Obama Pecas Ndahe

Januari 21, 2009 § 90 Komentar

Krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya — Barack Husein Obama.

Dini hari itu, di batas antara malam yang sudah tak bisa disebut malam lagi, dan pagi yang belum datang, saya melihat lelaki itu berdiri gagah di atas mimbar. Parasnya berseri-seri, penuh percaya diri.

Jutaan mata menatap ke arahnya, termasuk saya yang menikmati penampilannya lewat layar kaca.

Dia Barack Husein Obama, Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Rabu dini hari itu, ia dilantik dan mengucapkan sumpah. Setelah itu, ia menyampaikan pidato resmi pertamanya setelah dilantik.

Saya terkesima oleh orasinya yang penuh optimisme. Saya tersihir oleh semua bahasa tubuhnya tenang tapi begitu meyakinkan.

Kata demi kata, mengalir lancar dari mulutnya. Setiap kalimatnya seperti mantra bagi rakyat Amerika, dan para pengagumnya di seluruh dunia.

Untuk mengenang dan merawat apa yang dikatakannya, saya tayangkan lengkap isi pidato Obama dalam bahasa Indonesia di sini. Semoga bermanfaat. « Read the rest of this entry »

Presiden Pecas Ndahe

Agustus 7, 2008 § 75 Komentar

Seseorang tibat-tiba datang dan mengajukan pertanyaan aneh. Saya bilang aneh karena ia bertanya begini.

“Ndoro, para mantan presiden dan presiden kita sekarang itu sebetulnya saling mengenal nggak sih? Kalau kenal, kenapa saya jarang melihat mereka saling berkunjung? Mengapa mereka tak pernah terlihat bersama-sama di luar acara resmi kenegaraan, dalam suasana yang bersahabat?

Almarhum Soeharto, misalnya. Ketika dia berkuasa dulu, rasa-rasanya nggak pernah terlihat pernah bertandang ke rumah Soekarno. Kalaupun pernah, saya belum sekalipun melihat foto mereka berdua dalam situasi santai, saling merangkul dan tertawa.

B.J. Habibie, penerus Soeharto, yang sempat menjadi presiden sebentar, begitu juga. Ia nggak pernah terlihat mendatangi Cendana setelah jadi presiden. Soeharto pun seingat saya nggak pernah main ke kediaman resmi Habibie.

Lalu Abdurrahman Wahid kayaknya belum pernah berkunjung ke rumah Habibie ketika jadi presiden, apalagi berfoto berdua di kediaman resmi mereka. « Read the rest of this entry »

Dino Pecas Ndahe

Juni 27, 2008 § 62 Komentar

Dino Patti Djalal, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional/Juru Bicara Kepresidenan, nanti malam akan meluncurkan buku terbarunya: Harus Bisa! Seni Memimpin a la SBY.

buku dinno pati djalal

Saya beruntung sempat membaca itu lebih dulu — hadiah dari seorang kawan baik [thanks, Nduk]. Dan, sebagai balasan kebaikan hatinya, saya bikin posting ini.

Kesan saya begitu pertama kali melihat buku itu: keren. Buku setebal 416 halaman (di luar kata pengantar dan epilog) ini dicetak dalam versi sampul hard cover. Kualitas kertasnya bagus dan cetakannya nyaris sempurna. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with presiden at Ndoro Kakung.