Jempol Pecas Ndahe

Agustus 19, 2011 § 109 Komentar

Nyatakan dengan jempol. Begitulah ungkapan yang sekarang sedang ngetren. Dulu kita mengacungkan jempol sebagai tanda menyatakan setuju atau mengatakan bagus. Orang Jawa mengacungkan jempol untuk mempersilakan orang lain berjalan mendahului. Sekarang, dengan bantuan jari-jemari, jempol juga dipakai untuk ikut upacara, menaikkan bendera, atau bersedekah.
 
Upacara digital dengan jari dan jempol itu digelar oleh komunitas Indonesia Optimis. Pada perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, yang jatuh pada Rabu lalu, komunitas tersebut menggelar upacara bendera secara digital di situs ID-Optimis. Cukup dengan menggerakkan jari dan jempol di komputer, laptop, tablet, atau telepon pintar untuk masuk ke situs itu, pengunjung sudah menjadi peserta upacara. Dan seluruh prosesi upacara bisa diikuti di layar gadget.
 
Jika hendak mengikuti prosesi lainnya, seperti pembacaan teks proklamasi, mengheningkan cipta, atau pidato amanat pembina, peserta upacara bisa membuka akun Twitter @ID_Optimis. « Read the rest of this entry »

65 Tahun Pecas Ndahe

Agustus 17, 2010 § 73 Komentar

Bloggers, Facebookers, Tweeps, dan teman-teman sebangsa dan setanah air,

Hari ini kita memperingati 65 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Di hari yang berbahagia ini, mungkin ada baiknya kita merenungkan beberapa hal: Masih adakah yang membuat kita bangga sebagai bangsa dan negara? Mampukah kita selamat mengarungi perjalanan panjang sebuah bangsa merdeka dengan segala kemudahan dan kesukarannya?

Jika kita adalah bagian dari sebuah bangsa yang pesimistis, bisa saja kita mengatakan bahwa rasa bangga itu telah terbang bersama nilai-nilai luhur yang kita miliki. Segala macam keruwetan dan keberengsekan sama-sama kita alami hari-hari ini. Korupsi yang memboyot dan menggerus akal budi. Kekerasan yang meruyak di mana-mana. Aksi teror yang mengintip setiap saat. Kemiskinan. Kemacetan lalu lintas dan seterusnya. « Read the rest of this entry »

Merdeka 2.0 Pecas Ndahe

Agustus 14, 2009 § 134 Komentar

Setiap orang ingin merdeka karena mereka tahu artinya tidak merdeka — setiap saat harus menderita. Merdeka berarti menyatakan suatu gerak yang ingin lepas, suatu gerak yang geram, gelisah …

merdekaDan Soekarno-Hatta pun memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sebab mereka juga tahu artinya tidak merdeka.

Lantas bagaimana anak-anak muda Indonesia merayakan kemerdekaan Indonesia ke-64 di era web 2.0? Masihkah mereka mengadakan lomba balap karung, makan krupuk, atau panjat pinang yang so yesterday?

Komunitas Milis Narablog Kopdar Jakarta memilih cara lain. Sesuatu yang so today. So narcism. Mereka mengekspresikan kebanggaan pada Indonesia dalam bentuk sebuah tayangan video musikal. Lewat cara yang sangat “Youtube banget” ini mereka meneguhkan semangat patriotisme, nasionalisme, dan kebangsaan seraya menyatakan keberanian melawan aksi terorisme. Ya, ini tentang gerakan #IndonesiaUnite.

Video musikal tersebut lantas ditayangkan secara serentak hari ini pada jam yang sama, pukul 14.00 WIB, di blog-blog milik anggota milis Kopdar Jakarta, Facebook, dan layanan microblogging seperti Plurk dan Twitter. Tanggal 14, pukul 14. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with merdeka at Ndoro Kakung.