Eksekusi Pecas Ndahe

November 10, 2008 § 58 Komentar

Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra, akhirnya dieksekusi di Lembah Nirbaya, Nusakambangan, Ahad dini hari kemarin. Apakah mereka mati syahid? Adakah mereka menjadi syuhada? Pahlawan?

“Wah, saya ndak tahu, Mas. Saya tahunya cuma pahlawan kesiangan,” kata seorang kawan.

“Pahlawan kesiangan itu apa?” saya balik bertanya.

“Itu loh pahlawan yang ndak punya weker, bangunnya siang melulu, hahaha …” jawab kawan saya sambil ngakak.

“Halah, garing, ndak lucu, Bung! Itu sama saja dengan mengatakan hero paling terkenal adalah hero supermarket,” saya membalas.

Pahlawan memang sering dijadikan bahan lelucon. Para penulis dan pujangga kerap membuat satire tentang mereka. Tapi, apakah dengan demikian setiap pahlawan adalah badut? « Read the rest of this entry »

Teror Pecas Ndahe

November 3, 2008 § 54 Komentar

Bom melahirkan teror. Dan ketakutan pun tak punya persembunyian lagi di abad ke-20.

***

headline koran tempo hari ini

Sarapan bersama Paklik Isnogud pagi ini membuat perasaan saya campur aduk, antara senang dan galau. Senang karena setelah berpekan-pekan tak bersua dengannya, akhirnya saya bisa menghabiskan waktu berdua lagi dengan Paklik di meja makan.

Tapi kami juga terpaksa menelan galau karena setiap suap nasi yang disendok berlauk berita-berita pagi yang muram.

“Lihat saja headline koran ini, Mas,” kata Paklik sambil memperlihatkan sampul depan sebuah koran yang memajang wajah Amrozi, Muklas, dan Imam Samudera — trio bomber Bali itu.

Saya tersenyum kecut. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with amrozi at Ndoro Kakung.