Suramadu Pecas Ndahe

Juni 17, 2009 § 115 Komentar

Baru satu minggu diresmikan, lampu-lampu penerangan Jembatan Suramadu hilang dicuri orang. Benarkah masyarakat kita tak mampu menghargai fasilitas publik?

Ini cerita tentang Suramadu, jembatan yang baru diresmikan pada 10 Juni 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dibangun dengan dana lebih dari Rp 4 triliun, jembatan tersebut menghubungkan Pulau Jawa dan Madura.

Dengan panjang 5,4 kilometer, Suramadu menorehkan rekor sebagai jembatan terpanjang di Indonesia bahkan di Asia tenggara. Ia tercatat sebagai salah satu megaproyek yang pernah dibangun Indonesia setelah Stadion Utama Senaya dan Satelit Palapa.

Mulai dibangun pada pertengahan 2002 dengan 3.500 tenaga kerja Indonesia dan Cina, proyek Suramadu menghabiskan 28 ribu ton baja, serta 600 ribu ton campuran baja. Jembatan ini dirancang sanggup bertahan sekitar 100 tahun.

Satu abad? Mungkin tidak. Kenapa? « Read the rest of this entry »

Petrus Pecas Ndahe

November 11, 2008 § 23 Komentar

Dia lahir di fyord yang dingin di sebuah dataran tinggi, di bawah bayang-bayang gunung yang gersang. Tapi ia tak hidup di dunia nyata. Ia bernapas dan berjalan di negeri dongeng … sebagai perempuan salju.

Di cuaca pegunungan yang tak begitu melimpah sinar suryanya, dia tampil bagaikan bidadari yang datang ke bumi untuk mengubah arah sejarah, setelah mengubah hati.

Bahasanya mata pisau yang tajam. “Bila kusentuh mataku, keduanya pun meledak dalam cahaya, dalam curahan kilauan yang putih.”

Perempuan salju selalu merindukan udara gunung, sinar surya, embun, dan harum pinus yang pernah menjadi bagian kehidupannya di masa lalu.

Adakah kenangan yang tersisa dari masa lalunya? Tidak. Kecuali seorang lelaki pengembara yang menunggang angin.

Lelaki itu pernah berjumpa dengan perempuan salju di lembah hijau pinus. Mereka bahkan sempat bercengkerama dalam buaian angin yang mendesah, di bawah rimbun pepohonan. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with kriminal at Ndoro Kakung.