Kambing Pecas Ndahe

Februari 23, 2009 § 122 Komentar

Pesan singkat itu mendadak masuk lewat BlackBerry messenger. Isinya pendek saja, “Ndoro tukeran posting, yuk!” Saya baca pengirimnya. Raditya Dika!

Saya kaget. Di tengah gemuruh acara peluncuran komunitas Bengawan Sabtu malam yang lalu, pesan itu telah membetot saya dari sebuah planet yang riuh ke desa antah berantah.

Sampean mestinya tahu siapa Raditya Dika. Dia mahasiswa, blogger, penulis novel laris Kambing Jantan. Ia sekarang melebarkan sayap kegiatannya dengan menjadi bintang film yang dibuat berdasarkan blog dan novel karyanya itu. Kenapa tiba-tiba dia mengirim pesan ke saya?

Saya lalu mengirim jawaban, dan beberapa pertanyaan lewat fasilitas yang sama. Kami lalu terlibat perbincangan teks digital.

Jadi, intinya, Radit hendak meluncurkan Kambing Jantan di bioskop-bioskop mulai 5 Maret 2009. Dia meminta saya mengomentari perhelatan itu. Tapi bagaimana saya bisa berkomentar bila menonton pun belum?

Aha, itu masalah saya, bukan masalah Radit. Dyem!

Saya pun terpaksa meluncur ke perpustakaan terbesar di jagad ini, Google. Dari sanalah saya menemukan beberapa informasi, termasuk tautan trailer Kambing Jantan di Youtube.

Kambing Jantan, Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh disutradarai Rudi Soedjarwo. Radit memerankan dirinya sendiri dalam film itu.

Enda Nasution (iya, Enda yang itu) bercerita bahwa Kambing Jantan adalah film kedua — setelah Jomblo karya Adithya Mulya — yang dibuat berdasarkan blog dan buku laris. Sampean tentu ingat Jomblo, film laris yang melahirkan bintang komedi baru Ringo Agus Rahman itu, kan?

Seingat saya, Jomblo tergolong film yang populer dan Agus dikenal baik di kalangan anak-anak muda. Akankah Kambing Jantan dan Radit mengikuti jejak kesuksesan pendahulunya?

Saya ndak tahu. Tapi, setelah melihat trailer Kambing Jantan, saya menangkap kesan Radit itu sangat Mr Bean. Seperti halnya Rowan Atkinson, sosok dan tampang Radit sangat karikatural. Ia sudah lucu bahkan ketika tak melakukan apa-apa. (Radit, kamu beruntung memiliki wajah bloon seperti itu, ha-ha-ha …)

Saya pun ndak tahu bagaimana Rudi Soedjarwo memindahkan sebuah kisah novel ke atas pita seluloid. Saya mengenalnya sebagai sutradara yang kurang konsisten. Karyanya kadang bagus, kadang cemen. Apakah pembaca novel akan terhibur atau justru kecewa dengan karyanya yang terbaru ini?

Saya juga belum tahu bagaimana akting Radit. Apakah alamiah atau terkesan dibuat-buat? Tak adil rasanya bila saya mengomentari lebih detail soal Kambing Jantan tanpa menonton lebih dulu. Silakan saja sampean nonton sendiri dan memberi penilaian. Kabarnya Radit akan mengundang beberapa blogger untuk menyaksikan preview Kambing Jantan pada 28 Februari 2009.

Saya hanya berharap Radit benar-benar akan menjelma sebagai komedian baru yang mewarnai film-film layar lebar kita yang sedang sesak oleh pocong, kuntilanak, gendruwo, wewegombel yang menggelikan itu.

Buat saya, ketimbang menonton hantu-hantu ndak jelas itu, masih lebih nyaman melihat seseorang yang nyata. Seseorang yang dekat dengan kita, dan bisa kita nikmati karyanya lewat blog. Seorang blogger: Raditya Dika.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean mulai tergoda hendak menonton Kambing Jantan?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 122 Responses to Kambing Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kambing Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: