Wakil Rakyat Pecas Ndahe

September 16, 2009 § 87 Komentar

dprMenjelang akhir masa jabatannya, Dewan Perwakilan Rakyat ngebut menyelesaikan sejumlah rancangan undang-undang. Di antara rancangan itu ada yang telah diputuskan di rapat paripurna menjadi undang-undang, misalnya Undang-Undang tentang Perfilman Nasional.

Tapi kontroversi mengikuti keputusan itu. Selain isinya yang dianggap sangat mengekang kebebasan berekspresi, sehingga diprotes pelbagai kalangan, undang-undang disahkan oleh hanya sebagian kecil wakil rakyat. Kurang dari 70 orang. Jumlah ini jelas sangat kurang dari kuorum. Sah secara tata tertib, tapi rasanya kurang legitimasi.

Dua undang-undang lagi, RUU Rahasia Negara dan RUU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, menanti giliran berikutnya. Dua-duanya juga dinanti dengan harap-harap cemas karena juga kontroversial.

Dalam situasi yang memprihatinkan seperti ini, saya jadi ingat sebuah lagu lawas Iwan Fals, Surat Buat Wakil Rakyat, album Wakil Rakyat, 1987.

Begini syairnya … « Read the rest of this entry »

RUU Pecas Ndahe

Oktober 3, 2008 § 81 Komentar

Apakah RUU Pornografi harus kita tolak? Ataukah cukup direvisi saja?

Perdebatan itulah yang pekan-pekan menjelang Idul Fitri kemarin berlangsung cukup panas dan gaungnya memantul ke mana-mana. Kalau saja tak disela oleh Lebaran, kontroversi pasti kian memanas.

Ini memang isu lama, tapi hangat kembali gara-gara DPR hendak mengesahkannya pada akhir September silam. Karena reaksi masyarakat, pengesahan tertunda lagi.

Kubu penentang dan pendukung rancangan hukum itu tentu punya argumen masing-masing, yang dianggap sama kuatnya. Sampean juga boleh memilih untuk mendukung atau menentangnya. Tapi, barangkali ada baiknya sampean membaca lebih dulu rancangan undang-undang itu lebih dulu sebelum berpendapat. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with ruu at Ndoro Kakung.