Artalyta Pecas Ndahe

Januari 11, 2010 § 93 Komentar

Sang ratu lobi, Artalyta ‘Ayin’ Suryani, hidup mewah di Rumah Tahanan Pondok Bambu. Benarkah dia hanyalah sekeping potongan puzzle dari gambar besar tentang lemahnya sistem peradilan kita?

Malam itu, ketika sedang kongko di warung angkringan Wetiga, Jalan Langsat, Jakarta, saya dengar lagu-lagu melankolik mengalun dari dua tempat yang menyediakan layanan karaoke di kafe sebelah. Di antara lagu-lagu jadul itu, saya yang tengah menikmati hangatnya teh jahe tiba-tiba teringat sebuah lagu lawas D’Lloyd, Hidup di Bui.

Hidup di bumi bagaikan burung
Bangun pagi makan nasi jagung
Tidur di ubin fikiran bingung
Apa daya badan ku terkurung

Terompet pagi kita harus bangun
Makan di antai nasinya jagung
Tidur di ubin fikiran bingung
Apa daya badan ku terkurung

( korus )
Oh kawan, dengar lagu ini
Hidup di bumi menyiksa diri
Jangan sampai kau mengalami
Badan hidup terasa mati

Apalagi penjara jaman perang
Masuk gemuk pulang tinggal tulang
Kerana kerja secara paksa
Tua muda turun ke sawah

Penjara, sebagian memang cerita yang seram. Dalam novel, cerita pendek, juga lagu, penjara adalah “rumah” yang harus dihindari. Vokalis Band D’Lloyd, Sjamsudin, di tahun 1970-an merekam lagu Hidup di Bui itu, dan meledak di pasaran sebelum lagu itu dilarang oleh pemerintah Orde Baru. « Read the rest of this entry »

Aulia Pecas Ndahe

Desember 2, 2008 § 47 Komentar

Penjara adalah tempat di mana waktu berhenti.

Itulah kalimat Andre Malraux dalam salah satu bagian yang muram dari novel La Condition Humaine, menjelang Kyo menelan racun di lantai tahanan kaum revolusioner Tiongkok.

Di penjara, waktu memang berhenti karena masa depan telah diputuskan tak ada. Hukuman bukanlah awal suatu perubahan, atau metamorfosa, dari seorang kriminal jadi seorang warga negara yang baik. Hukuman telah jadi suatu keputusan final, seperti pepatah lama itu, sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak percaya.

Lalu apa gunanya bui? Dan kenapa selama ratusan tahun kegiatan mengurung orang itu diteruskan juga? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with bui at Ndoro Kakung.