TVOne Pecas Ndahe

April 9, 2010 § 109 Komentar

Polisi menuduh TVOne merekayasa tayangan dengan menampilkan pria yang mengaku sebagai makelar kasus. TVOne membantah. Apa yang terjadi sebenarnya?

Itulah salah satu berita paling panas hari-hari ini. Mana yang benar, belum bisa dipastikan hingga tulisan ini dibuat. Tapi polisi sudah mengadukan TVOne ke Dewan Pers.

Versi polisi: lelaki yang disebut dengan nama Andris Ronaldi itu mengaku sudah 12 tahun berpraktek sebagai makelar kasus. Tapi setelah ditangkap dan diinterogasi, ternyata lelaki itu hanyalah tenaga out sourcing di bidang media, sebuah perusahaan media tapi bukan media TV atau surat kabar. Andris alias Roni itu ternyata juga belum pernah menginjakkan kaki di Markas Besar Polri.

Masih menurut polisi, ternyata yang bersangkutan diminta mengaku sebagai makelar kasus berdasarkan permintaan seorang presenter. « Read the rest of this entry »

Calo Pecas Ndahe

Agustus 7, 2009 § 89 Komentar

Lama-lama, narablog itu mirip calo. Bisa dimintai tolong membuat acara ini dan itu. Eh diundang ikut lelang pula. Doh!

Begitulah yang saya rasakan dan alami beberapa hari belakangan ini. Tentu saja perasaan itu tak datang dari ruang hampa. Cerita dimulai ketika beberapa hari yang lalu saya terbang ke Bangkok, Thailand, untuk suatu urusan dinas. Halah, dinas! Pokoknya bukan acara piknik begitulah.

Urusan itu saya bereskan dalam sekejap, nyaris tanpa gangguan apa pun. Kecuali saat saya sedang makan siang. Mendadak telepon genggam saya menjerit nyaring. Krang-kring-krang-kriiiiiiing … !

Saya lihat nomor identitasnya tak keluar. Berarti panggilan internasional. Mungkin dari Jakarta, begitu saya membatin. Karena merasa panggilan itu mungkin penting dan mendesak, saya pun menerimanya.

Setelah berbasa-basi membuka percakapan, si penelepon memperkenalkan diri. “Mas, ini saya Miss Riwil dari maskapai penerbangan internasional Kalong Lupa Makan Airlines. Perusahaan saya mau membuat lomba penulisan blog. Boleh minta tolong nggak?”

Dalam hati saya mengeluh. Again? Tapi demi menyenangkan hati perempuan yang menelepon itu, mulut saya pun berkata lain. “Eh, boleh dong. Apa yang bisa saya bantu?”

“Banyak, Mas. Bagaimana kalau besok kita meeting saja untuk membicarakan masalah ini?”

“Di mana?”

“Di Plasa Senayan, Mas.” « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with makelar at Ndoro Kakung.