Kumis Pecas Ndahe

Oktober 25, 2013 § 53 Komentar

Apakah pria berkumis itu menjengkelkan? Mengapa pejabat negara yang memelihara misai kerap memicu kontroversi?

Pertanyaan itu mengusik saya setelah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menuai kecaman gara-gara diberitakan mengimbau para kepala daerah kerja sama dengan Front Pembela Islam.

“Kalau perlu dengan FPI juga kerja sama untuk hal-hal tertentu. Iya kan? Kerja sama untuk hal-hal yang baik.” [Gamawan, dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Kawasan Perkotaan Tahun 2013, di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, pada 24 Oktober 2013]

Hujan kecaman itu turun di media sosial seperti dilaporkan oleh situs Beritagar. Gamawan dikecam karena organisasi massa itu memiliki reputasi buruk. Mereka dikenal sebagai organisasi yang sarat dengan kekerasan, beberapa kali mereka terlibat bentrok dengan masyarakat.

Imbauan kerja sama dianggap sebagai sesuatu tak masuk akal. Mosok kerja sama dengan kelompok preman? Begitu kira-kira jalan pikiran publik.

Sebelumnya, Gamawan juga pernah dikecam publik karena berpolemik dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penempatan Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine, yang diprotes ormas Islam.

Kebetulan pak menteri ini memiliki kumis seperti eks gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang juga memiliki reputasi kurang baik di mata sebagian warga ibu kota.

Beberapa kali Fauzi alias Foke dikecam orang dalam pelbagai kasus.

Ada dua pejabat pria lain, juga memelihara kumis, yang kontroversial: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan penggantinya, KRMT Roy Suryo.

Andi, kita tahu, baru saja ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga terlibat korupsi di proyek pembangunan stadion olahraga Hambalang, Jawa Barat.

Roy beberapa kali menjadi pembicaraan publik karena tingkahnya, salah satunya ketika ia lupa lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Jadi benarkah pria berkumis itu menyebalkan?

[Siap-siap kabur sebelum dilempar ember oleh para pria berkumis, hihihi….]

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah sampean berkumis?

Iklan

Tagged: , , , , , , ,

§ 53 Responses to Kumis Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kumis Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: