Golkar Pecas Ndahe

September 29, 2009 § 29 Komentar

Setiap partai politik berpotensi retak. Anggotanya tidak kompak. Apalagi menjelang kompetisi merebut kursi nomor satu sebagai ketua partai. Salahkah ketidakkompakan?

golkarAda masanya ketika di Jepang orang berbicara tentang harmoni dalam sebuah ide, atau “rumah” kita. Tapi partai-partai politik seringkali terdengar sebagai sebuah rumah gila. Masing-masing gaduh oleh pertikaian antara habatsu — kelompok-kelompok dalam partai.

Saat Partai Liberal-Demokrat berkuasa, misalnya, dia bukan saja terbentuk oleh dua partai. Masing-masing partai yang tergabung juga membawa kelompok yang bertentangan dalam dirinya.

Ada persaingan sengit antara orang-orang yang memasuki kehidupan politik dan latarbelakang sebagai birokrat. Mereka menghadapi tojin, yang karir politiknya berasal dari lembaga perwakilan tingkat bawah sampai atas.

Ada pula orang-orang yang berkelompok di bawah satu bos, karena sang oyabun mampu mengumpulkan dana politik. Uang ini penting, tentu saja: diperkirakan 100 juta yen diperlukan untuk kampanye agar seorang calon anggota partai menang. Seorang calon yang menerima bantuan dari seorang oyabun dengan demikian masuk, dan setia, kepada sang bos sebagai pemimpin kelompok.

Jika demikian halnya, apakah sebenarnya yang menyebabkan sejumlah habatsu timbul? Perbedaan ideologis? « Read the rest of this entry »

Iklan

JK Pecas Ndahe

Maret 20, 2009 § 106 Komentar

Kejutan sering datang tanpa memilih waktu. Seperti Rabu siang itu. Seseorang tiba-tiba menelepon dan mengajukan sebuah pertanyaan.

kopdar bersama JK

Jusuf Kalla berbicara kepada blogger - Foto: Tempo Interaktif

“Pak Jusuf Kalla ingin bertemu bloggers. Bisakah kau undang beberapa kawan?”

Saya terpana. Begitu mendadak. Begitu tiba-tiba. Saya balas bertanya. “Kapan?”

“Kamis. Tapi waktu dan jamnya nanti saya kabari,” jawab suara di ujung telepon. Seorang perempuan.

Telepon ditutup. Siang begitu panas dan lengas. Jakarta mendadak terasa begitu sibuk. Tapi pabrik saya masih lengang. Saya masih dalam kondisi antara percaya dan tidak. Seorang Wakil Presiden mendadak mengundang para blogger. Dia ingin mendengar suara para penulis daring. Kampanye?

Bisa jadi. Bendera start kampanye terbuka memang sudah dikabarkan mulai Senin awal pekan ini. Semua partai, calon legislator, dan juru kampanye mereka giat menjual diri. Tapi jika seorang Jusuf Kalla, wakil presiden dan ketua umum partai besar di negeri ini, tiba-tiba ingin bertemu blogger, saya rasa ini tentu bukan sekadar sebuah kampanye. Lalu apa? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with golkar at Ndoro Kakung.