Matt Pecas Ndahe

Januari 20, 2012 § 64 Komentar

Pernah merasa buntu pikiran dan tak tahu hendak menulis apa? Pernah sedih lantaran blog sudah lama tak diperbarui?

Saya sering merasakannya. Lalu tiba-tiba saya menemukan blog Bapak WordPress, Matt Mullenweg itu. Di antara beberapa tulisannya, saya temukan posting ini:

Jadi beginilah cara saya memperbarui blog ini.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Bagaimana cara sampean mengisi kekosongan blog?

Email Pecas Ndahe

Mei 14, 2009 § 77 Komentar

WordPress memberikan layanan baru mulai 12 Mei 2009: posting via email. Saya terkesima membaca pengumuman tersebut di sebuah tautan di dashboard blog yang numpang hosting di wp.com ini.

Posting lewat e-mail jelas sangat membantu para pengguna mobile phone, seperti BlackBerry maupun iPhone. Kini mereka tak harus membuka laptop dan mencari koneksi Internet untuk memperbarui blog. Tinggal nulis posting di perangkat mobile lalu kirim via email.

Seberapa andal layanan anyar itu? Untuk membuktikannya, saya langsung mencobanya. Posting ini saya bikin di BlackBerry. « Read the rest of this entry »

Kambing Pecas Ndahe

Februari 23, 2009 § 122 Komentar

Pesan singkat itu mendadak masuk lewat BlackBerry messenger. Isinya pendek saja, “Ndoro tukeran posting, yuk!” Saya baca pengirimnya. Raditya Dika!

Saya kaget. Di tengah gemuruh acara peluncuran komunitas Bengawan Sabtu malam yang lalu, pesan itu telah membetot saya dari sebuah planet yang riuh ke desa antah berantah.

Sampean mestinya tahu siapa Raditya Dika. Dia mahasiswa, blogger, penulis novel laris Kambing Jantan. Ia sekarang melebarkan sayap kegiatannya dengan menjadi bintang film yang dibuat berdasarkan blog dan novel karyanya itu. Kenapa tiba-tiba dia mengirim pesan ke saya? « Read the rest of this entry »

Dangdut Pecas Ndahe

Agustus 3, 2008 § 137 Komentar

Sebagai blogger, sebetulnya apa sih, peran sampean, Ndoro?

Begitu seseorang pernah bertanya. Saat itu, malam sedang memeluk Jakarta. Selimut gelapnya membungkus sempurna wajah-wajah yang semula terang benderang.

Saya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan itu. “Peran? Hmmm … Sebagai blogger, kadang saya merasa seperti musikus,” jawab saya sekenanya.

Maksudnya?

“Ya pemain musik, dari pop hingga klasik. Kadang saya memainkan lagu-lagu klasik yang ndak jelas nada dan maksudnya. Mungkin hanya bisa dicerna dengan roso.

Sesekali saya mainkan musik jazz yang penuh improvisasi, keluar dari pakem-pakem irama yang biasa dimainkan musikus lain.

Tak jarang pula saya juga melagukan musik dangdut — musik yang disukai banyak orang itu.

Memang ada sebagian yang menyebutnya musik kampungan, musik rakyat jelata. Tapi, biar saja. Saya ndak munafik. Saya memang sering ikut goyang bila mendengar irama dangdut.” « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with posting at Ndoro Kakung.