Kristina Pecas Ndahe

Juli 9, 2008 § 48 Komentar

Kristina Iswandari

Kristina Iswandari

Kristina Iswandari namanya. Penyanyi dangdut profesinya. Terakhir kali saya melihatnya di televisi, di sebuah acara infotainment, Ahad lalu. Ia sedang berlibur bersama kerabat di sebuah kolam renang.

Di tayangan itu, Kristina tampak ceria. Parasnya berseri-seri, penuh senyum. Pipinya gembil, badannya pun lebih subur dibanding sebelumnya. Adakah Kristina makan melulu dan kurang berolah badan? Adakah dia lebih bahagia sekarang?

Entah. Hanya dia yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan tubuhnya. Kita jarang beroleh kabar darinya sejak sang suami masuk bui. Ya, Kristina adalah istri dari anggota DPR-RI dan pengurus Partai Partai Persatuan Pembangunan, Al Amin Nur Nasution. Mereka menikah pada 4 Januari 2007.

Media-media infotainment memberitakan perkawinan mereka tidak beroleh restu dari kedua orang tua Kristina, Bowo Sukiswo dan Dariah. Sang suami kabarnya juga melarang dia turun panggung lagi. Akibatnya, Kristina sepi order dan nyaris hilang dari planet gosip. « Read the rest of this entry »

Telanjang Pecas Ndahe

Juli 4, 2008 § 50 Komentar

Bulyan Royan mungkin adalah contoh paling telanjang tentang betapa rakusnya wakil rakyat kita yang terhormat. Ia ditangkap Komisi Pemberantas Korupsi di Plaza Senayan yang mentereng itu dengan barang bukti di tangan: uang suap senilai Rp 684 juta.

Tentu saja Bulyan belum tentu bersalah sampai pengadilan memutuskannya kelak. Namun, yang jelas, dia bukan satu-satunya tokoh politik pilihan rakyat yang tersandung kasus uang sogokan. Sebelumnya, beberapa anggota Dewan yang lain juga telah masuk bui gara-gara uang haram, seperti Al Amin Nasution, Hamka Yamdu, dan Antony Zeidra Abidin. Yang lain bisa jadi akan segera menyusul.

Mengapa anggota DPR tak kapok-kapok dan masih saja menerima suap? Kenapa mereka tak jeri pada pemberantasan korupsi? Adakah ini soal keserakahan manusia semata?

Pada malam yang lengas, saya menanyakan soal itu kepada Paklik Isnogud yang tengah melamun di atas lincak, kursi bambu lapuk di rumahnya. Apa jawaban Paklik? « Read the rest of this entry »

Max Pecas Ndahe

Mei 21, 2008 § 39 Komentar

Max Moein. Nama itu tiba-tiba jatuh dari udara ke pangkuan saya pada sebuah siang yang lengas. Jangan tanyakan bagaimana prosesnya sebab saya pun tak tahu — dan ndak terlalu peduli.

Mungkin tak banyak di antara sampean yang mengenal Max Moein, politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, karena kamera televisi jarang menampilkan wajahnya.

Meski lama berkarier di Senayan, sosoknya memang kalah pamor ketimbang, misalnya, Megawati Soekarnoputri atau Pramono Anung, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai berlambang banteng hitam dalam lingkaran merah itu.

Max Moein pernah menjadi Ketua Komisi IX DPR RI periode 1999-2004. Beberapa anggota Komisi yang dipimpin Max ini disebut-sebut media massa menerima aliran dana dari Bank Indonesia. Kasus aliran dana ini masih ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with korupsi at Ndoro Kakung.