Penyakit Pecas Ndahe

Juli 25, 2011 § 69 Komentar

Banyak orang kecanduan bekerja, tapi jarang istirahat. Bahkan saat liburan pun, ada beberapa orang yang tetap mengerjakan tugas kantor. Apakah mereka tak khawatir jatuh sakit? Apakah mereka dilindungi oleh sistem jaminan kesehatan?

Pertanyaan itu sering kali menari-nari di kepala saya setiap kali melihat ada kawan atau kerabat yang seolah-olah diperbudak oleh pekerjaan. Mencari nafkah memang penting. Tapi menjaga kesehatan jelas lebih utama. Apalagi bagi para pekerja di kota-kota besar.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 60,44 persen orang Indonesia di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan berpotensi terkena penyakit kritis. Penyakit kritis umumnya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Data Riset Kesehatan Nasional 2007-2010 menunjukkan golongan usia 10 tahun ke atas memiliki gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi garam dan lemak, kurang asupan buah, tidak melakukan aktivitas fisik, merokok, dan mengonsumsi alkohol berlebihan.

Sedangkan untuk usia diatas 15 tahun, gaya hidup tak sehat yang paling menonjol adalah kelebihan berat dan konsumsi alkohol. « Read the rest of this entry »

Asuransi Pecas Ndahe

April 19, 2011 § 41 Komentar

Asuransi itu seperti ban serep di mobil. Ia merupakan perlindungan terhadap kemungkinan buruk, misalnya ban kempes di tengah jalan. Ban cadangan memberikan semacam rasa aman bagi pengemudi: ada sesuatu yang bisa diandalkan ketika kesulitan datang.

Ibarat mobil, hidup kita juga memerlukan ban cadangan. Asuransi memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko dalam hidup setiap orang, seperti kecelakaan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Pertanyaannya, siapa yang perlu asuransi? Apa keuntungan dan kerugian memiliki asuransi? Bagaimana memilih perusahaan asuransi yang andal? « Read the rest of this entry »

Aspartam Pecas Ndahe

April 13, 2010 § 56 Komentar

Email tentang bahaya aspartam terus bertebaran. Beberapa merek produk makanan dan minuman disebut-sebut mengandung pemanis sintetis ini. Benarkah aspartam menyebabkan diabetes, kanker otak, dan sebagainya?

Tunggu dulu. Untuk sampean yang belum paham topik ulasan kali ini, aspartam adalah pemanis buatan pengganti gula yang biasa digunakan di dalam makanan dan minuman. Karena kandungan kalorinya rendah, aspartam juga dipakai sebagai pengganti gula bagi orang-orang yang melakukan diet dan penderita diabetes.

Di industri makanan dan minuman, aspartam telah dipakai secara luas bersama pemanis kimia lain seperti sakarin dan siklamat. Dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel, aspartam telah digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama digunakan di minuman soda dan permen. Aspartam disukai karena memiliki rasa yang lebih manis 180-200 kali dari gula yang biasa.

Entah kenapa, tiba-tiba beredar kabar bahwa aspartam ternyata memicu pelbagai penyakit berbahaya. Saya pertama kali mendapatkan surat elektronik yang mengingatkan tentang bahaya aspartam itu beberapa bulan yang lalu. Pesan yang sama juga saya peroleh melalui pesan pendek (SMS) yang masuk ke handphone dari kawan-kawan. Sampai beberapa hari yang lalu, masih ada satu dua email tentang aspartam itu masuk ke inbox.

Semula saya sempat kaget karena email itu lengkap menyebutkan merek-merek terkenal, seperti Extra Joss, M-150, Kopi Susu Gelas, Kiranti, Kratingdaeng, Hemaviton, Marimas, Frutillo, Segar Sari, dan sebagainya. Email itu bahkan mencantumkan Ikatan Dokter Indonesia sebagai sumber.

Saya jadi bertanya-tanya, benarkah aspartam memicu beberapa penyakit seperti yang disebut dalam email itu? Benarkah merek-merek yang disebut itu mengandung aspartam? Jika ya, mengapa pemerintah — Departemen Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan — tak melarang peredaran makanan dan minuman yang disebut-sebut memakai aspartam? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with kesehatan at Ndoro Kakung.