi?

Pertanyaan itu mengusik saya setelah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menuai kecaman gara-gara diberitakan mengimbau para kepala daerah kerja sama dengan Front Pembela Islam.

“Kalau perlu dengan FPI juga kerja sama untuk hal-hal tertentu. Iya kan? Kerja sama untuk hal-hal yang baik.” [Gamawan, dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Kawasan Perkotaan Tahun 2013, di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, pada 24 Oktober 2013]

Hujan kecaman itu turun di media sosial seperti dilaporkan oleh situs Beritagar. Gamawan dikecam karena organisasi massa itu memiliki reputasi buruk. Mereka dikenal sebagai organisasi yang sarat dengan kekerasan, beberapa kali mereka terlibat bentrok dengan masyarakat.

Imbauan kerja sama dianggap sebagai sesuatu tak masuk akal. Mosok kerja sama dengan kelompok preman? Begitu kira-kira jalan pikiran publik. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Ahok at Ndoro Kakung.